Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 30 Agustus - 5 September 2026

Gambar
  Tema: Memilih Kata yang Bijak (Make Kata Si Payo) ​Bacaan Utama: Titus 2:1–8 ​1. Pendahuluan ​Lidah dan kata-kata memiliki daya pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia—dapat membangun persekutuan atau justru menghancurkan kepercayaan. ​Rasul Paulus memberikan instruksi krusial kepada Titus agar setiap pemberitaan dan pengajaran jemaat senantiasa berakar pada ajaran yang sehat . ​2. Fakta Realitas Kehidupan ​Dalam realitas sehari-hari, ucapan yang ceroboh, fitnah, atau perkataan tanpa kendali sering kali menjadi batu sandungan dalam keluarga dan masyarakat. ​Dunia luar senantiasa mengamati konsistensi antara apa yang diucapkan oleh orang percaya dengan realitas karakter keseharian mereka di tengah dunia. ​3. Arti dan Makna Teologis ​Kata-kata sangat penting dalam memuliakan Tuhan, oleh sebab itu Paulus menekankan kemampuan memilih kata-kata yang bijak dalam pengajaran. ​Kata-kata harus sejalan dengan perbuatan, kebiasaan, dan tabiat; orang yang mampu...

Pernyataan Sangat Sejuk dari Ketua Umum PB NU

 

Sebuah kalimat yang sangat sejuk disampaikan oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj saat dia menerima kunjungan Kapolri yang baru dilantik, Listyo Sigit Prabowo, di Kantor Pusat PB NU Jakarta. Sebagaimana yang disiarkan banyak media[i], dihadapan Kapolri, Kiai Said berkata "Saya tahu dia (Kapolri) sangat hormat dengan ulama dan juga dekat dengan ulama saat menjabat sebagai Kapolda Banten. Bahkan bisa dikatakan, kalau Jenderal Sigit merupakan warga NU Cabang Nasrani. " Pernyataan ini terlontar untuk merespon dan mengapresiasi Kapolri Listyo yang memang beragama nasrani (Kristen), tapi sangat dekat dengan para ulama.  

Saya menggaris bawahi pernyataan  Warga NU Cabang Nasrani (Kristen), karena menurut saya ini sebuah kalimat yang sangat berkuasa dan teologis. Mengapa berkuasa, karena pernyataan yang disampaikan oleh ketua PB NU ini selanjutnya akan menciptakan damai, dan dalam damai banyak kreativitas dan inovasi yang akan tercipta.  Dampak kalimat ini menurut saya akan menimbulkan lingkungan yang sangat kondusif serta melahirkan semangat persaudaraan yang lebih tulus  antara anggota NU di seluruh Indonesia dengan penganut agama Nasrani dimanapun.



Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo (kanan) bersama Ketua Umum PBNU KH Said Aqiel Siradj (tengah). - Istimewa/Humas Polri

Saya juga sangat percaya bahwa pernyataan KH Said Aqil Siraj tidak asal asalan disebutkan, namun disampaikan dengan penuh pertimbangan dan punya bukti landasan persaudaraan yang kuat antara NU dengan gereja.   Salah satunya adalah tindakan sangat gagah dan sangat manusiawi yang dilakukan oleh Anggota Banser NU yang bernama Riyanto pada 24 Desember 2000 saat dia bertugas mengamankan malam Natal di Gereja Eben Haezer, Mojokerto, Jawa Timur, dan gugur karena ledakan bom yang diamankannya[ii]. Riyanto selalu dikenang di seluruh gereja di Indonesia, dan menjadi simbol perekat antara NU dengan gereja dan orang orang yang beragama Kristen. 

Pernyataan ini juga sangat teologis, karena merupakan inti dari paham kekristenan pluralis yang belakangan berkembang.  Pandangan pluralis ini menerima keberadaan pihak lain   dan mengakui bahwa agama lain adalah tempat yang dipakai Allah untuk menyatakan diriNYA[iii].  Ada sebuah ayat dalam Kitab Perjanjian Lama yaitu  Kejadian 12 : 3 yang berbunyi "Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk   orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu   semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat"

Oleh sebab itu dampak dari pernyataan Ketua PB NU terhadap Kapolri bukan saja akan menimbulkan hubungan yang erat antara NU dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia  namun lebih dari itu akan membuat hubungan antara Islam dan Kristen dan dengan seluruh agama yang lain pun akan lebih adem dan lebih kondusif. 

Kebesaran Bangsa Indonesia dengan semangat Sumpah Pemuda, Pancasila dan UUD 1945 akan membuat Bangsa ini menjadi lebih besar, lebih kuat dan lebih maju,  demi kesejahteraan seluruh umat, demi seluruh rakyat Indonesia.  Ke depan kita semakin membutuhkan pernyataan para tokoh yang sejuk, damai dan memberi kekuatan seperti yang telah disampaikan oleh KH Said Aqil Siraj kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.  Terima kasih Pak Kiai, terima kasih Pak Kapolri.  

[1] www.wartaekonomi.co.id

[ii] surabaya.liputan6.com

[ii] /core.ac.uk (pdf)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026