Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 31 Agustus – 6 September 2025

Gambar
  Thema: Teman SeKerja ( Teman sada dahin ) Nas: Galatia 2:6–10 Pengantar Perikop ini memperlihatkan dinamika penting dalam kehidupan pelayanan gereja mula-mula. Rasul Paulus menggambarkan bahwa Injil dipercayakan kepada dirinya bagi bangsa-bangsa non-Yahudi, sedangkan kepada Petrus dipercayakan bagi orang Yahudi. Hal ini bukan hasil strategi manusia, tetapi rancangan Allah yang berdaulat. Persatuan pelayanan ditandai dengan jabat tangan sebagai simbol penerimaan dan pengakuan. Di baliknya, tersimpan satu prinsip penting: pelayanan Kristen selalu berakar pada kasih karunia Allah, dilakukan dalam kolaborasi, serta tidak boleh melupakan orang miskin dan yang lemah. Fakta Paulus menegaskan bahwa Allah tidak memandang muka (ay. 6). Hal ini meneguhkan kesetaraan di hadapan Allah, tanpa memandang kedudukan sosial, ekonomi, atau budaya. Para rasul di Yerusalem mengakui dan merestui panggilan Paulus bagi bangsa non-Yahudi (ay. 7–9). Pelayanan Injil dibagi berdasarkan konteks: Pet...

Catatan Tambahan PJJ 31 Januari – 6 Februari 2021 Manusia adalah Tempas Tuhan yang bertumbuh.

 

Kejadin 1 : 26 - 27

Thema : Tempas Dibata Ibas Dirindu

 Kejadian 1 : 26 – 27  

 

1:26     Nina Dibata, "Genduari Sijadikenlah manusia si sentudu ras tempasTa, si menam seri ras Kita, gelah ikuasaina kerina nurung, perik-perik, bage pe kerina asuh-asuhen ras rubia-rubia si meliar, subuk si galang ras si kitik."

1:27     E maka ijadiken Dibata manusia, si sentudu ras tempasNa; dilaki ras diberu ijadikenNa

FAKTA

1.      Ketika Tuhan menciptakan  manusia ada beberapa info yang sangat penting untuk diingat

a.      Penciptaan manusia diawali oleh dialog Tuhan.  Ada kalimat sijadikan, bukan kujadikan.  Lalu tempasta, bukan tempasku.

b.      Manusia menam seri, berate labo seri.  Tapi secara keseluruhan model manusia itu dari Tuhan.

c.      Kesamaan Manusia atau lebih tepat segambar (Karo =  tempas) mempunyai salah satu tujuan untuk menguasai seluruh rubia, ikan, burung dan semua ternak baik yang besar ataupun yang kecil

2.     Di dalam bentuk manusia yang segambar dengan Tuhan itu ada kuasa untuk menguasai segala ciptaan yang lain.

3.      Manusia yang diciptakan Tuhan menurut perikop ini adalah dilaki ras diberu. Berarti dilaki seri ras tempas Tuhan, diberu seri tempas Tuhan.  

 

Sumber photo : https://theexplanation.com/humans-were-created-in-the-image-of-god-in-his-likeness/

ARTI dan MAKNA 

1.     Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang diciptakan mirip/tempas dengan Tuhan. Tuhan itu yang mana? Adalah Tuhan yang berdialog, Tuhan yang berfirman, dan Firman lah menjadi anak manusia Yesus Kristus, Tuhan yang berencana dan Tuhan yang suci agung dan kudus, Tuhan yang punya belas kasihan. Segambar dengan Tuhan tidak hanya soal fisik atau bentuk tubuh, tapi juga Tuhan yang punya hati yang berbelas kasihan, Tuhan yang berkuasa, Tuhan yang memiliki hidup  yang kekal.

2.     Mengapa Tuhan menciptakan manusia segambar dengan DIA, tentu ini kehendak Tuhan yang sangat mengasihi manusia. Sejak awal penciptaan bisa diyakini TUHAN sudah sangat mengasihi manusia.  Segambar dengan Tuhan artinya Tuhan memberikan kehidupan, kuasa, karakter, roh, jiwa dan fisik seperti Tuhan (Tuhan Yesus saat DIA hadir di dunia,  mempunyai fisik yang penampakannya sama namun sebenarnya berbeda yaitu TubuhNYA sebelum kebangkitan dari kematian, dan tubuhNYA setelah bangkit dari kematian.  Jika kata tempas itu konsisten, maka kita sudah melihat tempas TUHAN  dalam 2 bentuk.  Berarti manusia pun akan seperti itu jika suatu saat dibangkitkan oleh KUASA TUHAN dari kematian.



3.      Manusia itu adalah Laki laki dan perempuan, dua duanya adalah tempas TUHAN. Jadi dalam diri TUHAN ada tempas laki laki dan tempas perempuan. Maka kuasa yang diberikan Tuhan kepada manusia untuk menguasai seluruh hewan liar dan piaraan juga sama ada pada laki laki dan wanita.

PENGKENAINA

1.     Tuhan mempunyai misi untuk mengasihi, membangun, menyempurnakan, mewartakan kasih sayang NYA dan memakai kuasaNYA untuk kebaikan. Maka sebagai tempas Tuhan kita manusia pun seharusnya mengasihi, membangun, menyempurnakan, mewartakan kasih sayang serta memakai kuasa untuk kebaikan di dalam kehidupan ini.

2.      Satu hal yang sering kita lupakan sebagai TEMPAS TUHAN, yaitu keeratan kita dengan TUHAN.  Yesus adalah Tuhan dan  bersumber dari Allah Bapa.  Yesus adalah tempas 100 % dari ALLAH BAPA, banyak pernyataan Yesus yang menjadi bukti misalnya, ketika Yesus Berkata, Siapa yang melihat Aku, Dia sudah melihat Bapa”.  Yesus mempunyai kebiasaan untuk berdoa setiap pagi, setiap malam kepada bapaNYA di surga.  Jadi sebagai tempas Tuhan, kita pun harus setiap pagi, bahkan setiap saat selalu melekat, selalu berhubungan, selalu berdoa dan memohon kekuatan kepada TUHAN kita.

3.      Semakin kita melekat kepada TUHAN, semakin sempurnalah kesamaan kita dengan DIA. Amin

 

Bujur melala ras mejuah juah kita kerina.

Pt. Analgin Ginting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025