Featured Post

Refleksi 136 Tahun GBKP

Gambar
Menggali Akar Identitas: Rekonstruksi Narasi Penginjilan Karo dari Perspektif Perlawanan, Martabat, dan Iman Oleh Pt. Em. Analgin Ginting, M.Min. Pendahuluan: Menyoal Narasi "Penjinakan" Selama lebih dari satu abad, sejarah masuknya Injil ke Tanah Karo sering kali dibingkai dalam bayang-bayang kepentingan ekonomi kolonial. Narasi konvensional menyebutkan bahwa pengiriman misionaris oleh Nederlandsche Zendeling Genootschap (NZG) merupakan permintaan Jacob Theodoor Cremer untuk meredam aksi Musuh Berngi.  Namun, melihat peristiwa 18 April 1890 hanya sebagai alat "penjinak" adalah pengerdilan terhadap harga diri bangsa Karo. Sudah saatnya kita menarasikan ulang peristiwa ini sebagai sebuah perjumpaan antara kebenaran Injil dengan bangsa yang memiliki kecerdasan taktis dan integritas moral yang tinggi. Ilustrasi H.C Kruyt Tiba di Buluh Awar, 18 April 1890 Karakteristik Karo: Antara Pembalasan dan Kesetiaan Sebelum diterangi Injil, bangsa Karo telah memiliki prinsip hidu...

Catatan Tambahan PJJ 31 Januari – 6 Februari 2021 Manusia adalah Tempas Tuhan yang bertumbuh.

 

Kejadin 1 : 26 - 27

Thema : Tempas Dibata Ibas Dirindu

 Kejadian 1 : 26 – 27  

 

1:26     Nina Dibata, "Genduari Sijadikenlah manusia si sentudu ras tempasTa, si menam seri ras Kita, gelah ikuasaina kerina nurung, perik-perik, bage pe kerina asuh-asuhen ras rubia-rubia si meliar, subuk si galang ras si kitik."

1:27     E maka ijadiken Dibata manusia, si sentudu ras tempasNa; dilaki ras diberu ijadikenNa

FAKTA

1.      Ketika Tuhan menciptakan  manusia ada beberapa info yang sangat penting untuk diingat

a.      Penciptaan manusia diawali oleh dialog Tuhan.  Ada kalimat sijadikan, bukan kujadikan.  Lalu tempasta, bukan tempasku.

b.      Manusia menam seri, berate labo seri.  Tapi secara keseluruhan model manusia itu dari Tuhan.

c.      Kesamaan Manusia atau lebih tepat segambar (Karo =  tempas) mempunyai salah satu tujuan untuk menguasai seluruh rubia, ikan, burung dan semua ternak baik yang besar ataupun yang kecil

2.     Di dalam bentuk manusia yang segambar dengan Tuhan itu ada kuasa untuk menguasai segala ciptaan yang lain.

3.      Manusia yang diciptakan Tuhan menurut perikop ini adalah dilaki ras diberu. Berarti dilaki seri ras tempas Tuhan, diberu seri tempas Tuhan.  

 

Sumber photo : https://theexplanation.com/humans-were-created-in-the-image-of-god-in-his-likeness/

ARTI dan MAKNA 

1.     Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang diciptakan mirip/tempas dengan Tuhan. Tuhan itu yang mana? Adalah Tuhan yang berdialog, Tuhan yang berfirman, dan Firman lah menjadi anak manusia Yesus Kristus, Tuhan yang berencana dan Tuhan yang suci agung dan kudus, Tuhan yang punya belas kasihan. Segambar dengan Tuhan tidak hanya soal fisik atau bentuk tubuh, tapi juga Tuhan yang punya hati yang berbelas kasihan, Tuhan yang berkuasa, Tuhan yang memiliki hidup  yang kekal.

2.     Mengapa Tuhan menciptakan manusia segambar dengan DIA, tentu ini kehendak Tuhan yang sangat mengasihi manusia. Sejak awal penciptaan bisa diyakini TUHAN sudah sangat mengasihi manusia.  Segambar dengan Tuhan artinya Tuhan memberikan kehidupan, kuasa, karakter, roh, jiwa dan fisik seperti Tuhan (Tuhan Yesus saat DIA hadir di dunia,  mempunyai fisik yang penampakannya sama namun sebenarnya berbeda yaitu TubuhNYA sebelum kebangkitan dari kematian, dan tubuhNYA setelah bangkit dari kematian.  Jika kata tempas itu konsisten, maka kita sudah melihat tempas TUHAN  dalam 2 bentuk.  Berarti manusia pun akan seperti itu jika suatu saat dibangkitkan oleh KUASA TUHAN dari kematian.



3.      Manusia itu adalah Laki laki dan perempuan, dua duanya adalah tempas TUHAN. Jadi dalam diri TUHAN ada tempas laki laki dan tempas perempuan. Maka kuasa yang diberikan Tuhan kepada manusia untuk menguasai seluruh hewan liar dan piaraan juga sama ada pada laki laki dan wanita.

PENGKENAINA

1.     Tuhan mempunyai misi untuk mengasihi, membangun, menyempurnakan, mewartakan kasih sayang NYA dan memakai kuasaNYA untuk kebaikan. Maka sebagai tempas Tuhan kita manusia pun seharusnya mengasihi, membangun, menyempurnakan, mewartakan kasih sayang serta memakai kuasa untuk kebaikan di dalam kehidupan ini.

2.      Satu hal yang sering kita lupakan sebagai TEMPAS TUHAN, yaitu keeratan kita dengan TUHAN.  Yesus adalah Tuhan dan  bersumber dari Allah Bapa.  Yesus adalah tempas 100 % dari ALLAH BAPA, banyak pernyataan Yesus yang menjadi bukti misalnya, ketika Yesus Berkata, Siapa yang melihat Aku, Dia sudah melihat Bapa”.  Yesus mempunyai kebiasaan untuk berdoa setiap pagi, setiap malam kepada bapaNYA di surga.  Jadi sebagai tempas Tuhan, kita pun harus setiap pagi, bahkan setiap saat selalu melekat, selalu berhubungan, selalu berdoa dan memohon kekuatan kepada TUHAN kita.

3.      Semakin kita melekat kepada TUHAN, semakin sempurnalah kesamaan kita dengan DIA. Amin

 

Bujur melala ras mejuah juah kita kerina.

Pt. Analgin Ginting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025