Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 14 - 20 Februari 2026

Gambar
  MENGIKUT FIRMAN DAN PERINTAH TUHAN (Ngikutken Pedah Ras Perentah) Imamat 18:1–5 Pendahuluan Di zaman sekarang ini, banyak orang percaya hidup di antara dua dunia:dunia iman dan dunia kebiasaan. Kita mengaku mengenal Tuhan, tetapi perilaku kita sering kali lebih mencerminkan “Mesir” — sistem lama, pola lama, kebiasaan lama. Padahal Tuhan memanggil umat-Nya keluar dari Mesir bukan hanya untuk pindah lokasi, tetapi untuk pindah pola hidup. Masalah terbesar umat Tuhan bukan tidak tahu firman.  Masalah terbesar adalah tidak sungguh-sungguh mengikut firman.  Imamat 18:1–5 adalah deklarasi identitas dan perintah yang sangat tegas :  “Akulah TUHAN, Allahmu.”  Segala ketaatan dimulai dari pengenalan itu. Fakta dari Nas (Imamat 18:1–5) 1. Tuhan berbicara langsung kepada Musa. Musa diperintahkan menyampaikan firman kepada bangsa Israel. 2.     Israel dilarang mengikuti pola hidup Mesir (masa lalu).   Israel juga dilarang mengikuti kebiasaan Kan...

7 Makna Kemenangan Pasangan Terkelin Berahmana Dan Cory Sebayang

Gambar
Pilkada serentak pada tanggal 9 Desember 2015 akan menjadi sejarah yang sangat positif bagi bangsa Indonesia.  Demikian juga untuk masyarakat Karo, dimana Pilkada kemarin bisa menempatkan pasangan Terkelin Berahmana dan Cory Sriwaty Sebayang sebagai pemenang, dimana hal ini  akan dikenang sepanjang masa. Banyak hal, pengalaman dan peristiwa yang dapat dijadikan sebagai pembelajaran dari Pilkada Karo, yang sukses tanpa gangguan yang berarti. Penulis melihat paling tidak ada 7 hal yang dapat dijadikan sebagai pemaknaan terhadap keberhasilan Pilkada Karo tahun 2015 yang mempunyai jumah pemilih sekitar 265.000 jiwa.Mari kita lihat stau persatu. 1.       Ditolaknya politik uang. Pilkada kemarin dapat diyakini sebagai tonggak mulai ditinggalkannya politik uang dalam masyarakat Karo.  Gerakan gerakan untuk menolak politik uang sangat ramai dikumandangkan sekitar 6 minggu sebelum tanggal 9 Desember.  Dimotori oleh GBKP (Gereja Batak Kar...

Pilih Pemimpin Bukan Manager Handal

Gambar
(Lanjutan Sebuah Kisah Memilih Pemimpin)  Banyak yang memilih bahwa calon yang paling bagus menjadi pemimpin adalah pemanah nomor 3.  Sebab dia mampu membidik sasaran, meskipun sasaran itu sedang terbang, atau bergerak cepat.  Kita butuh pemimpin yang mencapai target katanya. Lalu ada lagi yang mencalonkan bahwa pemimpin yang paling baik adalah pemanah nomor 1, karena dia tahu kemampuannya dan kelemahannya.  Dia seorang yang tahu diri, namun tetap masih bisa mencapai sasarannya, begitu argumentasinya. Hampir tidak ada yang mencalonkan pemanah nomor 2 menjadi pemimpin, sebab alasan mereka terlalu percaya diri, bahkan takabur.  Dia memang pandai memanah, dia memang bisa mencapai sasaran, namun kita kita butuh pemimpin yang terlalu sombong, kata hampir semua orang. Bagaimana dengan pemanah nomor empat? Biasanya sekitar 20 persen memilih pemanah yang nomor empat ini sebagai pemimpin.  Alasannya adalah karena dia tidak putus asa, dia tid...

Sebuah Kisah Memilih Pemimpin

Gambar
Inilah sebuah kisah kepemimpinan yang memberi inspirasi kepada banyak  pemimpin di dunia. Tepatnya sebuah kisah tetang   memilih pemimpin.  Tak kurang bekas presiden Amerika Serikat,     FD Rosevelt dalam kesaksiannya mengatakan bahwa kisah ini  banyak sekali mengilhami dirinya saat memimpin Negara Adidaya, Amerika Serikat.  Beginilah kisah yang diambil dari cerita mitologi Yunani.  Konon suatu saat raja meninggal dunia. Raja bijaksana yang meninggal dunia ini tidak mempunyai keturunan/anak seorang pun, sehingga tidak ada yang akan menjadi ahli waris menjadi raja berikutnya.  Lalu dewan istana sepakat untuk memilih pengganti raja berikutnya seseorang dari rakyat sendiri.  Dicarilah pemuda pemuda yang paling hebat dari seluruh pelosok negeri untuk dinominasikan menjadi raja. Ternyata ditemukan 4 orang kandidat yang sama sama kuat dan cerdas sama sama tampan dan usia pun relative masih muda dan merata.  Harus dip...