Postingan

Featured Post

Synopsis Blades of the Guardians; Kembalinya Sang Legenda dan Kedewasaan Sinema Tiongkok

Gambar
  ​Oleh: Analgin Ginting ​Dunia sinema bela diri Tiongkok kembali diguncang oleh sebuah karya monumental yang bukan sekadar memamerkan adu pedang, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang kemanusiaan, intrik politik, dan prinsip hidup. Blades of the Guardians (atau Biao Ren), yang kini tengah menghiasi layar bioskop di Jabodetabek, menjadi magnet utama bagi para pencinta film kolosal. ​1. Kembalinya Jet Li: Penampilan yang Membuat "Pangling" ​Salah satu daya tarik terbesar film ini adalah kembalinya sang legenda kungfu dunia, Jet Li. Namun, bagi penonton yang datang dengan ekspektasi melihat "Wong Fei-hung" yang lincah atau "lethally fast" seperti di era 90-an, bersiaplah untuk terkejut. ​Jet Li tampil sebagai Chang Guiren, seorang pejabat tinggi di era Dinasti Sui. Penampilannya benar-benar bertransformasi total. Dengan riasan wajah yang matang, kumis dan jenggot panjang yang berwibawa, serta kostum kebesaran yang berat, banyak penonton yang hampir tida...

Catatan Tambahan PJJ 22 - 28 Februari 2026

Gambar
  Kulakukan Perintah Tuhan (Kulakoken Perentah Tuhan) Ulangan 26:12–15 A. Pendahuluan Perikop Ulangan 26:12–15 berada dalam konteks pembaruan perjanjian antara Allah dan Israel sebelum mereka memasuki tanah Kanaan. Kitab Ulangan sendiri merupakan bentuk covenant renewal document, yaitu penguatan kembali relasi perjanjian antara Allah dan umat-Nya (Craigie, The Book of Deuteronomy, 1976). Pasal 26 menekankan bahwa ketaatan kepada Tuhan tidak berhenti pada ritual, tetapi harus terwujud dalam tindakan konkret yang berdampak sosial. Persembahan persepuluhan tahun ketiga bukan sekadar praktik ibadah, melainkan tindakan iman yang nyata dalam keadilan dan solidaritas sosial. Tema minggu ini: “Kulakukan Perintah Tuhan” bukan sekadar pernyataan lisan, melainkan deklarasi integritas rohani di hadapan Allah. B. Fakta Teks (Eksposisi Kontekstual) Tahun ketiga disebut sebagai “tahun persembahan persepuluhan” (ay.12). Persepuluhan tidak hanya untuk orang Lewi, tetapi juga untuk: Orang asing Anak...

Catatan Tambahan PJJ 15 - 21 Feb 2026- 20 Februari 2026

Gambar
  MENGIKUT FIRMAN DAN PERINTAH TUHAN (Ngikutken Pedah Ras Perentah) Imamat 18:1–5 Pendahuluan Di zaman sekarang ini, banyak orang percaya hidup di antara dua dunia:dunia iman dan dunia kebiasaan. Kita mengaku mengenal Tuhan, tetapi perilaku kita sering kali lebih mencerminkan “Mesir” — sistem lama, pola lama, kebiasaan lama. Padahal Tuhan memanggil umat-Nya keluar dari Mesir bukan hanya untuk pindah lokasi, tetapi untuk pindah pola hidup. Masalah terbesar umat Tuhan bukan tidak tahu firman.  Masalah terbesar adalah tidak sungguh-sungguh mengikut firman.  Imamat 18:1–5 adalah deklarasi identitas dan perintah yang sangat tegas :  “Akulah TUHAN, Allahmu.”  Segala ketaatan dimulai dari pengenalan itu. Fakta dari Nas (Imamat 18:1–5) 1. Tuhan berbicara langsung kepada Musa. Musa diperintahkan menyampaikan firman kepada bangsa Israel. 2.     Israel dilarang mengikuti pola hidup Mesir (masa lalu).   Israel juga dilarang mengikuti kebiasaan Kan...

Catatan Tambahan PJJ 08 - 14 Februari 2026

Gambar
  Nas   Lukas 24 : 13 – 32 Thema Penglihatan Terang dan Mengenal Yesus Kristus (Terang Pengidah Janah Nandai Jesus) A. PembukaanC Di zaman sekarang ini, pengenalan akan Yesus Kristus sering kali terhalang oleh gaya hidup modern yang serba cepat, pragmatis, dan berorientasi pada kepuasan diri. Banyak orang mengenal Yesus hanya sebatas simbol agama, tradisi gerejawi, atau identitas sosial, tetapi tidak sungguh-sungguh mengalami perjumpaan pribadi dengan Dia. Seperti kedua murid di jalan menuju Emaus, manusia masa kini pun sering berjalan bersama Yesus tanpa menyadari kehadiran-Nya. Mereka berbicara tentang Yesus, mendengar kisah-Nya, bahkan terlibat dalam aktivitas keagamaan, namun mata rohani mereka tertutup. Kehidupan yang dipenuhi kekecewaan, harapan yang runtuh, dan ekspektasi yang tidak terpenuhi membuat hati menjadi lamban untuk percaya. Nas Lukas 24:13–32 mengajak kita untuk menyadari bahwa mengenal Yesus Kristus bukanlah hasil kecerdasan teologis semata, melainkan b...

Catatan Tambahan PJJ 01 - 07 Februari 2026

Gambar
  T erimalah Sahabatmu (Alokenlah Temanndu) Roma 15:7–13 Nas Utama Roma 15:7–13 (TB) “Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.” (Rm. 15:7) Pendahuluan Hidup manusia tidak pernah berdiri sendiri. Sejak awal penciptaan, Allah merancang manusia sebagai makhluk relasional. Karena itu, iman Kristen tidak hanya berbicara tentang hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga hubungan horizontal dengan sesama. Roma 15:7–13 menegaskan bahwa menerima sahabat—bahkan yang berbeda latar belakang, karakter, dan pandangan—bukanlah pilihan etis belaka, melainkan ekspresi iman yang sejati kepada Kristus. Fakta Teks (Roma 15:7–13) Rasul Paulus menasihati jemaat Roma yang terdiri dari orang Yahudi dan non-Yahudi. Terjadi ketegangan sosial, kultural, dan religius dalam jemaat. Kristus dipahami sebagai pelayan (διάκονος) yang menggenapi janji Allah kepada Israel. Keselamatan tidak eksklusif bagi satu bangsa, tetapi terbuk...

Bapa Kami, Guru Spiritual Kami

Gambar
Pada hari Selasa, 22 Januari 2026 lalu, kami telah mengantarkan bapa kami tercinta ke tempat peristirahatan sementaranya di dunia. Jenazah beliau dimakamkan di kuburan keluarga di desa kami. Pusaranya di Pendem Bulanjahe telah lebih dahulu ditempati oleh saudaranya, ayahnya (bulang kami), serta nenek tigan kami, Beru Tarigan Tendang, yang meninggal pada tahun 1978 dalam usia sekitar 55 tahun.  Ayah kami menjadi anak yatim sejak usia tujuh tahun, ketika ayahnya—bulang kami—meninggal pada tahun 1950. Sejak itu ia dibesarkan oleh ibunya serta bibi tengah dan bibi tuanya, Beru Ginting Munte, yang sangat menyayanginya, juga sangat menyayangi kami. Ayah kami bertumbuh di jalanan. Ia seorang single fighter. Sekolahnya hanya sampai SMP dan tidak tamat.  Sekitar tahun 1974 terbuka lowongan menjadi pegawai negeri di RSU Kabanjahe. Ayah mengikuti ujian persamaan setara SMP untuk memperoleh ijazah yang diperlukan. Dengan bantuan Dr. Batur Ginting, Kepala RSU saat itu, ia diterima menjadi ...

Catatan Tambahan PJJ Januari 2026

Gambar
Galatia 3:26–29 Catatan Tambahan  PJJ  24 - 31 Januari 2026.docx None Thema :  Satu Dalam Kristus  A. Pendahuluan (Teologis-Konseptual) Surat Galatia ditulis Rasul Paulus dalam konteks gereja yang retak oleh perbedaan identitas: etnis, status sosial, dan tradisi keagamaan. Jemaat Galatia mulai terjebak pada pemahaman bahwa keselamatan dan status rohani ditentukan oleh identitas lahiriah, terutama hukum Taurat dan garis keturunan. Galatia 3:26–29 hadir sebagai pernyataan teologis radikal: identitas orang percaya tidak lagi ditentukan oleh asal-usul, status sosial, atau jenis kelamin, melainkan oleh iman kepada Yesus Kristus. Nas ini bukan hanya ajaran moral tentang toleransi, melainkan fondasi eklesiologi (hakikat gereja) dan antropologi teologis (siapa manusia di hadapan Allah). B. Fakta Teks (Biblical Facts) Status baru orang percaya Paulus menegaskan: “kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Kristus Yesus.” → Status “anak Allah” bukan warisan biologi...