Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 31 Mei sd 6 Juni 2026

Gambar
 ​ Bahan: Matius 22 : 15 – 22 Thema: Tentang Bayar Pajak Kepada Pemerintah ​ Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan...

Bagaimana Membentuk Tim Yang Berkinerja Tinggi

Tim kerja dibentuk bukan sebagai hiasan.  Bukan sebagai sarana untuk mengikuti trend dalam bekerja, tapi dibentuk untuk menghasilkan prestasi atau kinerja yang lebih tinggi.

Para eksekutif puncak dari satu perusahaan  berlayar bersama untuk menguatkan teamwork aintara mereka.  sumber photo : https://www.weka.ch/


Secara hakekatnya, bekerja secara tim akan memberikan hasil yang lebih tinggi dari bekerja sendiri sendiri.  Jika si A bekerja dapat menghasilkan 100 satuan  dan si B juga bekerja dapat 100,satuan dan jumlahnya 200 satuan.  Akan tetapi  kalau mereka bekerja sama hasilnya adalah 400.  Hasil 400 diperoleh karena dua orang bekerja sama, sehingga masing masing mereka menghasilkan 200 satuan.  Jauh sekali bedanya  jika mereka bekerja sendiri sendiri tidak secara tim, maka hasiil perolehan maksimum mereka hanyalah 100 satuan. 

Menghasilkan Tim yang bekinerja Tim minimal ada 6 syaratnya.

1.     Saling percaya (Trust)

2.     Punya Visi yang jelas  (Vision)

3.     Iklim bekerja yang optimis (Optimism)

4.     Ada kesenangan dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawab (Enjoyment)

5.     Ada aktifitas penguatan dan pemberdayaan (Empowerment)

6.     Selalu menemukan dan menciptakan peluang  (Opportunity)


Saling Percaya (Trust) dibangun dengan komunikasi yang transparan dan intensif.  Jika Trust sudah terbangun maka semua anggota tim akan lebih berani mengatakan kebenaran, sekalipun kebenaran itu adalah berupa bad news, atau cerita kegagalan.  Disamping itu jika Iklim saling percaya sudah terbentuk, maka semua anggota tim akan mempunyai panduan untuk membiasakan prilakunya, panduan mengambil keputusan, sehingga setiap orang merasa berani mengambil keputusan. Tentu saja hal ini akan berlanjut dengan keberanian mengambil keputusan.  Hasilnya adalah semua orang akan bertanggung jawab dengan tindakannya, berani mengakui kesalahan dan perasan satu tim akan semakin kuat dan mendalam.

Punya Visi yang jelas (Vision). Visi   arah, punya visi artinya punya arah atau sasaran/tujuan yang hendak dicapai/diwujudkan. Oleh sebab itu Visi ini harus dituliskan dengan jelas, ringkas dan Bahasa yang mudah dimengerti.  Jika visi sudah jelas maka setiap orang akan bekerja untuk mencapainya.  Disamping itu visi yang jelas akan melahirkan motivasi kerja yang tinggi, kerelaan bekerja keras atau bekerja secara Bersama sampai tuntas. Jika tim bekerja menuju visi yang dipahami secara bersama, maka setiap orang focus pada pekerjaan dan tanggung jawabnya.

Iklim bekerja yang optimis (Optimism). Optimisme sangat dibutuhkan dalam tim, dan dampaknya akan bolak balik. Optimisme akan menguatkan perasan satu tim, dan tim juga akan mempertahankan dan menguatkan optimism.  Apa fungsi optimism? Fungsinya seperti bahan bakar yang selalu membakar semangat untuk meraih visi dalam diri setiap anggota tim.  Tim sepakbola yang mempunyai perasan optimism kolektif akan membuat tim itu bekerja keras, gigih dan focus kepada hasil akhir  sampai pluit akhir.  Tugas pemimpin adalah membuat keseimbangan antara optimism dengan kenyataan.

Ada kesenangan dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawab (Enjoyment) Tim yang bekerja dengan perasaan senang adalah tim yang kemungkinan besar berhasil dan menang. Oleh sebab itu salah satu tugas terpenting dari pimpinan tim adalah menentukan nada/irama kerja yang menyenangkan bagi semua anggota tim.  Dampak positifnya bahwa tim yang bekerja dengan perasan senang atau enjoy akan selalu focus kepada keberhasilan bukan kepada kegagalan, dan mendorong setiap orang dan secara tim mencapai prestasi puncaknya.  Pemimpin yang focus kepada manusia, unsur kemanusiaan akan mampu menciptakan rasa senang.  Kata kata yang positif dan apresiatif adalah salah satu factor yang paling menentukan dalam menciptakan enjoyment dalam bekerja.

Ada aktifitas penguatan dan pemberdayaan (Empowerment) High Performance Team mudah sekali diberi tanggung jawab baru, target dengan standard kualitas dan kwantitas yang lebih meningkat.  Oleh sebab itu setiap peran perlu juga diimbangi dengan penguatan penguatan atau empowerment (pemberdayaan) .  Sudah lumrah diketahui bahwa pemimpin selalu focus pada apa nya sedangkan anggota team focus pada bagaimana nya.  Bagaimana adalah cara, standard baru harus dicapai dengan cara yang baru.  Jika anggota tim sudah diberdayakan secara konsisten, maka hasilnya mereka lebih mandiri dan tanggung jawab pun semakin kuat dipegang dan dijalankan.

Selalu menemukan dan menciptakan peluang  (Opportunity) Peluang tidak pernah diberikan, diwariskan atau disajikan.  Jangan menunggu atau pasif dalam mendapatkan pekuang, ciptakan lah peluang.   Bagaimana agar tim selalu mempunyai peluang? Caranya adalah kembangkan dan gunakan keterampilan baru, kerjakan peran yang berbeda dalam tim yang sama, ikuti pelatihan pelatihan lintas sectoral dan masuk fleksibel kepada tim yang baru.  Maka peluang akan dimiliki oleh tim tersebut.  Perlu di coba semuanya dengan niat belajar.  Sekalipun dia sangat lihai bermain gitar, perlu juga dia berlatih meniup seruling atau Latihan volley. 

 


Komentar