Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 12 – 18 Juli 2026

Gambar
 ​ Thema : Dunia Orang Mati (Doni Kalak Mate) Nats : Ayub 14 : 13 ​ "Ah, kiranya Engkau menyembunyikan aku di dalam dunia orang mati, melindungi aku, sampai murka-Mu surut; dan menetapkan waktu bagiku, kemudian mengingat aku pula!" ​ Pendahuluan ​Kitab Ayub sering kali membawa kita ke dalam perenungan yang sangat dalam mengenai penderitaan dan batas eksistensi manusia. Dalam Ayub 14, Ayub sedang meratapi betapa singkat dan penuh sesaknya hidup manusia di bumi. Di tengah rasa sakit yang luar biasa dan tekanan emosional yang hebat, Ayub tidak melihat kematian sebagai akhir dari segalanya atau sebagai hukuman yang membinasakan, melainkan sebagai sebuah tempat perlindungan sementara yang misterius di hadapan Allah.  Secara teologis, kematian sering kali disalahpahami hanya sebagai upah dosa atau sekadar akhir tragis dari biologis manusia. Namun, melalui kacamata iman, teologi kematian ( theology of death ) menyingkapkan bahwa maut telah ditundukkan di bawah kedaulatan Alla...

Percayakah Kamu, Akan Kehidupan Sebelum Kematian?

 

Percayakah kamu akan kehidupan setelah kematian? Sungguh? Syukurlah, bila engkau mempercayainya. Tapi saya ingin bertanya sesuatu yang sebalkinya. Percayakah kamu akan kehidupan sebelum kematian? Ataukah kita menjadi orang-orang mati yang sebelum “kematian datang? Menjalani kehidupan dengan terus menerus mengharapkan surga, tanpa pernah merasa ingin ada di dunia. Mengeluh tentang rasa sakit dan kecewa yang dunia berikan.

Percayalah, tidak semua orang mempercayai kehidupan sebelum kematian, karena Sebagian besar orang, bila menengok kembali hidup mereka setelah terbaring di peti mati, masih dan selalu berharap prioritas hidup mereka akan berbeda.

Percayalah, perbedaan antara orang hidup sebelum kematian dan orang yang mati sebelum kematian bukanlah terletak pada seberapa sering mereka memiliki suasana hati yang buruk atau seberapa parah perasaan buruk mereka, tetapi, sebaliknya, pada apa yang mereka perbuat bila mereka sedang berada pada suasana hati buruk dan suasana yang bahagia,

Percayalah, banyak orang yang mati sebelum kematian menghadapi kesusahan dengan menyingsingkan lengan baju dan berusaha mengenyahkannya. Mereka memperlakukan suasana hati mereka yang buruk dengan sangat serius dan berusaha mencari dan menganalisis apa yang salah. Mereka berusaha memaksa diri mereka keluar dari keadaan suasana hati yang buruk itu, yang cenderung akan menambah rumit masalah, bukan memecahkannya.

Sebaliknya, bila anda mengamati orang-orang yang mengalami kehidupan sebelum kematian; mereka akan merasa tenang dan tentram. Saudara akan mendapati bahwa bila mereka sedang merasa senang, mereka akan sangat bersyukur. Mereka memahami bahwa perasaan negative san positif datang silih berganti, dan akan selalu tiba saatnya ketika mereka merasa terlalu senang. Bagi orang-orang yang hidup sebelum kematian, ini tidak apa-apa, memang begitulah hidup ini berlangsung. Mereka menerima perasaan sepintas lalu yang tidak dapat dielakkan ini.

Percayalah, bila orang-orang yang mengalami hidup sebelum kematian merasa depresi, marah atau stress, mereka memperlakukan perasaan ini dengna sikap terbuka dan kebijakan yang sama. Bukan melawan perasaan ini dan menjadi panik hanya karena merasa tidak enak, mereka menerima perasaan ini, menyadari bahwa ini juga akan berlalu. Bukan tersandung dan jatuh melawan perasaan negative ini, mereka dengan tenang menerima perasaan ini. Sesuatu yang memungkinkan mereka dengan lembut dan tenang keluar dari perasaan negative menuju keadaan pikiran yang lebih positif.

Jadi, bagaimana dengan saudara? Apakah saudara adalah kumpulan orang-orang yang mati sebelum kematian datang atau saudara telah hidup sebelum kematian mendatangi diri saudara?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ 10 – 16 Agustus 2025