Featured Post

​Catatan Tambahan PJJ 23-29 Agustus 2026

Gambar
 ​ Thema: Pertanda Orang Yang Mengenal ( Tanda Nandai Dibata ) Teks: 1 Yohanes 2 : 3 - 11 ​Teks Alkitab ​ 1 Yohanes 2:3-11 (3) Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. (4) Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. (5) Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. (6) Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. (7) Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. (8) Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan teran...

Percayakah Kamu, Akan Kehidupan Sebelum Kematian?

 

Percayakah kamu akan kehidupan setelah kematian? Sungguh? Syukurlah, bila engkau mempercayainya. Tapi saya ingin bertanya sesuatu yang sebalkinya. Percayakah kamu akan kehidupan sebelum kematian? Ataukah kita menjadi orang-orang mati yang sebelum “kematian datang? Menjalani kehidupan dengan terus menerus mengharapkan surga, tanpa pernah merasa ingin ada di dunia. Mengeluh tentang rasa sakit dan kecewa yang dunia berikan.

Percayalah, tidak semua orang mempercayai kehidupan sebelum kematian, karena Sebagian besar orang, bila menengok kembali hidup mereka setelah terbaring di peti mati, masih dan selalu berharap prioritas hidup mereka akan berbeda.

Percayalah, perbedaan antara orang hidup sebelum kematian dan orang yang mati sebelum kematian bukanlah terletak pada seberapa sering mereka memiliki suasana hati yang buruk atau seberapa parah perasaan buruk mereka, tetapi, sebaliknya, pada apa yang mereka perbuat bila mereka sedang berada pada suasana hati buruk dan suasana yang bahagia,

Percayalah, banyak orang yang mati sebelum kematian menghadapi kesusahan dengan menyingsingkan lengan baju dan berusaha mengenyahkannya. Mereka memperlakukan suasana hati mereka yang buruk dengan sangat serius dan berusaha mencari dan menganalisis apa yang salah. Mereka berusaha memaksa diri mereka keluar dari keadaan suasana hati yang buruk itu, yang cenderung akan menambah rumit masalah, bukan memecahkannya.

Sebaliknya, bila anda mengamati orang-orang yang mengalami kehidupan sebelum kematian; mereka akan merasa tenang dan tentram. Saudara akan mendapati bahwa bila mereka sedang merasa senang, mereka akan sangat bersyukur. Mereka memahami bahwa perasaan negative san positif datang silih berganti, dan akan selalu tiba saatnya ketika mereka merasa terlalu senang. Bagi orang-orang yang hidup sebelum kematian, ini tidak apa-apa, memang begitulah hidup ini berlangsung. Mereka menerima perasaan sepintas lalu yang tidak dapat dielakkan ini.

Percayalah, bila orang-orang yang mengalami hidup sebelum kematian merasa depresi, marah atau stress, mereka memperlakukan perasaan ini dengna sikap terbuka dan kebijakan yang sama. Bukan melawan perasaan ini dan menjadi panik hanya karena merasa tidak enak, mereka menerima perasaan ini, menyadari bahwa ini juga akan berlalu. Bukan tersandung dan jatuh melawan perasaan negative ini, mereka dengan tenang menerima perasaan ini. Sesuatu yang memungkinkan mereka dengan lembut dan tenang keluar dari perasaan negative menuju keadaan pikiran yang lebih positif.

Jadi, bagaimana dengan saudara? Apakah saudara adalah kumpulan orang-orang yang mati sebelum kematian datang atau saudara telah hidup sebelum kematian mendatangi diri saudara?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026