Featured Post

Paralysis of Analysis di GBKP: Menakar Macetnya Kepemimpinan Spiritual di Persimpangan Prosedur

Gambar
Oleh Pt. Em Analgin Ginting  Dengan Bantuan Gemini AI  I. PENDAHULUAN Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) saat ini sedang berada dalam sebuah anomali sejarah yang memprihatinkan. Sebuah fakta pahit yang tidak bisa dibantah adalah ketidaktuntasan pembahasan Tata Gereja pada Sidang Sinode GBKP Tahun 2025 Kegagalan ini melahirkan kekosongan hukum (vakum) yang berdampak luas; GBKP sempat berjalan tanpa Tata Gereja yang sah secara hukum sinodal. Akibatnya, muncul kegelisahan masif di ribuan Runggun. Pertanyaan retoris namun pedih bergema: "Gereja kita memakai tata gereja yang mana?" Kondisi ini diperparah oleh manajemen persidangan yang tidak efisien. Bayangkan, sebuah persidangan yang dihadiri oleh sekitar 900 orang peserta (Pendeta, Pertua, dan Diaken). Jumlah yang kolosal ini menuntut logistik yang luar biasa besar, biaya yang membengkak, dan ruang sidang yang luas. Namun, realitasnya menunjukkan bahwa kuantitas manusia tidak berbanding lurus dengan kualitas keputusan. Kita haru...

Catatan Tambahan Khotbah 6 Februari 2022

 Minggu Epiphanias V


 Invocatio

Matius 16 : 24

Ogen

Jesaya 6 : 9 – 13 ( Tunggal )

Khotbah

Markus 1 : 16 – 20 ( Tunggal )

Thema

Jadi Pengikut Kristus

 

Khotbah  Markus 1 : 16 – 20

 

 

1:16       Sanga Jesus erdalan arah tepi Dano Galilea, idahNa dua kalak penjala nurung sangana njala. Gelarna Simon ras Andreas; duana ia sembuyak.

 

1:17       Nina Jesus man si dua kalak e, "Mari ikutken Aku, maka Kuajari kam jadi penjala jelma."

 

1:18       Minter itadingkenna jalana janah ikutkenna Jesus.

 

1:19       La ndauhsa Jesus erdalan idahNa ka dua kalak si ersembuyak, e me Jakup ras Johanes anak Sebedeus, sanga nikapken jalana i bas perahuna.

 

1:20       Minter idilo Jesus duana. E maka itadingkenna bapana Sebedeus ras kalak upahen i bas perahuna jenari ikutkenna Jesus

 

Fakta (info paling penting dari Nas)

 

1.    Nas renungen ibas minggu Ephipanias V enda nuriken uga, ija, ise siipilih ras idilo Jesus jadi murid murid Na.  Sanga Jesus erdalan arah tepi Dano Galilea idilona dua kalak si tergelar Simon ras Andreas duana ersembuyak, sangana erdahin njala nurung. Nina Jesus man dua kalak enda, “Mari ikutken Aku, maka kam Kuajari kam jadi penjala jelma”. Minter itadingkenna jalana, janah ikutkenna Jesus.

 

2.    Selanjutna, la ka ndauhsa ibas ingan Simon ras Andreas nari ndai, idahna ka dua kalak sangana nikapken jalana ibas perahuna.  Ikut pe bas perahu e bapana sitergelar Sebedeus, ras kalak upahen si erdahin nangkap nurung.  Gelarna Jakub ras Johanes mis kal itadingkenna perahu ras bapana ikutkenna Jesus, tupung idiloNA kalak enda duana.

Sumber Lukisan : https://www.bbc.co.uk/
 

Makna (magna atau kerugma dari nas yang sesuai dalam segala jaman)

1.    Tuhan Jesus memanggil murid muridNya dengan caraNya mendatangi murid murid itu. Dan Dia mendatangiNYa saat mereka bekerja.  Saat Simon dan Andreas bekerja saat itulah Tuhan Yesus memanggil mereka, dengan mengatakan “ Aku akan mengajari kalian menjala manusia”   Kalimat yang sangat power sekali, sehingga mereka seketika mengikut Tuhan Yesus tanpa ragu, tanpa merasa saying dengan seluruh asset (peralatan kerja/penjala ikan) mereka. Menjala Manusia… inilah kalimat yang membuat mereka, kagum, heran, tertarik dan terdorong untuk mengikutinya.

2.    Demikian juga saat  “mendatangi” Jakobus dan Johanes, lebih dahsyat lagi.  Saat itu dua orang berssaudara ini sedang mempersiapkan jalanya bersama dengan ayahanndanya. Saat itulah mereka mendengar Tuhan Yesus memanggil mereka berdua. Segera mereka meresponnya, dan seketika meninggalkan ayah nya, pekerjaannya dan seluruh ikatan masa lalunya.

3.    Panggilan Yesus bukanlah panggilan yang perlu diragukan, panggilan Yesus bukan panggilan yang menyengsarakan, sebab panggilan Yesus adalah mewujudkan Rancangan Tuhan kedalam diri orang yang dipanggilNYA.  Dan itulah rancangan paling sempurna dari semua aspek, untuk manusia itu. 

4.    Yesus tidak memanggil orang yang ragu, Yesus tidak memanggil orang yang tidak bahagia, Yesus tidak memanggil orang yang tidak tahu apa pekerjaannya, tapi Yesus memanggil orang yang bekerja, orang yang berbahagia yang mempunyai karakter kepastian dalam hidupnya.  Simon, Andreas, Jakobus, Johanes adalah orang mempunyai pekerjaan dan kebahagiaan.  Mereka meninggalkan semua itu dan mengikut Jesus.

Pengkenaina/Target   Prioritas

(Pemahaman minimal yang harus didapat jemaat setelah mendengar Firman yang dikhotbahkan)

 

1.       Mau kah kam dipanggil Yesus (labo idilo dibata, hahahha) untuk dijadikannya muridNya dan selanjutnya pengikut setiaNya selamanya? Sebab tidak ada yang lebih penting dalam hidup ini  selain mengikut Yesus.  4 Murid tadi dipanggil Tuhan Yesus saat mereka bekerja, dan mereka meninggalkan pekerjaannya. Berarti mengikuti panggilan Yesus LEBIH PENTING dari pada seleuruh pekerjaan kita bukan ? Bagaimana nanti kehidupanku kalau aku mengikut Yesus, bagaimana pekerjaanku, anak anakku dan keluargaku? Mungkin pertanyaan paling dalam dihati kita,  ingat dan pahami lah teologi panggilan.  Teologi  Panggilan bahwa Yesus memanggil bukan untuk membuat sengsara, tetapi memberikan kebahagiaan. PASTI YESUS SUDAH MERANCANG KEBAHAGIAN KEPADA SETIAP ORANG YANG MENGIKUT DIRINYA.  Adakah orang yang makin sengsara sesudah menjadi pengikut Yesus, coba sebutkan satu nama saja…

 

2.       Tuhan Yesus memanggil  orang yang punya kriteria seperti ini, siapapun sekalilagi siapapun yang punya pekerjaan, hidupnya bahagia dan punya karakter kepastian dalam hidupnya kepada orang inilah Yesus datang dan memanggilnnya menjadi pengikutNYA.  Jadi kalau kam merasa belum dipanggil Yesus menjadi pengikutNYA, kemungkinan besar karena kam belum mengerjakan sesuatu, belum bahagia dalam pikirandu dan masih menyimpan keraguan dalam hidupndu.

      

3.   Penderitaan paling besar manusia bukan karena kemiskinan, bukan karena  penyakit, bukan karena (maaf) berkebutuhan khusus, bukan karena tidak cerdas atau bahkan karena kebodohan, tapi karena TIDAK PERCAYA dan TIDAK MENGIKUT YESUS.

4.   Semua yang percaya kepada Yesus dan mau Mengikut Yesus Kristus Tuhan maka mereka menyerahkan hidupnya kepada Yesus.  Dan Tuhan Yesus akan menjaga secara total kehidupan mereka. Artinya tidak ada yang bisa terjadi kepada kehidupan pengikutNya tanpa seijin Tuhan Yesus.  Jadilah pengikut Yesus yang setia, taat dan setia lagi selamanya. Tuhan meguatkan, Tuhan memperlengkapi segala kebutuhan dan keperluan  semua orang yang bersedia jadi PengikutNYA.

 Amin. Bujur Ras mejuah juah kita kerina  

Pt Analgin Ginting

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025