Featured Post

Paradox Leadership: Rekonstruksi Mandat Matius 10:16 di Tengah Hegemoni Sistem Dunia

Gambar
  Pt. Em. Analgin Ginting ​ A. Pendahuluan ​Kita sedang hidup dalam sebuah era yang oleh para pemikir kontemporer disebut sebagai Age of Complexity . Di sini, batasan antara kedaulatan moral dan kepentingan korporasi global menjadi semakin kabur. Kepemimpinan spiritual sering kali terjepit di antara dua kegagalan eksistensial: menjadi relik masa lalu yang tidak lagi relevan karena kebebalan intelektual, atau menjadi sekadar pelumas bagi mesin kapitalisme global karena kompromi moral. Fenomena ini menuntut sebuah diskursus yang lebih dari sekadar retorika mimbar. ​Dunia hari ini tidak lagi hanya dikelola oleh kebijakan negara yang terlihat, melainkan oleh kekuatan teknokrasi dan algoritma moneter yang seringkali berjalan tanpa wajah namun memiliki dampak yang sangat nyata bagi kemanusiaan. Dalam konteks inilah, suara gereja harus bermetamorfosis. Gereja tidak boleh lagi hanya menjadi institusi ritual, melainkan harus menjadi institusi penjaga martabat manusia di hadapan sistem...

Mengelola Perbedaan

Sudah mejadi kenyataan sehari-hari  bahwa kita semua mempunyai perbedaan.  Perbedaan itu sangat nyata dan banyak bentuk bentuk nya. Berbeda secara fisik, berbeda secara social budaya, berbeda dalam keyakinan, berbeda dalam gaya berfikir, dan seterusnya.  Jadi kalau kita memikirkan sebuah tim, maka pastilah anggota tim itu terdiri dari orang orang yang sangat berbeda.  Sehingga timbul lah pertanyaan “perbedaan itu melemahkan atau menguatkan tim?”

Perbedaan seharusnya tidak melemahkan tim.  Perbedaan akan membuat sinergi lebih kuat jika dikelola dengan baik.  Perbedaan akan menjadi kekuatan yang sangat besar untuk mempercepat sasaran tim jika masing masing anggota tim bisa memahami dan saling menerima perbedaan itu.  Perbedaan kalau disadari dan diterima dalam perspektif yang paling dasar, maka niscaya akan berubah menjadi kekuatan.  Namun perbedaan jika hanya dipahami dalam perspektif yang sempit, maka akan menimbulkan kemunduran dalam tim itu. 

Dalam tim yang berfikir lebih dewasa perbedaan itu benar benar sebuah aset dan juga sumber kesenangan dalam bekerja.  Suber photo : https://www.salesforce.com/

Bagaimana caranya agar perbedaan bisa meningkatkan kekuatan tim ? Langkah pertama nya adalah menerapkan paradigma bahwa perbedaan itu adalah asset bukan ancaman.  Mengapa perbedaan sebuah asset ?

1.     Perbedaan karyawan dapat menstimulasi pemikiran untuk menemukan alternatif yang lebih banyak.

2.     Tim yang homogen cenderung memiliki pemikiran yang sama, yang disebut “groupthink”  Dalam grup yang homogen jika ada satu pemikiran, maka itu cenderung disetujui secara bersama sama, sehingga sering sekali mengakibatkan kesalahan yang tidak disadari.

3.     Perbedaan akan membuat felksibilitas yang lebih tinggi.

4.     Perbedaan akan memaksimalkan kontribusi setiap orang meraih sasaran tim.

Oleh sebab itu dengan merenungkan dan menerima pernyataan bahwa perbedaan adalah asset, maka setiap pemimpin haruslah berusaha mengelola perbedaan ini dengan lebih sungguh sungguh. :

1.     Menetapkan sebuah contoh prilaku yang mengapresiasi keragaman

2.     Mendorong rasa hormat bagi perbedaan individual

3.     Mempromosikan pemahaman akan nilai, keyakinan, dan tradisi berbeda

4.     Menjelaskan manfaat keragaman bagi tim

5.     Mendorong dan mendukung orang lain yang berusaha mempromosikan toleransi keragaman

6.     Tidak mendorong stereotype untuk menggambarkan seseorang

7.     Mengidentifikasi bias keyakinan dan harapan dari minoritas

8.     Menantang orang yang embuat komentar berprasangka

9.     Memprotes perlakuan tidak adil yang berdasarkan prasangka

10.  Mengambil tindakan bagi pelanggaran toleransi

Perhatikanlah photo diatas, ada lima orang wanita yang berbeda warna kulit dan warga negara. Mereka digambarkan sebagai wanita wanita yang sangat kuat dalam menumpas kejahatan cyber dalam Film yang berjudul 355.  Film holywood ini baru dirilis pada bulan Januari 2022 di Indonesia.  Sumber photo : https://www.hollywoodreporter.com/

B

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025