Featured Post

MENGUJI DAYA TAHAN EKONOMI INDONESIA:

Gambar
  ​Mengukur Ketahanan Makro di Tengah Guncangan Mikro dan Visi Substitusi Impor ​ Oleh: Ir. Analgin Ginting Jakarta, 5 Juni 2026 ​1. Pendahuluan ​Memasuki pertengahan tahun 2026, lanskap ekonomi Indonesia dihadapkan pada sebuah paradoks besar yang memicu perdebatan sengit di kalangan akademisi dan pengambil kebijakan. Di satu sisi, indikator makro di atas kertas menunjukkan ketahanan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang impresif. Namun di sisi lain, sektor riil dan pasar keuangan domestik memancarkan sinyal darurat. ​Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026 , tekanan eksternal telah menyeret nilai tukar Rupiah menembus batas psikologis baru di kisaran Rp 17.980 hingga Rp 18.036 per Dollar AS , setelah sempat tertekan ke rekor terendah Rp 18.049. Pelemahan nilai tukar yang kronis ini diikuti oleh kondisi Pasar Modal yang "berdarah-darah"; Indeks Harga Saham Ganungan (IHSG) mengalami koreksi tajam ke zona merah karena aksi jual masif ( capital outflow ) oleh investor asin...

Mengelola Dan Mendayagunakan Konflik

Pada bacaan sebelumnya anda sudah baca mengenai perbedaan dan bagaimana cara mengelolanya.  Perbedaan juga menjadi sumber konflik dalam banyak interaksi kita atau saat kita bekerjsa secara tim.  Konflik adalah situasi dimana perasaan tidak enak sudah terjadi karena salah satunya karena perbedaan.

Definisi konflik paling sering dipahami adalah seperti dibawah ini

Ketidaksetujuan atau ketidaksepakatan yang muncul ketika kepentingan dua pihak atau lebih bertentangan dimana untuk memuaskan kepentingan-kepentingan tersebut sumber daya yang dimiliki terbatas, komunikasi antar-pihak lemah, dan sering tidak adanya itikad untuk mencari jalan keluar terbaik

Konflik sangat lumrah terjadi sehingga nyaris tidak bisa dihilangkan dalam kehidupan kita.  Namun jangan risau karena konflik tidak lah untuk dihilangkan, namun untuk dikelola.  Banyak sekali kiat, strategi,  program untuk  mengelola konflik.  Tentu saja salah satu syarat untuk dapat mengelola konflik lebih bijaksana adalah dengan mengetahui asal usul atau faktof factor penyebab konflik itu sendiri.

Sumber photo : https://www.middlemarketcenter.org/


Ada 7 penyebab konflik yang paling kuat yaitu

1.      Kurangnya komunikasi

2.      Keterbatasan sumber daya

3.      Perbedaan kepentingan/tujuan

4.      Perbedaan personal/style individual

5.      Penanganan awal/pendekatan yang tidak tepat

6.      Keorganisasian

7.      Kompetisi/persaingan

Pada kenyataan nya bukan hanya 7 penyebab konflik masih banyak yang lain, misalnya konflik terdahulu yang terselesaikan dengan baik.  Konflik yang belum sempat diselesaikan cenderung tersimpan atau tidak hilang, dan sewaktu waktu bisa kembali muncul jika berinteraksi dengan orang orang yang dulu berkonflik.

Ada 5 strategi mengelola konflik yang secara fleksibel bisa dilakukan sesuai dengan kondisi nya : menghindar, memaksa, akomodasi, kompromi, kolaborasi

Menghindar

Cocok untuk Situasi

·        Bila tidak menguasai apa yang sebenarnya terjadi dan tidak punya cukup waktu untuk mempelajarinya

·        Bila konfrontasi dikhawatirkan akan dapat  merusak hubungan kerja yang harmonis

Memaksa

Cocok untuk Situasi

·        Kondisi darurat, membutuhkan satu keputusan yang jelas dan cepat

·        Hubungan interpersonal bukanlah hal yang esensial

·        Biasanya untuk konflik personal yang berkaitan dengan nilai-nilai yang sulit diubah

Akomodasi

Cocok untuk Situasi

·        Bila harmonisasi hubungan dengan pihak lawan lebih utama

·        Posisi tawar pihak lawan lebih kuat, kemenangan dipihak sendiri secara umum tetap menimbulkan dampak kerugian

·        Untuk kepentingan jangka panjang (kalah dalam pertempuran, tapi menang dalam peperangan)

Kompromi

Cocok untuk Situasi

·        Bila permasalahannya kompleks dan kritikal

·        Kedua belah pihak bersikukuh pada solusi masing-masing

·        Waktu yang tersedia tidak telalu banyak

Kolaborasi

Cocok untuk Situasi

·        Hubungan interpersonal sangat diutamakan

·        Waktu cukup tersedia

·        Posisi tawar tiap pihak adalah berimbang

Banyak strategi untuk mengelola konflik, bahkan dari konflik pun bisa muncul bermacam macam ide kreatif untuk membuat tim kerja lebih produktif.  Konflik dari sisi hubungan antar manusia (human relation) juga sangat menarik untuk direnungkan, bahwa setelah ada konflik dan dikelola, maka hubungan bisa lebih kuat dan tulus.  Banyak sekali contoh contoh yang kita lihat bahwa pada awalnya mereka berkonflik, namun setelah itu mereka bersahabat sangat erat dan tulus.

Komentar