Featured Post

Kesalahan Tak Disadari: Bahaya Berpikir Dangkal dan Pasif bagi Pendeta dan Presbiter

Gambar
  Oleh Pt. Em. Analgin Ginting, M.Min.  ​Dalam dinamika pelayanan gereja, kita sering kali mengukur "kejahatan" atau kesalahan kepemimpinan dari skandal-skandal besar yang tampak di permukaan: korupsi keuangan, penyimpangan moral, atau ajaran sesat. Namun, ada bentuk bahaya lain yang jauh lebih halus, destruktif, dan merayap perlahan merusak tatanan gereja tanpa disadari—yaitu kedangkalan berpikir dan sikap pasif dari para pelayan-Nya (Pendeta dan Presbiter). ​1. Akar Konsep: "Kejahatan Karena Kedangkalan Berpikir" ​Filsuf Hannah Arendt dalam karyanya Eichmann in Jerusalem: A Report on the Banality of Evil (1963) mempopulerkan konsep “the banality of evil” (kebiasaan/kedangkalan kejahatan). Ia menemukan bahwa kerusakan massal sering kali tidak dilakukan oleh sosok monster yang penuh niat jahat ( malice ), melainkan oleh manusia-manusia biasa yang enggan berpikir kritis, apatis, dan mematikan daya refleksinya. ​Dalam konteks gereja, fenomena ini berkelindan de...

Siman Ukuren 20 Mei 2022 Mate i Doni Tubuh i Surga

 Pengantar 

Mathias Berahmana adalah seorang perddtua yang melayani di Rgn Karawaci Tangerang. Dia berprofesi sebagai wartawan yang sangat profesional dan bekerja di Media Indonesia hingga sebagai redaktur senior. Hobby menulis sejak Sekolah Menengah Pertama, dan pada saat sama sama kami sekolah di SMA teruh buluh Kabanjahe tulisannya selalu meninggalkan Majalah Dinding pada saat itu.   

Stetelah Pensiutdn dari Media Indoensia Grup Pt Mathias yang hobi ngelucu dan tertawa ini punya banyak waktu untuk menulis dan melakukan pelayanan yang lain. Nah sejak akhir tahun 2021, beliau menulis semacam refleksi teologis dalam bahasa Karo dengan judul  Siman Ukuren.  

Tulisan ini mengangkat tema dari kejadian yang ditulis di Alkitab baik Perjanjian Baru dan terutama Perjanjian Lama. Ditulis dalam bahasa yang sangat renyah, sehingga begitu kita mulai membaca, tidak bisa berhenti sampai akhir. bahkan ada perasaan perasaan bersalah jika tidak menyelesaikan membaca ini. Hahahahahha. Membaca tulisan "Si Ukuren" membuat kita membaca dalam akan makna terpenting kehidupan ini.  

Namun yang paling istimewa adalah, tulisan ini disajikan dalam Bahasa Karo full. Bukan campur bahasa Karo, apalagi campur sari. Sehingga membaca Siman Ukuren akan terasa sekali nuansa turi turin Karo nya. Bagi generasi muda, membaca Siman Ukuren bisa dijadiken evaluasi seberapa mampu kam berbahasa karo. Maka bacalah, simak lah, dan refleksikan lah semua  tulisan dari pertua yang ganteng ini. Pertua ini ganteng, bahkan paling ganteng di rumahnya. hahahahha.  

Nah hari ini Jumat, 20 Mei 2022 Siman Ukuren lahir dalam bentuk narasi audio. Satu kemajuan dalam mendelivery something yang bagus. Silahkan simak dalam bentuk audio yang diposting di akun youtuber Pt Mathias Brahmana.. Terima kasih.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025