Featured Post

Musuh Yang Kita Hadapi Tidak Selemah Yang Kita Bayangkan

Gambar
  ​ Oleh:  Pt. Em, Analgin Ginting ​Pendahuluan: Paradoks Pengenalan Diri ​Perjalanan spiritualitas manusia sering kali terjebak dalam dikotomi antara yang sakral dan yang profan. Namun, sebuah tesis mendasar yang diangkat oleh Dharma Pongrekun mengingatkan kita pada sebuah kebenaran kuno: mustahil bagi seseorang untuk beriman kepada Tuhan jika ia tidak mengenal dirinya sendiri. Iman tanpa pengenalan diri adalah sebuah fatamorgana intelektual, sebuah bangunan tanpa fondasi yang kokoh. Jika kita tidak memahami siapa subjek yang percaya, maka objek kepercayaan itu pun menjadi kabur dan kehilangan esensinya. ​Dalam konteks teologi klasik, gagasan ini menemukan resonansi terdalamnya dalam pemikiran Yohanes Calvin. Calvin menegaskan bahwa pengetahuan tentang Allah dan pengetahuan tentang diri kita sendiri adalah dua hal yang saling bertaut erat. Seseorang tidak dapat memandang dirinya secara jujur tanpa menyadari kehadiran Sang Pencipta, dan sebaliknya, seseorang tidak dapat mem...

Siman Ukuren 20 Mei 2022 Mate i Doni Tubuh i Surga

 Pengantar 

Mathias Berahmana adalah seorang perddtua yang melayani di Rgn Karawaci Tangerang. Dia berprofesi sebagai wartawan yang sangat profesional dan bekerja di Media Indonesia hingga sebagai redaktur senior. Hobby menulis sejak Sekolah Menengah Pertama, dan pada saat sama sama kami sekolah di SMA teruh buluh Kabanjahe tulisannya selalu meninggalkan Majalah Dinding pada saat itu.   

Stetelah Pensiutdn dari Media Indoensia Grup Pt Mathias yang hobi ngelucu dan tertawa ini punya banyak waktu untuk menulis dan melakukan pelayanan yang lain. Nah sejak akhir tahun 2021, beliau menulis semacam refleksi teologis dalam bahasa Karo dengan judul  Siman Ukuren.  

Tulisan ini mengangkat tema dari kejadian yang ditulis di Alkitab baik Perjanjian Baru dan terutama Perjanjian Lama. Ditulis dalam bahasa yang sangat renyah, sehingga begitu kita mulai membaca, tidak bisa berhenti sampai akhir. bahkan ada perasaan perasaan bersalah jika tidak menyelesaikan membaca ini. Hahahahahha. Membaca tulisan "Si Ukuren" membuat kita membaca dalam akan makna terpenting kehidupan ini.  

Namun yang paling istimewa adalah, tulisan ini disajikan dalam Bahasa Karo full. Bukan campur bahasa Karo, apalagi campur sari. Sehingga membaca Siman Ukuren akan terasa sekali nuansa turi turin Karo nya. Bagi generasi muda, membaca Siman Ukuren bisa dijadiken evaluasi seberapa mampu kam berbahasa karo. Maka bacalah, simak lah, dan refleksikan lah semua  tulisan dari pertua yang ganteng ini. Pertua ini ganteng, bahkan paling ganteng di rumahnya. hahahahha.  

Nah hari ini Jumat, 20 Mei 2022 Siman Ukuren lahir dalam bentuk narasi audio. Satu kemajuan dalam mendelivery something yang bagus. Silahkan simak dalam bentuk audio yang diposting di akun youtuber Pt Mathias Brahmana.. Terima kasih.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025