Featured Post

MENGUJI DAYA TAHAN EKONOMI INDONESIA:

Gambar
  ​Mengukur Ketahanan Makro di Tengah Guncangan Mikro dan Visi Substitusi Impor ​ Oleh: Ir. Analgin Ginting Jakarta, 5 Juni 2026 ​1. Pendahuluan ​Memasuki pertengahan tahun 2026, lanskap ekonomi Indonesia dihadapkan pada sebuah paradoks besar yang memicu perdebatan sengit di kalangan akademisi dan pengambil kebijakan. Di satu sisi, indikator makro di atas kertas menunjukkan ketahanan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang impresif. Namun di sisi lain, sektor riil dan pasar keuangan domestik memancarkan sinyal darurat. ​Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026 , tekanan eksternal telah menyeret nilai tukar Rupiah menembus batas psikologis baru di kisaran Rp 17.980 hingga Rp 18.036 per Dollar AS , setelah sempat tertekan ke rekor terendah Rp 18.049. Pelemahan nilai tukar yang kronis ini diikuti oleh kondisi Pasar Modal yang "berdarah-darah"; Indeks Harga Saham Ganungan (IHSG) mengalami koreksi tajam ke zona merah karena aksi jual masif ( capital outflow ) oleh investor asin...

Menanam Kebaikan

Kalau Anda seorang atasan, yang mempunyai bawahan.  Apa yang paling penting dilakukan oleh bawahan Anda  menurut Anda ?

1.     Bawahan mencapai target target pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya dengan cara apapun.  Pokok e, target kerja harus tercapai.

2.     Bawahan berusaha mencapai target kerja (target pekerjaan nomor 2 setelah kebaikan) tapi harus dengan cara cara yang baik dan jujur sesuai dengan sistem nilai dan budaya perusahaan.

3.     Bawahan mencapai target pekerjaaan (harus mencapai) dengan cara cara yang baik dan jujur dengan mengimplementasikan system nilai dan budaya perusahaan.

Dari ketiga alternatif  diatas, pilihan  mana yang menurut anda harus dilakukan dan dilaksanakan oleh bawahan Anda? Pilihan Anda tentu saja sangat berkaitan dengan sistem  nilai Anda sendiri dan juga perusahaan dimana Anda bekerja. 





Perusahaan yang berorientasi keuntungan semata, pasti akan memilih nomor satu.  Perusahaan yang lebih mengutamakan kebaikan dan kejujuran daripada keuntungan finansial  akan memilih nomor 2 (namun saya duga tidak banyak perusahaan yang seperti ini).  Perusahaan yang menomor satukan keuntungan namun juga mempunyai system nilai dan budaya perusahaan yang  jelas dan baik akan memilihi pilihan nomor 3.

Gampang kah bagi para pemimpin menciptakan system kerja atau etos kerja yang akhirnya melahirkan pilihan  3  diatas ?  Nampaknya sederhana, namun pada kenyataannya akan sulit diciptakan,  Kalau pemimpinnya hanya fokus kepada hasil kerja tanpa mampu menyentuh sisi humanis dari bawahannya ini pasti sulit dilakukan.  Pemimpin yang mampu menciptakan kualitas seperti nomor 3 diatas harus lah pemimpin yang dapat dipercaya dan sekaligus  mampu menciptakan  rasa nyaman dalam diri anak buahnya

Pak Jokowi Menanam Pohon di Gunung Kidul . Sumber photo : Liputan6.com

Ringkasnya pemimpin itu harus lah terlebih dahulu menanam motivasi dan menanam kebaikan dalam diri semua anak buahnya.  Sebab motivasi akan menghasilkan produktivitas kerja dan kebaikan akan menghasilkan kebaikan dalam diri anak buah.  Jadi  produktivitas dan kebaikan yang akan diperoleh bawahan tidak terlepas dari  gaya dan karakter  sang pemimpin yang menjadi atasannya.

Ini lah pertanyaan paling penting. Sudah kah anda menjadi pemimpin yang menanam kebaikan kepada  anak buah Anda? Atau jangan jangan Anda lebih sering tidak puas dan marah kepada anak buah Anda?   Webinar Authentic Leadership akan membuka rahasia ini, sehingga Anda akan terdorong menjadi pemimpin yang menanam kebaikan.

Berbuat baik kepada bumi dimana kita hidup kita lakukan dengan menanam pohon. Berbuat baik kepada perusahaan dan kehidupan,  kita lakukan dengan menanam kebaikan. Segeralah ikuti webinar yang sudah diikuti hampir 300 orang dari seluruh Indonesia, dari semua level dan usia. Terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025