Featured Post

Pemimpin dengan "Iman Golgota": Teguh di Tengah Badai Propaganda Global

Gambar
  Sebuah refleksi dari Khotbah Pdt Masmur Ginting, MTh, pada  Kebaktian Jumat Agung di GBKP Rgn Graha Harapan Bekasi. ​Dunia modern hari ini sedang digerakkan oleh satu komoditas yang lebih berharga daripada minyak atau data: Ketakutan. Dari narasi krisis iklim yang ekstrem hingga ancaman kelangkaan pangan global, penguasa bisnis dan politik sering kali menggunakan scarcity mindset (pola pikir kekurangan) untuk menciptakan ketergantungan. Di tengah hiruk-pikuk propaganda ini, seorang pemimpin spiritual dipanggil untuk berdiri teguh dengan sebuah fondasi yang tak tergoyahkan, yaitu Iman Golgota. Pdt Walder Masmur Ginting, MTh ​Alam dalam Genggaman Sang Logos ​Lukas 23:44 mencatat sebuah peristiwa kosmis yang luar biasa: “Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.” Di saat matahari seharusnya berada pada puncak kekuatannya, alam justru "tunduk" dan merespons penderitaan Kristus. ​Peristiwa ini menegaskan bahwa alam...

Darimana Sumber Roti Itu ?

Ada dua kisah tentang roti yang begitu berkesan bagi saya, yang dituliskan dalam Alkitab.  Satu di perjanjian baru (PB) dan satu lagi di perjanjian lama (PL).  Yang di PB itu kisah yang sangat luar biasa fantastik sebagaimana dituliskan dalam Yohanes 6 : 8-13.  Suatu saat Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang lebih (karena angka 5000 orang ini menurut kebiasaan Yahudi saat itu, yang dihitung hanya kaum laki laki dewasa saja, sedangkan anak anak dan kaum wanita tidak dihitung) dengan 5 roti dan 2 ekor ikan yang dimiliki seorang anak.

Tapi Tuhan Yesus meminta 5 roti dan 2 ekor ikan itu, lalu mengucap syukur kepada bapaNYA di sorga dan membagikan kepada semua orang yang hadir pada saat itu.  Apa hasilnya, semua yang hadir saat itu makan roti dan ikan, dan masih banyak yang tersisa berbakul bakul. Dari mana roti itu datang, kog 5 keping bisa menjadi makanan lebih 5000 orang dan bersisa pula?

Sumber phoro : https://upcsterling.com/

Kisah yang kedua dari perjanjian lama (PL) seperti yang dikisahkan pada 1 Raja Raja 17 : 7 – 24.  Suatu saat Nabi Elia bertemu dengan seorang janda di Sarfat.  Elia lalu meminta air kepada wanita itu,  lalu dia memberikannya kepada Elia.  Tidak berapa lama, Elia lalu meminta juga roti kepada wanita, janda itu.  Apa jawaban janda itu?  Bisa kita simak sama sama seperti tertulis dalam ayat ini

Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati. 1 Raja-raja 17 : 12

Lalu bagaimana kisah selanjutnya apakah mati janda itu bersama anaknya ?  Kita dengar baik bai kapa yang dikatakan penulis Kitab Raja raja ini :

 

17:13 Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.

17:14 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."

17:15 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.

17:16 Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia

Tepung dalam tempayan nya dan minyak dalam buli buli nya (kemungkinan besar minyak dalam buli buli terbuat dari pohon  Zaitun, bukan minyak goreng dari kelapa sawit, hahahaha) tidak habis habis bahkan berkurang pun tidak.  Luar biasa, lalu dari mana sumber tepung nya, dan sumber minyaknya?

Otak logika kita sebagai manusia selalu bertanya tanya dari mana roti itu, darimana ikan itu, dari mana tepung itu, dari mana minyak itu.  Kita berfikir saat pertanyaan pertanyaan logis seperti itu kita temukan jawabannya makai man kita makin kuat.

·       Benarkah, kalau kita mampu menemukan jawab jawban logis dari kejadian kejadian kehidupan ini iman kita akan makin kuat?

·       Atau jangan jangan kalau kita mampu menemukan semua jawaban dari fenomena dan kejadian dalam kehidupan ini maka iman kita kepada Tuhan justru semakin melemah dan turun? Sebab pertanyaan apapun kita sendiri tahu jawabannya.  Bagaimana menurut ndu teman teman ?

Sumber photo : https://dwellingintheword.files.wordpress.com/

Apakah kita perlu mencari jawaban logis dari semua kejadian dari semua mujijat yang ada di dalam kehidupan di dunia ini?

Atau lebih baik kita tidak perlu bertanya, namun hanya mengucap syukur saja kepada Tuhan ?

Sebab …

Pengetahuan akan kebenaran dan ketidak benaran dalam diri manusia terbit setelah manusia memakan buah kayu pengetahuan tentang yang jahat dan yang benar, yang tumbuh di tengah tengah taman Eden.  Pengetahuan  didapat setelah melakukan tindakan yang menentang perintah Tuhan.   Pengetahuan didapat dengan cara jatuh ke dalam dosa ?

Komentar

Otb.silalahi mengatakan…
Luar biasa karya Tuhan Yesus Kristus
Terimakasih Lae,selamat dan sukses selalu
dalam pelayanan dan menjadi berkat bagi orang banyak.

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025