Featured Post

Surat Ukat, Endi-Enta, dan Soteriologi Calvin: Temuan Kontekstual Anugerah dan Perbuatan Baik

Gambar
  Oleh Pt. Em. Analgin Ginting Abstrak ​Artikel ini mengeksplorasi korelasi antara filosofi hidup masyarakat Karo yang terekam dalam konsep Surat Ukat ( Endi-Enta ) dengan soteriologi Calvinis, khususnya mengenai doktrin anugerah Allah ( sola gratia ) dan perbuatan baik sebagai ucapan syukur ( gratitudo ). Melalui pendekatan teologi kontekstual, tulisan ini menunjukkan bahwa kearifan lokal Karo menyediakan gambaran kultural yang tepat untuk memahami keterdahuluan anugerah Allah sebelum tanggung jawab etis manusia. I. Pendahuluan ​Masyarakat Karo memiliki pandangan hidup yang berakar kuat pada pemeliharaan kehidupan dan relasi sosial. Salah satu ekspresi filosofis yang terekam dalam budaya Karo—terutama melalui Surat Ukat (surat ucapan/ungkapan kehendak hati)—adalah dinamika relasional antara Endi (memberi) dan Enta (meminta respon/hasil) [1]. ​Dalam kehidupan sehari-hari, makanan berfungsi sebagai simbol utama pemeliharaan. Orang Karo percaya bahwa Tuhan ( Dibata ) adalah Pemb...

Woooooooww, Seribu (1000) Orang Karo Bernyanyi Virtual

 Virtual Choir 1K (Seribu) Masyarakat Karo se-Dunia

Tayang Premiere 8 Maret 2021, jam 20:30


Mejuah-juah. 

SIRA Community melalui #1KAROBERNYANYI​ mengajak masyarakat suku Karo di seluruh pelosok dunia untuk semakin mencintai negeri Indonesia yang kaya akan alam dan budaya melalui musik dan nyanyian. 

#1KAROBERNYANYI​ diwujudkan dalam video berdurasi 25 menit yang memadukan Virtual Choir dalam aransemen musik nasional dan etnik Karo yang berkualitas.

Masyarakat Karo se-Dunia sebagai sentral dari video ini menyanyikan lagu Nasional Rayuan Pulau Kelapa ciptaan Ismail Marzuki dan lagu legendaris Karo karya Djaga Depari  yaitu Tanah Karo Simalem, Mbuah Page, Nangkih Deleng Sibayak, Mejuah-juah, bersama-sama dengan para Artis Karo yaitu Averiana Barus, Darta Surbakti, Lyodra Ginting, Melita Meliala, Mey Permata Tarigan, Plato Ginting, Siska Ferianita Meliala, Tio Fanta Pinem, diiringi alunan musik serta tarian Karo menciptakan harmoni kidung yang mengingatkan kita akan indahnya Tanah Karo Simalem. 

Tokoh Karo yaitu Abetnego Panca Putra Tarigan, S.E., MSi., Kolonel Inf. Agustatius Sitepu, S.Sos., MSi., Prof. Dr. Budi Anna Keliat, SKp., MAppSc., Drs. Makmur Keliat, Ph.D, Agita Mahlika Bangun, menitipkan pesan estafet kepada seluruh Masyarakat Karo dan juga generasi penerusnya untuk tetap mempertahankan budaya sebagai sebuah karya yang dititipkan Tuhan untuk terus dijaga dan dikembangkan. Masyarakat Karo harus semakin maju dan berperan di dalam membangun negeri Indonesia, bahkan membangun Dunia Global. 


Terwujudnya video ini tidak lepas dari dukungan semua Sponsor yang dengan luar biasa mendukung acara ini, Panitia yang bekerja keras demi terwujudnya video ini walau dengan segala kekurangan dan ketidaksempurnaannya, serta seluruh pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu yang selalu menjadi penyemangat untuk menjadikan video ini sebuah titik sejarah di dalam kehidupan Masyarakat Karo. Terlebih untuk ide dan kreativitas dari Tuhan Yang Maha Esa yang selalu menyertai perjalanan terciptanya video ini. 



Video ini ditayangkan secara online melalui platform Youtube untuk dapat dinikmati seluruh penonton, terutama masyarakat Karo di seluruh penjuru dunia. 

#1KAROBERNYANYI​ adalah manifestasi dari cinta Budaya Karo, cinta Indonesia.

Maju terus masyarakat Karo.

#1KAROBERNYANYI​ #1karobernyanyi​ #seribukaro​ #seribu​ #1k​ #siracommunity​ #sira​ #community​ #komunitas​ #karo​ #karonese​ #komunitaskaro​ #musik​

Find us:

Youtube SIRA Community

https://www.youtube.com/channel/UCWiS...​


Instagram sira.community

https://www.instagram.com/sira.commun...​


Facebook SIRA Community

https://www.facebook.com/sira.comunity/


Please share, like and subscribe.

Komentar

Unknown mengatakan…
Keren...

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025