Featured Post

Catatan Tambahan PJJ Januari 2026

Gambar
Galatia 3:26–29 Catatan Tambahan  PJJ  24 - 31 Januari 2026.docx None Thema :  Satu Dalam Kristus  A. Pendahuluan (Teologis-Konseptual) Surat Galatia ditulis Rasul Paulus dalam konteks gereja yang retak oleh perbedaan identitas: etnis, status sosial, dan tradisi keagamaan. Jemaat Galatia mulai terjebak pada pemahaman bahwa keselamatan dan status rohani ditentukan oleh identitas lahiriah, terutama hukum Taurat dan garis keturunan. Galatia 3:26–29 hadir sebagai pernyataan teologis radikal: identitas orang percaya tidak lagi ditentukan oleh asal-usul, status sosial, atau jenis kelamin, melainkan oleh iman kepada Yesus Kristus. Nas ini bukan hanya ajaran moral tentang toleransi, melainkan fondasi eklesiologi (hakikat gereja) dan antropologi teologis (siapa manusia di hadapan Allah). B. Fakta Teks (Biblical Facts) Status baru orang percaya Paulus menegaskan: “kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Kristus Yesus.” → Status “anak Allah” bukan warisan biologi...

FILOSOPI KOPI TUBRUK

Kopi tubruk pastinya sudah tak asing lagi di telinga para pecinta kopi. Pembuatan kopi tubruk cukup mudah, cukup dengan mencampurkan bubuk kopi dengan air panas, lalu diaduk.

Di Timur Tengah, kopi tubruk dikenal dengan nama mud coffee. Lantas mengapa disebut mud coffee (kopi lumpur)? Karena jika sudah dihidangkan, kopi tersebut tidak diaduk lagi atau didiamkan saja, maka lama-kelamaan endapan ampas kopi yang terlihat seperti lumpur akan terbentuk di dasar cangkir. Sehingga pada akhirnya Anda bisa menikmati secangkir kopi hitam yang jernih tanpa ampas.

Sumber : Otten Coffe

Lalu apa hubungan antara kopi lumpur dengan kehidupan kita? Selama hidup, manusia tidak akan luput dari beban pikiran, seperti masalah kesehatan, keluarga, keuangan, karir, masa depan, pelayanan, dan sebagainya. 

Setiap orang memiliki kebiasaan masing-masing dalam mengolah beban pikiran. Ada yang suka berkutat memikirkannya sendiri, ada yang suka sharing dengan teman untuk mengumpulkan masukan sebanyak-banyaknya, dan ada juga yang suka mengekspos di media sosial untuk mencari perhatian. 

Kebiasaan seperti ini tanpa kita sadari seperti terus mengaduk kopi tubruk, alhasil pikiran kita tidak pernah jernih. Mazmur 62 berulang kali menyebut bahwa hanya dekat Allah saja kiranya kita tenang. 

Saat kita tenang, pikiran kita akan menjadi lebih jernih sehingga keputusan yang diambil bisa lebih baik. Ketika pikiran Anda sedang penuh dan penat, datanglah pada Yesus (Mazmur 62:8). 

Berhentilah terus mengaduk dan memperkeruh pikiran Anda sendiri. Datang di kaki Tuhan, dan Ia akan memberikan Anda ketenangan dan hikmat untuk menyelesaikan segala masalah dan tantangan. (EV)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025