Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 12 - 18 April 2026

Gambar
​ Tema: Harta-Harta Roh (Erta-Erta Pertendin) Nas: 2 Korintus 4:7-12 ​I. Pendahuluan ​Kehidupan manusia sering kali diukur dari apa yang terlihat di luar—kekayaan materi, jabatan, atau kekuatan fisik. Namun, Rasul Paulus menghadirkan paradoks yang tajam: kemuliaan Tuhan yang tidak terbatas justru diletakkan di dalam wadah yang sangat terbatas dan rapuh. Sebagai jemaat, kita dipanggil untuk memahami bahwa kerapuhan kita bukanlah penghalang bagi kuasa Tuhan, melainkan saluran bagi pernyataan kuasa-Nya. ​II. Fakta Teks & Makna Teologis Harta dalam Bejana Tanah Liat (Ayat 7) ​ Teologis: "Bejana tanah liat" menggambarkan kemanusiaan kita yang fana, lemah, dan mudah pecah. Namun, di dalamnya terdapat "harta" yaitu Injil dan kemuliaan Kristus. ​ Tujuannya: Supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah itu murni berasal dari Allah, bukan hasil usaha atau kehebatan manusia. ​ Ketahanan dalam Penderitaan (Ayat 8-9) ​Paulus mencatat empat kontras: ​Ditindas na...

FILOSOPI KOPI TUBRUK

Kopi tubruk pastinya sudah tak asing lagi di telinga para pecinta kopi. Pembuatan kopi tubruk cukup mudah, cukup dengan mencampurkan bubuk kopi dengan air panas, lalu diaduk.

Di Timur Tengah, kopi tubruk dikenal dengan nama mud coffee. Lantas mengapa disebut mud coffee (kopi lumpur)? Karena jika sudah dihidangkan, kopi tersebut tidak diaduk lagi atau didiamkan saja, maka lama-kelamaan endapan ampas kopi yang terlihat seperti lumpur akan terbentuk di dasar cangkir. Sehingga pada akhirnya Anda bisa menikmati secangkir kopi hitam yang jernih tanpa ampas.

Sumber : Otten Coffe

Lalu apa hubungan antara kopi lumpur dengan kehidupan kita? Selama hidup, manusia tidak akan luput dari beban pikiran, seperti masalah kesehatan, keluarga, keuangan, karir, masa depan, pelayanan, dan sebagainya. 

Setiap orang memiliki kebiasaan masing-masing dalam mengolah beban pikiran. Ada yang suka berkutat memikirkannya sendiri, ada yang suka sharing dengan teman untuk mengumpulkan masukan sebanyak-banyaknya, dan ada juga yang suka mengekspos di media sosial untuk mencari perhatian. 

Kebiasaan seperti ini tanpa kita sadari seperti terus mengaduk kopi tubruk, alhasil pikiran kita tidak pernah jernih. Mazmur 62 berulang kali menyebut bahwa hanya dekat Allah saja kiranya kita tenang. 

Saat kita tenang, pikiran kita akan menjadi lebih jernih sehingga keputusan yang diambil bisa lebih baik. Ketika pikiran Anda sedang penuh dan penat, datanglah pada Yesus (Mazmur 62:8). 

Berhentilah terus mengaduk dan memperkeruh pikiran Anda sendiri. Datang di kaki Tuhan, dan Ia akan memberikan Anda ketenangan dan hikmat untuk menyelesaikan segala masalah dan tantangan. (EV)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025