Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 20 – 27 September 2026

Gambar
 ​ Tema: Berpengharapan Maka Diabadikan ( Erpengarapan Maka Ikelini ) Sub-Tema: Mengenal Tuhan Adalah Buah Dari Berpengharapan Nats Alkitab: Roma 8 : 18 – 25 ​ “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.   Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.   Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.   Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.   Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pe...

FILOSOPI KOPI TUBRUK

Kopi tubruk pastinya sudah tak asing lagi di telinga para pecinta kopi. Pembuatan kopi tubruk cukup mudah, cukup dengan mencampurkan bubuk kopi dengan air panas, lalu diaduk.

Di Timur Tengah, kopi tubruk dikenal dengan nama mud coffee. Lantas mengapa disebut mud coffee (kopi lumpur)? Karena jika sudah dihidangkan, kopi tersebut tidak diaduk lagi atau didiamkan saja, maka lama-kelamaan endapan ampas kopi yang terlihat seperti lumpur akan terbentuk di dasar cangkir. Sehingga pada akhirnya Anda bisa menikmati secangkir kopi hitam yang jernih tanpa ampas.

Sumber : Otten Coffe

Lalu apa hubungan antara kopi lumpur dengan kehidupan kita? Selama hidup, manusia tidak akan luput dari beban pikiran, seperti masalah kesehatan, keluarga, keuangan, karir, masa depan, pelayanan, dan sebagainya. 

Setiap orang memiliki kebiasaan masing-masing dalam mengolah beban pikiran. Ada yang suka berkutat memikirkannya sendiri, ada yang suka sharing dengan teman untuk mengumpulkan masukan sebanyak-banyaknya, dan ada juga yang suka mengekspos di media sosial untuk mencari perhatian. 

Kebiasaan seperti ini tanpa kita sadari seperti terus mengaduk kopi tubruk, alhasil pikiran kita tidak pernah jernih. Mazmur 62 berulang kali menyebut bahwa hanya dekat Allah saja kiranya kita tenang. 

Saat kita tenang, pikiran kita akan menjadi lebih jernih sehingga keputusan yang diambil bisa lebih baik. Ketika pikiran Anda sedang penuh dan penat, datanglah pada Yesus (Mazmur 62:8). 

Berhentilah terus mengaduk dan memperkeruh pikiran Anda sendiri. Datang di kaki Tuhan, dan Ia akan memberikan Anda ketenangan dan hikmat untuk menyelesaikan segala masalah dan tantangan. (EV)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026