Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 30 Agustus - 5 September 2026

Gambar
  Tema: Memilih Kata yang Bijak (Make Kata Si Payo) ​Bacaan Utama: Titus 2:1–8 ​1. Pendahuluan ​Lidah dan kata-kata memiliki daya pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia—dapat membangun persekutuan atau justru menghancurkan kepercayaan. ​Rasul Paulus memberikan instruksi krusial kepada Titus agar setiap pemberitaan dan pengajaran jemaat senantiasa berakar pada ajaran yang sehat . ​2. Fakta Realitas Kehidupan ​Dalam realitas sehari-hari, ucapan yang ceroboh, fitnah, atau perkataan tanpa kendali sering kali menjadi batu sandungan dalam keluarga dan masyarakat. ​Dunia luar senantiasa mengamati konsistensi antara apa yang diucapkan oleh orang percaya dengan realitas karakter keseharian mereka di tengah dunia. ​3. Arti dan Makna Teologis ​Kata-kata sangat penting dalam memuliakan Tuhan, oleh sebab itu Paulus menekankan kemampuan memilih kata-kata yang bijak dalam pengajaran. ​Kata-kata harus sejalan dengan perbuatan, kebiasaan, dan tabiat; orang yang mampu...

FILOSOPI KOPI TUBRUK

Kopi tubruk pastinya sudah tak asing lagi di telinga para pecinta kopi. Pembuatan kopi tubruk cukup mudah, cukup dengan mencampurkan bubuk kopi dengan air panas, lalu diaduk.

Di Timur Tengah, kopi tubruk dikenal dengan nama mud coffee. Lantas mengapa disebut mud coffee (kopi lumpur)? Karena jika sudah dihidangkan, kopi tersebut tidak diaduk lagi atau didiamkan saja, maka lama-kelamaan endapan ampas kopi yang terlihat seperti lumpur akan terbentuk di dasar cangkir. Sehingga pada akhirnya Anda bisa menikmati secangkir kopi hitam yang jernih tanpa ampas.

Sumber : Otten Coffe

Lalu apa hubungan antara kopi lumpur dengan kehidupan kita? Selama hidup, manusia tidak akan luput dari beban pikiran, seperti masalah kesehatan, keluarga, keuangan, karir, masa depan, pelayanan, dan sebagainya. 

Setiap orang memiliki kebiasaan masing-masing dalam mengolah beban pikiran. Ada yang suka berkutat memikirkannya sendiri, ada yang suka sharing dengan teman untuk mengumpulkan masukan sebanyak-banyaknya, dan ada juga yang suka mengekspos di media sosial untuk mencari perhatian. 

Kebiasaan seperti ini tanpa kita sadari seperti terus mengaduk kopi tubruk, alhasil pikiran kita tidak pernah jernih. Mazmur 62 berulang kali menyebut bahwa hanya dekat Allah saja kiranya kita tenang. 

Saat kita tenang, pikiran kita akan menjadi lebih jernih sehingga keputusan yang diambil bisa lebih baik. Ketika pikiran Anda sedang penuh dan penat, datanglah pada Yesus (Mazmur 62:8). 

Berhentilah terus mengaduk dan memperkeruh pikiran Anda sendiri. Datang di kaki Tuhan, dan Ia akan memberikan Anda ketenangan dan hikmat untuk menyelesaikan segala masalah dan tantangan. (EV)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026