Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)

Gambar
  ​ Tema: Pengetahuan Yang Lengkap Dan Berguna ( Pemeteh si kuh dingen serta ) Teks Alkitab: 1 Korintus 13:11 – 12 ​ "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal." ​ Pendahuluan ​Pertumbuhan adalah keniscayaan dalam tatanan ciptaan Allah. Sebagaimana seorang anak secara fisik dan mental mengalami fase perkembangan dari tutur kata, perasaan, hingga pola pikir sederhana menuju kedewasaan, demikian pula manusia dipanggil untuk mengalami pembaharuan budi dan iman secara berkesinambungan. Ketidakmampuan atau keengganan untuk bertumbuh merupakan sebuah anomali spi...

FILOSOPI KOPI TUBRUK

Kopi tubruk pastinya sudah tak asing lagi di telinga para pecinta kopi. Pembuatan kopi tubruk cukup mudah, cukup dengan mencampurkan bubuk kopi dengan air panas, lalu diaduk.

Di Timur Tengah, kopi tubruk dikenal dengan nama mud coffee. Lantas mengapa disebut mud coffee (kopi lumpur)? Karena jika sudah dihidangkan, kopi tersebut tidak diaduk lagi atau didiamkan saja, maka lama-kelamaan endapan ampas kopi yang terlihat seperti lumpur akan terbentuk di dasar cangkir. Sehingga pada akhirnya Anda bisa menikmati secangkir kopi hitam yang jernih tanpa ampas.

Sumber : Otten Coffe

Lalu apa hubungan antara kopi lumpur dengan kehidupan kita? Selama hidup, manusia tidak akan luput dari beban pikiran, seperti masalah kesehatan, keluarga, keuangan, karir, masa depan, pelayanan, dan sebagainya. 

Setiap orang memiliki kebiasaan masing-masing dalam mengolah beban pikiran. Ada yang suka berkutat memikirkannya sendiri, ada yang suka sharing dengan teman untuk mengumpulkan masukan sebanyak-banyaknya, dan ada juga yang suka mengekspos di media sosial untuk mencari perhatian. 

Kebiasaan seperti ini tanpa kita sadari seperti terus mengaduk kopi tubruk, alhasil pikiran kita tidak pernah jernih. Mazmur 62 berulang kali menyebut bahwa hanya dekat Allah saja kiranya kita tenang. 

Saat kita tenang, pikiran kita akan menjadi lebih jernih sehingga keputusan yang diambil bisa lebih baik. Ketika pikiran Anda sedang penuh dan penat, datanglah pada Yesus (Mazmur 62:8). 

Berhentilah terus mengaduk dan memperkeruh pikiran Anda sendiri. Datang di kaki Tuhan, dan Ia akan memberikan Anda ketenangan dan hikmat untuk menyelesaikan segala masalah dan tantangan. (EV)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)