Featured Post

Refleksi 136 Tahun Perjalanan GBKP.

Gambar
  Soli Deo Gloria: Manifestasi Etos Calvinis dalam Narasi Pelayanan Pdt. Mea Br Purba, S.Th., M.M. Oleh Pt. Em Analgin Ginting, M.Min. ​ Pendahuluan ​Dalam tradisi teologi Reformed yang dipelopori oleh John Calvin, konsep Providentia Dei (Pemeliharaan Allah) dan Vocatio (Panggilan) bukanlah sekadar doktrin di atas kertas, melainkan sebuah gaya hidup. Salah satu potret hidup yang mencerminkan etos ini secara nyata dalam lingkup Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) adalah Pdt. Mea Br Purba, S.Th., M.M. Kehidupan pelayanannya memberikan bukti empiris bagaimana seorang pelayan Tuhan mampu menyeimbangkan ketaatan mutlak kepada kehendak ilahi dengan integritas keluarga yang harmonis. ​ Providensia dan Ketaatan Tanpa Syarat ​Perjalanan Pdt. Mea dari Binjai ke tanah Jawa pada sekitar tahun 2012/2013 merupakan sebuah peristiwa yang dalam kacamata Calvinis disebut sebagai "Aturan Ilahi yang Tidak Terlihat." Tanpa ambisi pribadi untuk mengejar posisi di pusat kota besar seperti Jaka...

SABTU PENGHARAPAN - 1 PETRUS 4:6


 

Di tengah realitas kematian Yesus di atas kayu salib yang semula dianggap oleh para murid dan musuh-musuh-Nya bahwa karya Kristus telah berakhir, justru Surat 1 Petrus 4:6 mempersaksikan karya Kristus yang semakin meluas dan menembus dunia orang mati. Surat 1 Petrus 4:6 mempersaksikan: “Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah.” Kematian Kristus tidak meniadakan atau menghentikan karya keselamatan Allah dalam kehidupan umat manusia, bahkan mampu menjangkau manusia yang telah meninggal dan berada dalam dunia orang mati. Masa transisi antara peristiwa Jumat Agung dan peristiwa Paskah bukanlah masa transisi yang pasif. Di antara kedua momen kematian dan kebangkitan Kristus, sebab Roh Kristus masuk ke dalam penjara maut, yaitu dunia orang matil.

Surat 1 Petrus 4:6 merupakan bagian dari 1 Petrus 3:19 yang berkata: “dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara.” Kesaksian 1 Petrus 3:19 tersebut menunjuk pada aktivitas Kristus dalam dunia Roh. Sebagaimana Kristus telah hidup dalam dunia Roh, dia juga akan melakukan sesuatu dalam dunia Roh. Saat Yesus wafat, Roh-Nya tidak berdiam diri tanpa karya keselamatan dan penebusan. Sebaliknya Roh Kristus menyatakan karya keselamatan Allah dengan membebaskan roh-roh yang pada zaman Nuh tidak taat kepada Allah (1Petr. 3:20). Karya keselamatan Kristus tidak hanya melingkupi dimensi waktu kini dan mendatang, namun juga dimensi masa lampau. Dalam keheningan Sabtu Pengharapan, Kristus memberitakan kabar baik, yaitu Injil sehingga umat yang telah terpenjarakan oleh kuasa dosa dan hukuman Allah diselamatkan.

Karya keselamatan Allah di dalam Kristus merangkum seluruh sejarah dan kehidupan kita manusia. Dengan demikian dalam keheningan Sabtu Pengharapan, kita merayakan karya keselamatan Allah di dalam Kristus yang menembus dimensi waktu dan sejarah kehidupan umat manusia. Keheningan Sabtu Pengharapan mengandung keyakinan dan kepastian keselamatan Allah yang berkarya melampaui akal dan pengertian manusia, sehingga karya penebusan Kristus merangkum seluruh eksistensi kita manusia sepanjang abad tanpa terkecuali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025