Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 01 - 07 Februari 2026

Gambar
  T erimalah Sahabatmu (Alokenlah Temanndu) Roma 15:7–13 Nas Utama Roma 15:7–13 (TB) “Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.” (Rm. 15:7) Pendahuluan Hidup manusia tidak pernah berdiri sendiri. Sejak awal penciptaan, Allah merancang manusia sebagai makhluk relasional. Karena itu, iman Kristen tidak hanya berbicara tentang hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga hubungan horizontal dengan sesama. Roma 15:7–13 menegaskan bahwa menerima sahabat—bahkan yang berbeda latar belakang, karakter, dan pandangan—bukanlah pilihan etis belaka, melainkan ekspresi iman yang sejati kepada Kristus. Fakta Teks (Roma 15:7–13) Rasul Paulus menasihati jemaat Roma yang terdiri dari orang Yahudi dan non-Yahudi. Terjadi ketegangan sosial, kultural, dan religius dalam jemaat. Kristus dipahami sebagai pelayan (διάκονος) yang menggenapi janji Allah kepada Israel. Keselamatan tidak eksklusif bagi satu bangsa, tetapi terbuk...

BILA JALAN TOL MEDAN-BERASTAGI DIBANGUN.

 


Tahukah kita, di Amerika Serikat, pembangunan jalan bebas hambatan antar negara bagian (Interstate Highways) bukanlah menjadi kunci utama perkembangan sektor perkotaan di Amerika Serikat. Jauh sebelum moda transportasi jalan raya berkembang, sistem perkeretaapian menjadi kunci perkembangan sektor perkotaan di Amerika Serikat sejak pertengahan abad ke-18. Sistem rel kereta api di Amerika Serikat menghubungkan sebagian besar wilayah Amerika Serikat. Kota-kota besar seperti Chicago, Detroit, dan Atlanta adalah contoh kota-kota yang berkembang pesat akibat adanya prasarana rel kereta api.

Latar belakang ini diperlukan sebagai pertimbangan bagi Pemerintah. mengingat pembangunan jalan bebas hambatan selain memiliki sisi positifnya, ternyata memiliki dampak negatif.

Penggunaan lahan yang sangat luas dan secara langsung akan berdampak pada tata ruang lahan pertanian secara keseluruhan yang dilewati oleh pembangunan jalan tersebut. Termasuk memotong alur sungai, saluran irigasi. Sebab pembangunan jalan tol akan selalu diikuti dengan perkembangan pembukaan Kawasan pemukiman dan industri baru yang secara langsung juga akan mengurangi luas pertanian dan resapan air. Bisa dibayangkan, saat ini di beberapa titik kota medan mengalami banjir ketika curah hujan tinggi.

Dengan kata lain, Berastagi yakni Tanah Karo yang terkenal dengan luasnya lahan hijau akan semakin bekurang karena pembangunan tersebut. Sebagai Milenial Tanah Karo, saya sangat berharap untuk mempertimbangkan lagi perencanaan pembangunan ini. Pemerintah sudah sepantasnya menyadari potensi wisata, pertanian dan perternakan yang dimiliki Tanah Karo. Hanya saja, dampak seperti kerusakan lingkungan, gangguan terhadap swasembada pangan dan proses pemiskinan yang massif, harus dianalisa lebih cermat.

Namun bila pembangunan ini tidak dapat terhindarkan, saya sebagai Milenial Karo hanya berharap; Pertama, pembangunan jalan tol tidak menggunakan lahan pertanian warga. Meningat sektor pertanian menjadi penopang bagi warga yang hidup di sepanjang jalan Medan-Berastagi. Sekaligus pula menjadi penopang ekonomi negara. Sangat disayangkan bila Pemerintah tidak memperhatikan hal ini. Kedua, apabila hal ini berlangsung segerlah diberikan sosialisasi dengan pemetaan yang cermat. Sehingga pembangunan ini tidak memotong jalur irigasi vital yang akan mengganggu system irigasi pertanian. Ketiga, pembangunan jalan tol juga diharapkan bisa disinergikan dengan seluruh sistem agribisnis di sepanjang jalan tersebut. Dengan demikian kita berharap pembangunan jalan tol justru akan mengangkat potensi sektor pertanian di pedesaan sepanjang jalan baru tersebut. Terakhir, bagi pengembang atau investor yang membangun jalan tol juga diharapkan agar memperhatikan nasib para pemilik warung makan atau pengusaha lainnya yang membuka usaha di sepanjang jalur yang terkena dampak keberadaan jalan itu dengan dibangun rest area di sekitar titik lelah. Pengusaha warung makan yang terkena imbas pembangunan jalan tol agar diberi prioritas untuk menempati rest area tersebut tanpa kompensasi yang memberatkan. Hal ini semata-mata untuk membantu mereka yang usahanya kolaps akibat dampak pembangunan jalan tol.

Sebagai penutup, seorang Milenial Karo seperti saya meyakini perkembangan ekonomi yang pesat pasti akan terjadi. Bila pembangunan jalan tol ini diberlangsungkan dengan segera. Hanya, besar harapan agar semua perencanaan ini dikelola dengan baik dan tidak hanya untuk kepentingan investor dan kelompok tertentu saja Diharapkan industri jalan tol juga bisa menjadi salah satu alternatif perluasan lapangan kerja pula, bagi penduduk setempat. Tanpa menyampingkan masalah lingkungan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025