Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 20 – 27 September 2026

Gambar
 ​ Tema: Berpengharapan Maka Diabadikan ( Erpengarapan Maka Ikelini ) Sub-Tema: Mengenal Tuhan Adalah Buah Dari Berpengharapan Nats Alkitab: Roma 8 : 18 – 25 ​ “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.   Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.   Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.   Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.   Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pe...

Catatan Tambahan PA Moria Tanggal 11 – 17 april 2021

 

Bahan Penelaahan  : Hosea 11 : 1-4

Thema : Anak Kekelengenku

Hosea 11 : 1 – 4

11:1     Nina TUHAN , Tupung Israel danak-danak denga ngena kal ateKu ia. E maka Kudilo ia i Mesir nari, bali ras anakKu si dilaki.

11:2     Tapi reh katepna ia Kulebuhi, reh dauhna ia nilah i bas Aku nari. BangsangKu nembah man Baal selaku dibatana itutungna kumenen man berhala-berhala

11:3     Situhuna si ngajari Israel erdalan, e me Aku, dingen Aku ka nge si ngangkip-ngangkip bangsangKu. Tapi la kepeken iakuina maka Aku nge si ngarak-ngarak ia.

11:4     Salu lias ate dingen kekelengen ia Kutegu-tegu, Kuangkip, jenari Kupedeher ia ku pipingKu Tungkuk Aku, jenari Kusulangi ia.

 Fakta

1.     Tuhan ngerana arah Nabi Hosea. Ipesehna uga keleng ate TUHAN nandangi Bangsa pilihenna Israel.  IIbaratkenna Bangsa Israel selaku  anak sinikelengi Bapana. Tupung Israel danak danak denga (masa proses pembentukan Israel selaku sada bangsa ) ngena kal ateKU ia, emaka kudilo ia I Mesir nari, bali ras anak KU si dilaki.

2.     Tapi kekelengen Tuhan e kepeken la ieteh ras la isadari anakna e. Emaka reh nina reh usurna ilebuh erdauhna ia.  Bahkan Bangsa Israel (anak na e) lanai mbegiken kata bapana . Bangsa pilihenna e nembah man  Baal

3.     Meskipun demikain TUHAN ALLAH tetap memperhatikan Israel selaku anak yang selamanya akan disayangi bapanya.  Ada kalimat yang sangat menyentuh sebagai ungkapan kasih sayang bapa sam anaknya, salu lias ate dingen kekelengen ku tegu tegu ia

sumber photo : https://www.neverthirsty.org/bible-studies/book-of-hosea/

Arti Dan Makna.

1.     Tuhan sangat menyayangi bangsa pilihanNYA, dan TUhan tahu bagaimana membahasakan kasih sayangnya dan bagaimana menyayangiNYA. 

2.     TUHAN mempunyai ruang hati yang sangat luas dalam menyayangi bangsanya sehingga mampu mempertahankan kasih sayangNYA sekalipun anak anak NYA itu melakukan perbuatan yang paling kotor dan keji, seperti menyembah BAAL dengan membakar kemenyan dan seluruh ritualNYA.  Suara Tuhan melalui Nabi Hosea ini adalah bukti bahwa kasih sayang TUHAN kepada manusia tidak lah ditentukan oleh perbuatan manusia itu kepada Dia.  Jadi bukan karena perbuatan dan prilaku moria yang membuat Tuhan menyayangi dan mengasihi moria.  TUhan mengasihi moria, dan semua orang  karena TUHAN memang mengasihinya. Tanpa syarat dan tanpa sebab. 

3.     Kasih sayang TUHAN kepada bangsa pilihanNya dan orang pilihanNYA sekali dan untuk selamanya.  Kasih sayang Tuhan tidak lah kasih sayang dari luar ke dalam, namun kasih sayang dari dalam ke luar.  Dari dalam diriNYA kepada semua manusia.  Seperti bapa kepada anaknya.  Apapun yang diperlakukan anak, tetap disayangi bapa.  Sebab anak dan bapa.

 

Pengkenaina.

Dalam analogi cinta kepada anak, maka seorang ibu lebih mampu mengungkapkan dan mempraktekkan kasih sayangnya kepada anaknya.   Moria haruslah mampu menghadirkan kasih sayang kepada anaknya, dan menyayingi anaknya sampai si anak merasakan seluruh kebaikan TUHAN. Tidak hanya kepada anak, namun juga kepada suami.  Moria adalah TUHAN yang dilihat, didengar disentuh dan dirasakan oleh semua anggota keluarganya, dan oleh semua teman teman dan kade kadena.  Saat berinteraksi dengan moria, maka mereka merasakan bertemu dengan TUHAN.  

Kelanjutan dari percaya kepada TUHAN, setiap orang harus bisa mempraktekkan kasih sayang TUHAN.  Jangan ada lagi moria yang tidak mengenal TUHAN.  Dan tidak ada lagi moria yang tidak mampu memerankan kasih sayang TUHAN.  Itulah yang dimaksud dan ingin dituju oleh thema bahwa setiap orang yang berinteraksi dengan moria, secara tulus dan spontan merasakan kemalemen ate. Sebab semua orang itu mendengar suara hati, suara batin moria itu “Anakku Kekelngenku” Amin

Bujur ras mejuah juah kita kerina

Pt. Analgin Ginting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026