Featured Post

​Catatan Tambahan PJJ 28 Juni – 4 Juli 2026

Gambar
 ​ Bahan: Amos 5 : 21 - 24 Thema: Kejujuran Ibarat Aliran Sungai Besar ( Kebujuren Desken Lau Mbelin ) ​"Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir." ​ Pendahuluan ​Kitab Amos ditulis oleh seorang peternak dan pemetik buah ara dari Tekoa yang dipanggil Tuhan untuk bernubuat bagi Kerajaan Utara (Israel) pada masa pemerintahan Raja Jerobeam II. Pada masa itu, Israel mengalami kejayaan ekonomi, stabilitas politik, dan kemakmuran yang luar biasa. Namun, di balik kemegahan lahiriah tersebut, terjadi pembusukan moral, penindasan terhadap kaum lemah, mani...

Catatan Tambahan PA Moria 25 Arpil - 1 Mei 2021

 

Thema     :  Ngajarken Kearusen Nggeluh

Bahan Penelaahan  : Kuankuanen 22 : 6; 17-21

  

22:6       Ajarkenlah man anak uga kearusen nggeluh, maka ikutkenna asa umurna nggeluh

 

22:17     Dengkehkenlah, maka kuajarken man bandu perkatan kalak pentar. Perdiatekenlah,

22:18     gelah meriah ukurndu kune banci ingetndu dingen banci melaskenca saja pe.

22:19      Sura-surangku gelah kam tek man TUHAN , e me sabapna maka genduari ateku pebetehken ajaren-ajaren enda man bandu.

22:20      Telu puluh pertenget enggo kusuratken man bandu, pertenget si isina kepentaren dingen ajar si mehuli,

22:21      janah ngajarken man bandu kai si benar. Dage, adi kam isuruh pelajarisa, ietehndu me uga njabap alu payo

Fakta

1.    Sebuah perintah yang sangat tegas dan simple oleh penulis Kitab Kuankuanen tentang ngajar anak anak.  Ikatakenna “ajarkenlah man anak uga kearusen nggeluh”

2.     Penulis kitab pe mbereken inti pengajaran emekap gelah anak anak Tek Man Tuhan.  Dan ajaran untuk Percaya Kepada Tuhan itu dimulai pada usia anak anak.

3.   Juga diinfokan dalam Nas ini bagaimana metoda belajar yaitu “dengkehken ras perdiateken"  (dengarkan dan perhatikan) sehngga bisa mengingat dan menyebutkan kembal

Sumbre Photo : https://id.pinterest.com/

Makna 

1.  Ada tugas yang paling penting yang harus diemban oleh setiap orang tua, (setiap moria, setiap mamre) yaitu mengajarkan kepada anak nya supaya percaya kepada TUHAN.  Jadi pengajaran itu tidak diukur berapa kali harus mengajarkannya, tetapi sampai anak anak PERCAYA KEPADA TUHAN. Ini adalah pengajaran yang tidak ada hentinya.  

2.  Saat mengajarkannya, maka orang tua pun harus bisa menciptakan suasana belajar mengajar yang paling baik, supaya sia anak mau mendengarkan dengan serius dan memperhatikan dengan sungguh sungguh.  Tidak asal asalan, tidak asal enggo, tapi suasana harus serius dan sungguh sungguh.  Ujung dari pengajaran itu, sia anak harus mampu mengingat dan sanggup mengucapkannya melalui  mulut nya sendiri.

3.  Ditekankan bahwa Inti Pengajaran itu adalah PERCAYA KEPADA TUHAN.  Percaya kepada Yesus Kristus adalah TUHAN.  Percaya kepada Tuhan Yesus adalah selalu mengimajinasikan Tuhan Yesus, selalu menjadikan Yesus Kristus sebagai pertimbangan utama dalam menetapkan pilihan.  Contoh :  saat memilih teman hidupnya, saat memilih pasangan hidupnya anak kita HARUS MENGUTAMAKAN YESUS KRISTUS.  Bukan melupakan Tuhan Yesus sekalipun ketampanan pemuda itu setara dengan bintang film.  Bukan seperti mantan ratu kecantikan dari Indonesia Timur itu.

Pengkenaina

1.    Sada persinget man bandu kerina moria untuk lebih serius dalam mengajarkan anak.  Jangan kam tidak punya waktu untuk mengajarkan anakndu untuk percaya kepada TUHAN YESUS.  Jika dengan mengurangi jalan jalan maka kam punya waktu untuk mengajarkan anak, maka kurangi lah itu.  Jika harus mengurangi selfi dan memikirkan perawatan kulit baru kam punya waktu untuk mengajarkan anak. Maka kurangilah berselfi .

2.    Mengajarkan anak supaya percaya kepada Tuhan Yesus diawali dengan mengukur diri sendiri.  Coba tanyakan kepada diri sendiri seberapa tinggi kam percaya kepada Tuhan Yesus.  Karena sulit bagi kita mengajarkan kepada anak anak kita untuk percaya kepada Tuhan Yesus JIKALAU kita sendiri pun sulit menjelaskan kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus.  Begini salah satu caranya  kita sendiri lebih percaya kepada Tuhan Yesus, buat catatan 30 pengalamanku ditolong oleh TUHAN YESUS.

3.    Doronglah anak anak kita untuk rajin ke KAKR, PERMATA atau kegiatan kegiatan keagamaan lain. Bantulah guru guru KAKR di runggunndu supaya mempunyai program penguatan iman percaya anak anak kita kepada TUHAN YESUS. Amin.

 

 

Bujur ras mejuah juah kita kerina.

Pt. Analgin Ginting

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025