Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 30 Agustus - 5 September 2026

Gambar
  Tema: Memilih Kata yang Bijak (Make Kata Si Payo) ​Bacaan Utama: Titus 2:1–8 ​1. Pendahuluan ​Lidah dan kata-kata memiliki daya pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia—dapat membangun persekutuan atau justru menghancurkan kepercayaan. ​Rasul Paulus memberikan instruksi krusial kepada Titus agar setiap pemberitaan dan pengajaran jemaat senantiasa berakar pada ajaran yang sehat . ​2. Fakta Realitas Kehidupan ​Dalam realitas sehari-hari, ucapan yang ceroboh, fitnah, atau perkataan tanpa kendali sering kali menjadi batu sandungan dalam keluarga dan masyarakat. ​Dunia luar senantiasa mengamati konsistensi antara apa yang diucapkan oleh orang percaya dengan realitas karakter keseharian mereka di tengah dunia. ​3. Arti dan Makna Teologis ​Kata-kata sangat penting dalam memuliakan Tuhan, oleh sebab itu Paulus menekankan kemampuan memilih kata-kata yang bijak dalam pengajaran. ​Kata-kata harus sejalan dengan perbuatan, kebiasaan, dan tabiat; orang yang mampu...

Catatan Tambahan PA Moria 25 Arpil - 1 Mei 2021

 

Thema     :  Ngajarken Kearusen Nggeluh

Bahan Penelaahan  : Kuankuanen 22 : 6; 17-21

  

22:6       Ajarkenlah man anak uga kearusen nggeluh, maka ikutkenna asa umurna nggeluh

 

22:17     Dengkehkenlah, maka kuajarken man bandu perkatan kalak pentar. Perdiatekenlah,

22:18     gelah meriah ukurndu kune banci ingetndu dingen banci melaskenca saja pe.

22:19      Sura-surangku gelah kam tek man TUHAN , e me sabapna maka genduari ateku pebetehken ajaren-ajaren enda man bandu.

22:20      Telu puluh pertenget enggo kusuratken man bandu, pertenget si isina kepentaren dingen ajar si mehuli,

22:21      janah ngajarken man bandu kai si benar. Dage, adi kam isuruh pelajarisa, ietehndu me uga njabap alu payo

Fakta

1.    Sebuah perintah yang sangat tegas dan simple oleh penulis Kitab Kuankuanen tentang ngajar anak anak.  Ikatakenna “ajarkenlah man anak uga kearusen nggeluh”

2.     Penulis kitab pe mbereken inti pengajaran emekap gelah anak anak Tek Man Tuhan.  Dan ajaran untuk Percaya Kepada Tuhan itu dimulai pada usia anak anak.

3.   Juga diinfokan dalam Nas ini bagaimana metoda belajar yaitu “dengkehken ras perdiateken"  (dengarkan dan perhatikan) sehngga bisa mengingat dan menyebutkan kembal

Sumbre Photo : https://id.pinterest.com/

Makna 

1.  Ada tugas yang paling penting yang harus diemban oleh setiap orang tua, (setiap moria, setiap mamre) yaitu mengajarkan kepada anak nya supaya percaya kepada TUHAN.  Jadi pengajaran itu tidak diukur berapa kali harus mengajarkannya, tetapi sampai anak anak PERCAYA KEPADA TUHAN. Ini adalah pengajaran yang tidak ada hentinya.  

2.  Saat mengajarkannya, maka orang tua pun harus bisa menciptakan suasana belajar mengajar yang paling baik, supaya sia anak mau mendengarkan dengan serius dan memperhatikan dengan sungguh sungguh.  Tidak asal asalan, tidak asal enggo, tapi suasana harus serius dan sungguh sungguh.  Ujung dari pengajaran itu, sia anak harus mampu mengingat dan sanggup mengucapkannya melalui  mulut nya sendiri.

3.  Ditekankan bahwa Inti Pengajaran itu adalah PERCAYA KEPADA TUHAN.  Percaya kepada Yesus Kristus adalah TUHAN.  Percaya kepada Tuhan Yesus adalah selalu mengimajinasikan Tuhan Yesus, selalu menjadikan Yesus Kristus sebagai pertimbangan utama dalam menetapkan pilihan.  Contoh :  saat memilih teman hidupnya, saat memilih pasangan hidupnya anak kita HARUS MENGUTAMAKAN YESUS KRISTUS.  Bukan melupakan Tuhan Yesus sekalipun ketampanan pemuda itu setara dengan bintang film.  Bukan seperti mantan ratu kecantikan dari Indonesia Timur itu.

Pengkenaina

1.    Sada persinget man bandu kerina moria untuk lebih serius dalam mengajarkan anak.  Jangan kam tidak punya waktu untuk mengajarkan anakndu untuk percaya kepada TUHAN YESUS.  Jika dengan mengurangi jalan jalan maka kam punya waktu untuk mengajarkan anak, maka kurangi lah itu.  Jika harus mengurangi selfi dan memikirkan perawatan kulit baru kam punya waktu untuk mengajarkan anak. Maka kurangilah berselfi .

2.    Mengajarkan anak supaya percaya kepada Tuhan Yesus diawali dengan mengukur diri sendiri.  Coba tanyakan kepada diri sendiri seberapa tinggi kam percaya kepada Tuhan Yesus.  Karena sulit bagi kita mengajarkan kepada anak anak kita untuk percaya kepada Tuhan Yesus JIKALAU kita sendiri pun sulit menjelaskan kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus.  Begini salah satu caranya  kita sendiri lebih percaya kepada Tuhan Yesus, buat catatan 30 pengalamanku ditolong oleh TUHAN YESUS.

3.    Doronglah anak anak kita untuk rajin ke KAKR, PERMATA atau kegiatan kegiatan keagamaan lain. Bantulah guru guru KAKR di runggunndu supaya mempunyai program penguatan iman percaya anak anak kita kepada TUHAN YESUS. Amin.

 

 

Bujur ras mejuah juah kita kerina.

Pt. Analgin Ginting

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026