Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 12 – 18 Juli 2026

Gambar
 ​ Thema : Dunia Orang Mati (Doni Kalak Mate) Nats : Ayub 14 : 13 ​ "Ah, kiranya Engkau menyembunyikan aku di dalam dunia orang mati, melindungi aku, sampai murka-Mu surut; dan menetapkan waktu bagiku, kemudian mengingat aku pula!" ​ Pendahuluan ​Kitab Ayub sering kali membawa kita ke dalam perenungan yang sangat dalam mengenai penderitaan dan batas eksistensi manusia. Dalam Ayub 14, Ayub sedang meratapi betapa singkat dan penuh sesaknya hidup manusia di bumi. Di tengah rasa sakit yang luar biasa dan tekanan emosional yang hebat, Ayub tidak melihat kematian sebagai akhir dari segalanya atau sebagai hukuman yang membinasakan, melainkan sebagai sebuah tempat perlindungan sementara yang misterius di hadapan Allah.  Secara teologis, kematian sering kali disalahpahami hanya sebagai upah dosa atau sekadar akhir tragis dari biologis manusia. Namun, melalui kacamata iman, teologi kematian ( theology of death ) menyingkapkan bahwa maut telah ditundukkan di bawah kedaulatan Alla...

Catatan Tambahan PA Moria 25 Arpil - 1 Mei 2021

 

Thema     :  Ngajarken Kearusen Nggeluh

Bahan Penelaahan  : Kuankuanen 22 : 6; 17-21

  

22:6       Ajarkenlah man anak uga kearusen nggeluh, maka ikutkenna asa umurna nggeluh

 

22:17     Dengkehkenlah, maka kuajarken man bandu perkatan kalak pentar. Perdiatekenlah,

22:18     gelah meriah ukurndu kune banci ingetndu dingen banci melaskenca saja pe.

22:19      Sura-surangku gelah kam tek man TUHAN , e me sabapna maka genduari ateku pebetehken ajaren-ajaren enda man bandu.

22:20      Telu puluh pertenget enggo kusuratken man bandu, pertenget si isina kepentaren dingen ajar si mehuli,

22:21      janah ngajarken man bandu kai si benar. Dage, adi kam isuruh pelajarisa, ietehndu me uga njabap alu payo

Fakta

1.    Sebuah perintah yang sangat tegas dan simple oleh penulis Kitab Kuankuanen tentang ngajar anak anak.  Ikatakenna “ajarkenlah man anak uga kearusen nggeluh”

2.     Penulis kitab pe mbereken inti pengajaran emekap gelah anak anak Tek Man Tuhan.  Dan ajaran untuk Percaya Kepada Tuhan itu dimulai pada usia anak anak.

3.   Juga diinfokan dalam Nas ini bagaimana metoda belajar yaitu “dengkehken ras perdiateken"  (dengarkan dan perhatikan) sehngga bisa mengingat dan menyebutkan kembal

Sumbre Photo : https://id.pinterest.com/

Makna 

1.  Ada tugas yang paling penting yang harus diemban oleh setiap orang tua, (setiap moria, setiap mamre) yaitu mengajarkan kepada anak nya supaya percaya kepada TUHAN.  Jadi pengajaran itu tidak diukur berapa kali harus mengajarkannya, tetapi sampai anak anak PERCAYA KEPADA TUHAN. Ini adalah pengajaran yang tidak ada hentinya.  

2.  Saat mengajarkannya, maka orang tua pun harus bisa menciptakan suasana belajar mengajar yang paling baik, supaya sia anak mau mendengarkan dengan serius dan memperhatikan dengan sungguh sungguh.  Tidak asal asalan, tidak asal enggo, tapi suasana harus serius dan sungguh sungguh.  Ujung dari pengajaran itu, sia anak harus mampu mengingat dan sanggup mengucapkannya melalui  mulut nya sendiri.

3.  Ditekankan bahwa Inti Pengajaran itu adalah PERCAYA KEPADA TUHAN.  Percaya kepada Yesus Kristus adalah TUHAN.  Percaya kepada Tuhan Yesus adalah selalu mengimajinasikan Tuhan Yesus, selalu menjadikan Yesus Kristus sebagai pertimbangan utama dalam menetapkan pilihan.  Contoh :  saat memilih teman hidupnya, saat memilih pasangan hidupnya anak kita HARUS MENGUTAMAKAN YESUS KRISTUS.  Bukan melupakan Tuhan Yesus sekalipun ketampanan pemuda itu setara dengan bintang film.  Bukan seperti mantan ratu kecantikan dari Indonesia Timur itu.

Pengkenaina

1.    Sada persinget man bandu kerina moria untuk lebih serius dalam mengajarkan anak.  Jangan kam tidak punya waktu untuk mengajarkan anakndu untuk percaya kepada TUHAN YESUS.  Jika dengan mengurangi jalan jalan maka kam punya waktu untuk mengajarkan anak, maka kurangi lah itu.  Jika harus mengurangi selfi dan memikirkan perawatan kulit baru kam punya waktu untuk mengajarkan anak. Maka kurangilah berselfi .

2.    Mengajarkan anak supaya percaya kepada Tuhan Yesus diawali dengan mengukur diri sendiri.  Coba tanyakan kepada diri sendiri seberapa tinggi kam percaya kepada Tuhan Yesus.  Karena sulit bagi kita mengajarkan kepada anak anak kita untuk percaya kepada Tuhan Yesus JIKALAU kita sendiri pun sulit menjelaskan kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus.  Begini salah satu caranya  kita sendiri lebih percaya kepada Tuhan Yesus, buat catatan 30 pengalamanku ditolong oleh TUHAN YESUS.

3.    Doronglah anak anak kita untuk rajin ke KAKR, PERMATA atau kegiatan kegiatan keagamaan lain. Bantulah guru guru KAKR di runggunndu supaya mempunyai program penguatan iman percaya anak anak kita kepada TUHAN YESUS. Amin.

 

 

Bujur ras mejuah juah kita kerina.

Pt. Analgin Ginting

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ 10 – 16 Agustus 2025