Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)

Gambar
  ​ Tema: Pengetahuan Yang Lengkap Dan Berguna ( Pemeteh si kuh dingen serta ) Teks Alkitab: 1 Korintus 13:11 – 12 ​ "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal." ​ Pendahuluan ​Pertumbuhan adalah keniscayaan dalam tatanan ciptaan Allah. Sebagaimana seorang anak secara fisik dan mental mengalami fase perkembangan dari tutur kata, perasaan, hingga pola pikir sederhana menuju kedewasaan, demikian pula manusia dipanggil untuk mengalami pembaharuan budi dan iman secara berkesinambungan. Ketidakmampuan atau keengganan untuk bertumbuh merupakan sebuah anomali spi...

Untuk Perempuan Yang Sedang Mengandung - Lukas 1:46-48

 


Berbicara tentang kehamilan, dalam kebudayaan Indonesia. Menjadi suatu hal yang lumrah dilakukannya tradisi 7 bulanan kepada perempuan yang sedang mengandung. Saya sebagai laki-laki suku Karo, juga melihat tradisi ini dilakukan dengan sebutan Mbesur-mbesuri untuk anak pertama sedangkan untuk anak kedua dan yang seterusnya disebut dengan maba manuk mbur atau mecah - mecah tinaruh.

Tujuan dari tradisi ini sebenarnya adalah untuk memberikan semangat kepada sang ibu pada saat melahirkan nanti dan juga sebagai harapan agar saat proses persalinan nantinya semua akan berjalan lancar, sehingga anak akan lahir dalam keadan sehat/selamat begitu juga dengan ibunya berada dalam kondisi sehat.

Hal ini menjadi penting dilakukan kepada perempuan yang mengandung. Sebab, dalam peristiwa ini perempuan sangat membutuhkan dukungan. Tapi lebih daripada itu, saya juga ingin para perempuan yang mengandung belajar dari seorang Maria.

Sebab Maria menjadi salah satu inspirasi dan kekaguman saya ketika melihat seorang perempuan yang mengandung. Seperti kita ketahui, menyebut diri sebagai perempuan yang berbahagia dalam situasi rumit itu bukanlah mudah. Tapi ini bukanlah kemustahilan untuk dilakukan. Bila kita mau menyerahkan seluruh kehidupan ini kepada Tuhan.

Seperti kita dapat baca dalam teks, Maria merasa bingung. Ia baru saja mendengar kata-kata, "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau" (Lukas 1:28). Perkataan ini tampaknya menghiburkan, tetapi mengejutkan karena diucapkan oleh malaikat.

Maria sedang dihadapkan pada berita yang paling mengagumkan, tetapi ia juga ketakutan. Dan saat malaikat mengatakan bahwa ia akan mengandung seorang bayi, ia berseru, "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" (ayat 34).

Ada dua fakta tentang Maria di sini, yakni bahwa ia kebingungan dan bahwa ia mempertanyakan perkataan malaikat itu. Fakta tersebut memberitahu kita bahwa ia juga seorang manusia biasa seperti kita, dengan kekuatiran yang normal.

Namun setelah mendengar perkataan malaikat itu, Maria menyebut dirinya "hamba Tuhan," dan berkata, "Jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (ayat 38). Dalam kisah ini, sesuatu yang mendorong dirinya untuk dapat menyebut diri sebagai perempuan yang berbahagia adalah penyerahan diri pada setiap kehendak Allah.

Mungkin saudara, para perempuan yang sedang mengandung sedang mengalami ketakutan, kekhawatiran, atau masalah. Tapi jangan biarkan hal tersebut mengurangi kegembiraan saudara. Sebab, kehamilan saudara adalah cara Tuhan membawa kehidupan baru ke dunia. Kehamilan adalah sebuah anugerah terindah dari Tuhan. Dia ingin agar para ibu yang tengah hamil terus bahagia demi menjaga sang buah hati yang tengah dikandungnya.

Tetaplah berbahagia dan jangan biarkan apapun merusakan kebahagian saudara. Sebab, anak saudara layak mendapatkan kebahagiaan.

Siapkan dirimu untuk kelahiran anak saudara, namun tanpa terobsesi, dan bergabunglah dengan nyanyian sukacita Bunda Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia.”(Luk 1: 46-48).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026