Featured Post

Pekan Doa 2026, Berngi Si Pemena (1)

Gambar
 ​ Thema: Ertoto Alu Mengingis (Berdoa Secara Tekun Dan Total) Nas: Daniel 9:20–23 ​ I. Benaken (Pendahuluan) - 3 Menit ​Mejuah-juah man banta kerina i bas Berngi si Pemena  Pekan Doata tahun 2026 enda. Tema si iangkat e me: Ertoto alu Mengingis . ​Tentu kita kerina nggo biasa ertoto. Tapi, uga kin pertoton si iperdiateken Tuhan? I bas kitab Daniel enda, kita ngidah kerna nabi Daniel si nggeluh i pembuangen. Ia labo terjeng ertoto guna dirina saja, tapi ia ertoto alu totalitas—tekun, mengisngis, janah maba pusuh si rukur man bangsana. Mari sipebagesi  kerna makna teologi i bas kegeluhen Daniel enda. ​ II. Arti ras Makna Teologi (Penjelasan Nas) - 8 Menit ​ 1. Pertoton si Isertai Pengakun Dosa Daniel ertoto i bas pengakun dosa. Ia labo terjeng mindo pemindon, tapi ia ngakui dosana ras dosa bangsana, bangsa Israel. ​ Makna: Doa yang disampaikan dengan sungguh-sungguh, disertai pengakuan dosa dan permintaan untuk kebaikan suatu bangsa, sangat disukai oleh Tuhan. T...

Untuk Perempuan Yang Sedang Mengandung - Lukas 1:46-48

 


Berbicara tentang kehamilan, dalam kebudayaan Indonesia. Menjadi suatu hal yang lumrah dilakukannya tradisi 7 bulanan kepada perempuan yang sedang mengandung. Saya sebagai laki-laki suku Karo, juga melihat tradisi ini dilakukan dengan sebutan Mbesur-mbesuri untuk anak pertama sedangkan untuk anak kedua dan yang seterusnya disebut dengan maba manuk mbur atau mecah - mecah tinaruh.

Tujuan dari tradisi ini sebenarnya adalah untuk memberikan semangat kepada sang ibu pada saat melahirkan nanti dan juga sebagai harapan agar saat proses persalinan nantinya semua akan berjalan lancar, sehingga anak akan lahir dalam keadan sehat/selamat begitu juga dengan ibunya berada dalam kondisi sehat.

Hal ini menjadi penting dilakukan kepada perempuan yang mengandung. Sebab, dalam peristiwa ini perempuan sangat membutuhkan dukungan. Tapi lebih daripada itu, saya juga ingin para perempuan yang mengandung belajar dari seorang Maria.

Sebab Maria menjadi salah satu inspirasi dan kekaguman saya ketika melihat seorang perempuan yang mengandung. Seperti kita ketahui, menyebut diri sebagai perempuan yang berbahagia dalam situasi rumit itu bukanlah mudah. Tapi ini bukanlah kemustahilan untuk dilakukan. Bila kita mau menyerahkan seluruh kehidupan ini kepada Tuhan.

Seperti kita dapat baca dalam teks, Maria merasa bingung. Ia baru saja mendengar kata-kata, "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau" (Lukas 1:28). Perkataan ini tampaknya menghiburkan, tetapi mengejutkan karena diucapkan oleh malaikat.

Maria sedang dihadapkan pada berita yang paling mengagumkan, tetapi ia juga ketakutan. Dan saat malaikat mengatakan bahwa ia akan mengandung seorang bayi, ia berseru, "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" (ayat 34).

Ada dua fakta tentang Maria di sini, yakni bahwa ia kebingungan dan bahwa ia mempertanyakan perkataan malaikat itu. Fakta tersebut memberitahu kita bahwa ia juga seorang manusia biasa seperti kita, dengan kekuatiran yang normal.

Namun setelah mendengar perkataan malaikat itu, Maria menyebut dirinya "hamba Tuhan," dan berkata, "Jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (ayat 38). Dalam kisah ini, sesuatu yang mendorong dirinya untuk dapat menyebut diri sebagai perempuan yang berbahagia adalah penyerahan diri pada setiap kehendak Allah.

Mungkin saudara, para perempuan yang sedang mengandung sedang mengalami ketakutan, kekhawatiran, atau masalah. Tapi jangan biarkan hal tersebut mengurangi kegembiraan saudara. Sebab, kehamilan saudara adalah cara Tuhan membawa kehidupan baru ke dunia. Kehamilan adalah sebuah anugerah terindah dari Tuhan. Dia ingin agar para ibu yang tengah hamil terus bahagia demi menjaga sang buah hati yang tengah dikandungnya.

Tetaplah berbahagia dan jangan biarkan apapun merusakan kebahagian saudara. Sebab, anak saudara layak mendapatkan kebahagiaan.

Siapkan dirimu untuk kelahiran anak saudara, namun tanpa terobsesi, dan bergabunglah dengan nyanyian sukacita Bunda Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia.”(Luk 1: 46-48).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025