Featured Post

KHOTBAH MINGGU: 30 AGUSTUS 2026 (Minggu Ke 5, Khotbah Pertua/Diaken)

Gambar
​ Tema: Bapa Yang Takut Kepada Tuhan ( Sentudu ras Tempas Dibata ) Nats Alkitab: Kejadian 1:26–28 ​I. PENDAHULUAN ​Manusia sering lupa bahwa dirinya diciptakan segambar dengan Tuhan ( Imago Dei ). Bahkan, di tengah peradaban modern hari ini, ada kekuatan di dunia yang sangat sistematis dan makin lama makin besar untuk membuat manusia—khususnya para laki-laki dan bapak—melupakan kenyataan agung bahwa dirinya diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. ​Ketika seorang bapak kehilangan kesadaran akan identitas Imago Dei dalam dirinya, ia akan kehilangan kompas moral, tujuan hidup, serta kepemimpinan yang berhikmat di dalam keluarga maupun masyarakat. ​II. FAKTA & REALITAS KEKINIAN ​Dunia hari ini menawarkan krisis identitas yang nyata bagi kaum bapak: ​ Materialisme & Sekularisme: Keberhasilan seorang bapak sering kali disempitkan hanya sebatas pencapaian finansial, status sosial, atau jabatan, sehingga tanggung jawab spiritual keluarga terabaikan. ​ Dekonstruksi Peran ...

Catatan Tambahan PA Moria Tanggl 21-27 Februari 2021

 Bahan Penelaahan  : Matius 7 :24 -27

Thema     :  Mbangun Ibas Palas Si Enteguh

 

7:24     "Ise megi katangKu enda dingen ngikutkenca, ia bali ras kalak pentar si majekken rumahna i babo batu.

7:25     Rumah e labo runtuh aminna gia reh banjir ras angin si meter nderpasa, sabap rumah e ipajekken i babo batu.

7:26     Ise si megi katangKu enda tapi la ikutkenna, ia bali ras kalak lenge si majekken rumahna i babo kersik.

7:27     Asum reh banjir ras angin meter, minter runtuh dingen sontar rumah e."

Fakta

1.    Tuhan Yesus memberikan satu pengajaran yang sangat dahsyat tentang mendengar dan mengikuti Firman Tuhan.  Tuhan berkata siapa yang mendengarkan firmanNYA dan mengikutkannya atau melaksanakannya maka dia ibarat mendirikan rumah diatas batu.  Karena diatas batu rumah itu didirikan maka sekalipun datang angin kencang dan banjir, maka rumah itu tetap bertahan, kokoh.

2.   Tuhan membedakan hal diatas dengan setiap orang yang hanya mendengar Frman Tuhan tapi tidak melaksanakannya, maka mereka ibarat mendirikan rumah diatas pasir.  Begitu datang banjir dan angin kencang, rumah tersebut langsung porak poranda. Karena pondasinya pasir, yang mudah sekali bergerak, bergeser dan tidak mempunyai daya tahan.

Sumber : https://www.biblicalcounselingcoalition.org/2012/08/23/build-your-house-on-the-rock/

Arti Dan Makna.

1.    Tuhan Yesus membedakan orang yang pentar (bijak) dan orang lenge (bodoh).  Pembeda orang pentar dan orang lenge menurut Tuhan adalah kemampuan mendengar dan menjalankan Firman Tuhan.

2.     Ada orang yang mendengar Firman Tuhan dengan sungguh sungguh dan menjalankannya. Dia ini lah yang disebut orang pentar, ibarat orang yang mendirikan rumah diatas batu.  Atau membuat batu pondasi terlebih dahulu baru mendirikan rumahnya.   Nah orang orang yang mendirikan rumah diatas batu maka fondasinya atau  dasarnya akan kokoh sehingga ketika datang banjir dan angin kencang dia tetap tegak berdiri, tidak tergerus apapun.  Orang yang mendengar dan mempraktekkan Firman Tuhan inilah orang yang mendirikan rumah diatas batu.  Deangarkan dan lakukan, dengarkan secara lengkap dan kritis terhadap Firman Tuhan.  Setelah jelas lakukan, jangan banyak wacana, jangan tunggu keadaan begini atau begitu, segera praktekkan, action gaess.  Banyak tantangan iya, itulah batu. Kosistensi mempraktekkan Firman Tuhan adalah membangun rumah diatas batu.  Firman Tuhan yang sudah didengar dan dipraktekkan akan memberikan suatu pemahaman teologis yang mendalam, sehingga banyak pun banjir banjir tantangan kehidupan  dan angin angin ribut yang merintangi, tetap fondasi iman kita kokoh.  Inilah orang pentar. Tuhan jelas kebih menginginkan orang pentar.

3.     Orang yang mendengarkan Firman Tuhan dengan asal, tidak sungguh sungguh sehingga tidak memahami dan mendapatkan inti/kerygma Firman itu maka dia akan asal asal praktekkan.  Fondasi teologis pemahamannya tidak jelas, tidak lengkap. Lalu apa yang mau dilakukan?  Yang tidak jelas jugalah. Asal dan tidak sungguh sungguh,  ini ibarat orang membangun rumah di atas pasir. Rapuh, dan tidak mempunyai kekuatan  sama sekali.  Begitu datang ajakan konsumerisme,  dan selfi selfi tak berseni maka firman Tuhan langsung terlupakan, langsung sirna dan seluruh kegiatannya hanya dikendalikan nafsu nafsu emosional tak kekal.  Ini  lah yang disebut  mendirikan rumah diatas pasir. Ketika banjir segera menerpa hancur dan angin kencang menerbangkan sisa sisa puingnya.  Memang dia mendengar Firman Tuhan tapi tidak merubah pemahaman dan karaternya.  Karena dia hanya memahami kulitnya saja, tidak punya minat untuk mencari pemahaman lebih dalam dan lebih lanjut.  Tuhan tidak suka kepada orang yang hanya mendengar firmanNYA tapi tidak mampu melanjutkannya kepada tindakan dan perbuatan.  Lenge,  hanya ada di kosakata Karo yang menggambarkan kebodohan dan ketidak becusan.

Pengkenaina.

·     Tuhan Yesus mengharapkan kam menjadi Moria yang pentar, yang punya komitmen untuk mendengar Firman Tuhan untuk melakukannya.  Bangun lah “rumah” jiwa ndu diatas “batu” iman yang kokoh yang berlandas kepada Firman

·       Hindari lah kebodohan. Ula lenge.  Jangan membangun rumah diatas pasir.  Jangan habis waktu bersolek dan ngerumpi dan tidak ada waktu lagi mendengar Firman Tuhan dan mempraktekannya.  Lebih bagus membangun 1 rumah diatas batu pemahaman dan komitmen menjalankan Firman Tuhan, daripada mendirikan 1000 rumah di atas pasir ketidak jelasan dan kelangkaan komitmen.

·       Berseri lah dan makin cantik lah sebagai moria yang bertahta diatas rumah diatas batu, daripada menjadi moria malas dan jelek yang berleha leha diatas rumah pasir rapuh.

Amin mejuah juah kita kerina.

Pt. Analgin Ginting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026