Featured Post

Revitalisasi Etos Kerja Karo: Rahasia "Endi Enta" sebagai Respon Ilahi

Gambar
( Menakar Kesamaan  Teologi Calvin dengan Filosofi Surat Ukat Endi Enta) Pt. Em. Analgin Ginting.  Filosofi Endi Enta (Surat Ukat)  secara harfiah merujuk pada prinsip timbal balik yang adil dan kerja keras. Ukat (sendok nasi tradisional dari bambu/tempurung kelapa) memiliki dua sisi: satu sisi untuk menyendok nasi ke piring orang lain (Endi - ini, ambillah), dan sisi lain sebagai pegangan atau bagian dari proses yang menghasilkan untuk diri sendiri (Enta - berikan padaku/bagianku). Dalam masyarakat Karo, Ukat bukan sekadar alat dapur, melainkan simbol keadilan dan keseimbangan hidup. Namun, jika kita menggali lebih dalam secara teologis, filosofi "Surat Ukat: Endi Enta" sebenarnya adalah sebuah dialog antara Tuhan (Dibata)  dan manusia. 1. Inisiatif Kasih: Tuhan sebagai Sang "Endi" Utama Dalam pemahaman teologi Calvinisme yang sejati, segala sesuatu dimulai dari Allah (God’s Initiative). Sebelum manusia mampu bekerja, Tuhan telah terlebih dahulu melakukan Endi. • ...

Catatan Tambahan PJJ GBKP 2021 Minggu 21 - 27 Februari 2021

 Paulus membuat Timotius (orang muda) jadi Berkat 

JADI USIHEN (Tema Tahun Pelayanen)

Teks  : 1 Timotius 4:12-16

4:12        Ola kal pelepas ise pe mapas man bandu erkiteken kam nguda denga. Tapi jadilah kam man usihen kalak si tek, subuk i bas pengeranandu, i bas lagu langkahndu, i bas kam nehken keleng ate, i bas kinitekenndu bage pe i bas ukurndu bujur.

4:13        Pakekenlah paksa si lit guna ngogeken Pustaka Si Badia man perpulungen seh aku reh pagi. Iah-iahi janah ajari kalak e.

4:14        Ola sia-siaken pemere si isehken Dibata man bandu asum nabi-nabi ernubuat dingen asum pertua-pertua nangkuhken kam.

4:15        Dalankenlah si enda kerina alu tutus, gelah kerina kalak ngidah kemajunndu.

4:16        Jagalah dirindu ras kai si iajarkenndu. Tetaplah dalanken si enda sabap i bas kam ndahiken dahin e iselamatkenndu me dirindu bage pe kalak si deban si megiken kam

Fakta

1.     Paulus menekankan kepad Timotius supaya dia tidak disepelekan da dianggap remeh oleh orang lain.  Untuk itu Paulus meminta kepada Timotius supaya menjadi teladan dalam perkataan, perbuatan, kasih sayang dan kesetiaan melakukan kesucian.  sungguh sungguh.

2.     Selanjutnya Paulus memberi penekanan kepada Timoius untuk melakuan dan menghindari

a.     Menggunakan waktu yang ada untuk membacakan  Kitab suci / Firman Tuhan kepaa jemaat

b.     Tidak menyianyiakan anugerah Tuhan yang dinubuatkan nabi nabi  dan juga saat penatua mentahbiskan dirinya

c.      Menjalankan semuanya dengan sungguh sungguh supaya semua orang melihat kemajuan Timotius.

3.     Bagian berikutnya Paulus meminta Timotius untuk menjagai dirinya sendiri  juga pengajarannya. Paulus meminta supaya Timotius konsisten untuk menjalan kan semua ajaran karena hal iniah yang menyelamatkan dirinya sekaligus menyelamatkan orang lain yang mendengarnya.  


Sumber https://prezi.com/

Makna                                                    

1.     Cara Paulus mengembalakan atau lebih tepatnya mendidik, mengajar dan mempersiapkan Timotius sangat serius serta sungguh sungguh.  Paulus pun terkesan sangat mengenal Timotius, sehingga kata katanya sangat tajam, “ula pediat kalak mapas aminna pe kam nguda denga”.   Paulus pasti berani mengatakan ini karena dia sangat mengenal siapa Timotius, bagaimana kerajinannya, serta karakternya.   Dan satu info atau penegasan bahwa Usia muda tidak menjadi pembeda terhadap karakter dan kemampuan seseorang berbicara tentang kebenaran Tuhan.

2.     Perkataan  Paulus “jangan biarkan orang lain anggap kamu rendah meskipun kamu masih muda” juga mengandung pesan kepada kaum tua supaya tidak menganggap rendah orarng yang masih muda.  Sebab usia tua seseroang tidak menjadi jaminan bahwa dirinya sudah lebih baik dalam Tuhan.  Pembeda paling utama antara kaum muda dengan kaum tua di gereja adalah soal kecepatan dan kesungguh sungguhan dalam bekerja. Paulus memberi banyak sekali dorongan dan contoh contoh supaya orang muda menjadi teladan seperti dalam perkataan, perbuatan, kasih sayang dan kesetian dalam kesucian.  Juga ditambahkan oleh Paulus untuk menghargai waktu.  Waktu paling berharga menurut Paulus adalah membaca dan membacakan/mengajarkan nya kepada orang lain.

3.      Tersirat dalam nasihat Paulus, bahwa perbuatan ataupun program untuk mengajar Firman Tuhan mempunyai banyak gangguan dan godaan.Untuk itu Paulus menekankan supaya Timotius menjaga dirinya, menjaga komitmennya dan mengingat bahwa mengajarkan Firman Tuhan adalah cara menyelamatkan diri sendiri sekaligus menyelamatkan (memberi dorong untuk menemukan keselamatan dalam Tuhan ) orang lain

Pengkenaina

·        Dari perikop ini terlihat bahwa orang tua mempunyai utang dan tanggung jawab untuk menggembalakan  kaum mudanya. Seperti Paulus kepada Timotius demikian juga lah setiap orang tua harus mengembangkan atau menggembalakan kaum muda di gerejanya.  Dan mengembangkan kaum muda haruslah dengan komitmen dan keseriusan yang sangat tinggi dan konten pengembangannya pun harus berdasar kepada pengenalan yang menyeluruh tentang diri kaum mudanya.  

·        Pengemangan kaum muda bertujuan supaya : Orang lain tidak menganggap remeh kaum muda gerejanya (Permata, KAKR Remaja, tanggung, mamre/moria muda dll ) . Supaya kaum muda inipun menjadi teladan dalam perkataan, perbuatan, kasih sayang dan kesetiaan hidup suci. Satu lagi yang paling penting memberi kesadaran  kepada anak muda agar menghargai dan mempergunakan waktu untuk menyebarkan dan mengajarkan Firman Tuhan. 

·        Dalam menyambut thema tahunan gereja GBKP, dimana anak muda menjadi berkat maka setiap orang tua harus mau dan mampu mengembangkan anak muda gereja kita.  

Bujur ras mejuah juah kita kerina

Pt. Analgin Ginting

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025