Featured Post

Musuh Yang Kita Hadapi Tidak Selemah Yang Kita Bayangkan

Gambar
  ​ Oleh:  Pt. Em, Analgin Ginting ​Pendahuluan: Paradoks Pengenalan Diri ​Perjalanan spiritualitas manusia sering kali terjebak dalam dikotomi antara yang sakral dan yang profan. Namun, sebuah tesis mendasar yang diangkat oleh Dharma Pongrekun mengingatkan kita pada sebuah kebenaran kuno: mustahil bagi seseorang untuk beriman kepada Tuhan jika ia tidak mengenal dirinya sendiri. Iman tanpa pengenalan diri adalah sebuah fatamorgana intelektual, sebuah bangunan tanpa fondasi yang kokoh. Jika kita tidak memahami siapa subjek yang percaya, maka objek kepercayaan itu pun menjadi kabur dan kehilangan esensinya. ​Dalam konteks teologi klasik, gagasan ini menemukan resonansi terdalamnya dalam pemikiran Yohanes Calvin. Calvin menegaskan bahwa pengetahuan tentang Allah dan pengetahuan tentang diri kita sendiri adalah dua hal yang saling bertaut erat. Seseorang tidak dapat memandang dirinya secara jujur tanpa menyadari kehadiran Sang Pencipta, dan sebaliknya, seseorang tidak dapat mem...

THE POWER OF NOW (Kekuatan Sekarang) - Matius 6:34

 


Seorang Shifu dalam Film Kung Fu Panda pernah berkata ‘Yesterday is a history, tomorrow is a mystery and today is a Gift”, ungkapan ini memiliki makna bagaimana kita mengerti tentang waktu, baik kemarin, besok dan hari ini. Yang terutama adalah hari ini, karena hari ini adalah anugerah yang Tuhan berikan kepada kita, yang bisa kita nikmati, jalani dan pergunakan dengan baik.
Banyak orang justru tidak hidup di hari ini. Masa lalu menguasai hari ini, masa depan menjadi kekuatiran di hari ini, sehingga hari-hari yang kita jalani penuh dengan beban masa lalu dan kekuatiran di masa depan.

Yesus berkata dalam bacaan kita ‘sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri, kesusahan sehari cukuplah untuk sehari’.  Konteks ayat ini berada pada pengajaran ‘providentia Dei’ atau pemeliharaan Ilahi dalam kehidupan kita. Bahwa Tuhan tahu keperluanmu dan Ia yang mencukupkan (ay 32), yang terpenting adalah mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya (ay 33).

Tema kita adalah The Power of Now, artinya hari ini bahkan sekarang bila kita gunakan dengan baik memiliki kekuatan untuk kehidupan yang lebih berarti. Kita bisa memaksimalkan hari ini, ketika kita mengerti betul bahwa hari ini adalah anugerah, hari ini adalah kesempatan, hari ini tidak akan terulang lagi, apa yang bisa kita kerjakan, kerjakanlah tanpa menunda. Karena hari ini adalah milik orang-orang yang menghargai kehidupan. Dan yang paling penting kita maksimalkan dengan mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya. Niscaya hidup kita punya arti yang mendalam. Selamat Hidup di hari ini.

Pdt. Wilson Tarigan
                                                                                                                                (GBKP Rg Buluh Awar)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025