Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 14 - 20 Februari 2026

Gambar
  MENGIKUT FIRMAN DAN PERINTAH TUHAN (Ngikutken Pedah Ras Perentah) Imamat 18:1–5 Pendahuluan Di zaman sekarang ini, banyak orang percaya hidup di antara dua dunia:dunia iman dan dunia kebiasaan. Kita mengaku mengenal Tuhan, tetapi perilaku kita sering kali lebih mencerminkan “Mesir” — sistem lama, pola lama, kebiasaan lama. Padahal Tuhan memanggil umat-Nya keluar dari Mesir bukan hanya untuk pindah lokasi, tetapi untuk pindah pola hidup. Masalah terbesar umat Tuhan bukan tidak tahu firman.  Masalah terbesar adalah tidak sungguh-sungguh mengikut firman.  Imamat 18:1–5 adalah deklarasi identitas dan perintah yang sangat tegas :  “Akulah TUHAN, Allahmu.”  Segala ketaatan dimulai dari pengenalan itu. Fakta dari Nas (Imamat 18:1–5) 1. Tuhan berbicara langsung kepada Musa. Musa diperintahkan menyampaikan firman kepada bangsa Israel. 2.     Israel dilarang mengikuti pola hidup Mesir (masa lalu).   Israel juga dilarang mengikuti kebiasaan Kan...

THE POWER OF NOW (Kekuatan Sekarang) - Matius 6:34

 


Seorang Shifu dalam Film Kung Fu Panda pernah berkata ‘Yesterday is a history, tomorrow is a mystery and today is a Gift”, ungkapan ini memiliki makna bagaimana kita mengerti tentang waktu, baik kemarin, besok dan hari ini. Yang terutama adalah hari ini, karena hari ini adalah anugerah yang Tuhan berikan kepada kita, yang bisa kita nikmati, jalani dan pergunakan dengan baik.
Banyak orang justru tidak hidup di hari ini. Masa lalu menguasai hari ini, masa depan menjadi kekuatiran di hari ini, sehingga hari-hari yang kita jalani penuh dengan beban masa lalu dan kekuatiran di masa depan.

Yesus berkata dalam bacaan kita ‘sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri, kesusahan sehari cukuplah untuk sehari’.  Konteks ayat ini berada pada pengajaran ‘providentia Dei’ atau pemeliharaan Ilahi dalam kehidupan kita. Bahwa Tuhan tahu keperluanmu dan Ia yang mencukupkan (ay 32), yang terpenting adalah mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya (ay 33).

Tema kita adalah The Power of Now, artinya hari ini bahkan sekarang bila kita gunakan dengan baik memiliki kekuatan untuk kehidupan yang lebih berarti. Kita bisa memaksimalkan hari ini, ketika kita mengerti betul bahwa hari ini adalah anugerah, hari ini adalah kesempatan, hari ini tidak akan terulang lagi, apa yang bisa kita kerjakan, kerjakanlah tanpa menunda. Karena hari ini adalah milik orang-orang yang menghargai kehidupan. Dan yang paling penting kita maksimalkan dengan mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya. Niscaya hidup kita punya arti yang mendalam. Selamat Hidup di hari ini.

Pdt. Wilson Tarigan
                                                                                                                                (GBKP Rg Buluh Awar)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025