Featured Post

Perlunya Pembinaan Partisipatif dan Regeneratif di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi

Gambar
  Pt. Em Analgin Ginting M.Min.  Pendahuluan Pembinaan jemaat merupakan salah satu tugas hakiki gereja yang tidak dapat dipisahkan dari panggilan teologisnya sebagai ekklesia—umat Allah yang dipanggil, dibentuk, dan diutus ke tengah dunia (Ef. 4:11–13). Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran iman, karakter, dan kepemimpinan. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan, partisipatif, dan regeneratif menjadi indikator penting kesehatan sebuah gereja lokal. Dalam konteks Gereja Batak Karo Protestan (GBKP), pembinaan memiliki makna yang lebih luas karena terkait erat dengan sistem pelayanan presbiterial-sinodal yang menekankan kepemimpinan kolektif-kolegial (runggu). Artikel ini hendak memperdalam, melengkapi, dan mengontekstualisasikan tulisan awal mengenai perlunya pembinaan di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi, dengan tetap mempertahankan esensi pengalaman empiris yang telah dituliskan, sekaligus memperkaya dengan muatan teologis dan refleksi aktual....

Catatan Tambahan PJJ 19-25 April 2020


1 Tessalonika 5 : 19-24

Thema : Ujilah Lebe, Cikep si Mehulina

5:19   Ola ambati pendahin Kesah Si Badia.
5:20   Ola kam anggap enteng nandangi berita kerna sura-sura Dibata.
5:21   Kai pe ujilah lebe; cikep si mehuli,
5:22   Silahken kerina si jahat.
5:23   Dibata, si mereken kemalemen ate man banta, erbahanca kam badia i bas kai pe; janah Ia si engkawali kam, kesahndu, tendindu ras kulandu bersih i bas kesalahen nari asum kerehen Tuhanta Jesus Kristus pagi.
5:24   Dibata si ndilo kam e setia kap, janah Ia si erbahanca maka si enda banci jadi

FAKTA

1.      Paulus memberikan pengajaran tentang hal hal yang krusial  dalam pelayanan kepada Jemaat Tesaloika. Ada empat  point

a.      Jangan menghambat pekerjaan Roh Kudus  (Kesah Si Badia)
b.      Jangan anggap enteng tentang berita berita Tentang Keinginan Tuhan
c.       Dalam segala hal, “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik”.
d.      Hindari semua yang jahat.

2.      Paulus memberikan  dorongan dan semangat untuk melakukan hal hal tersebut tanpa merasa takut
3.      Tidak ada yang bisa terjadi dalam kehidupan ini tanpa persetujuan Tuhan.




ARTI

1.     Untuk mesukseskan pelayanan dibutuhkan kemampuan dan keterampilan tingkat tinggi dan teknologi maju  supaya lebih berdampak terhadap penguatan iman dan persekutuan.  

2.      Mengambil keputusan untuk ikut dalam pelayanan bukanlah keputusan ecek ecek, atau tanggung, namun  keputusan yang paling penting, atau keputusan yang paling sacral yang bisa diambil oleh seseorang.  Sebab, pertolongan TUHAN kepadanya pun sebagaimana dijelaskan oleh Paulus adalah pertolongan yang sangat menyeluruh dan membuat mereka sebagai orang orang yang paling bahagia dan berprestasi di dunia.

3.     Semua yang terjadi dalam proses kemajuan dunia diketahui oleh TUHAN dan bisa terjadi karena persetujuan Tuhan. Oleh sebab itu perkembangan IT pun harus diarahkan untuk memperbaiki pelayanan. Implikasinya, semua serayan Tuhan harus meningkatkan pemahaman dan kemampuan dirinya dalam mendayagunakan Teknologi Informasi.

PENGKENAINA

1.    Semua serayan Tuhan dan jemaat GBKP harus selalu meningkatkan kepekaan nya terhadap pelayanan Roh Kudus, (Kesah Si Badia).

2.     Semua orang harus bijak mempergunakan IT dan berusaha untuk mempergunakan IT tersebut untuk hal hal yang baik dan positif terutama  mempermudah dan memperkuat pelayanan.

3.    Khusus nya serayan Tuhan, Pertua, diaken, dan pendeta tetap mempunyai semangat dalam meningkatkan kemampuan dan kepekaan diri sehingga setiap saat bisa menjadi pemimpin jemaat dalam menguji dan menentukan mana yang benar.

Bujur ras mejuah juah kita kerina.
Pt. Analgin Ginting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025