Featured Post

Perlunya Pembinaan Partisipatif dan Regeneratif di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi

Gambar
  Pt. Em Analgin Ginting M.Min.  Pendahuluan Pembinaan jemaat merupakan salah satu tugas hakiki gereja yang tidak dapat dipisahkan dari panggilan teologisnya sebagai ekklesia—umat Allah yang dipanggil, dibentuk, dan diutus ke tengah dunia (Ef. 4:11–13). Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran iman, karakter, dan kepemimpinan. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan, partisipatif, dan regeneratif menjadi indikator penting kesehatan sebuah gereja lokal. Dalam konteks Gereja Batak Karo Protestan (GBKP), pembinaan memiliki makna yang lebih luas karena terkait erat dengan sistem pelayanan presbiterial-sinodal yang menekankan kepemimpinan kolektif-kolegial (runggu). Artikel ini hendak memperdalam, melengkapi, dan mengontekstualisasikan tulisan awal mengenai perlunya pembinaan di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi, dengan tetap mempertahankan esensi pengalaman empiris yang telah dituliskan, sekaligus memperkaya dengan muatan teologis dan refleksi aktual....

Catatan Tambahan PJJ 8 - 14 Maret 2020


2 Korinti 5 : 16-19
Thema : Perukuren Simbaru
(Evaluasi Entrepreneurship )

5:16      Dage genduari pengerganta nandangi sekalak manusia lanai bo rikutken pertimbangen manusia. Aminna gia nai pengerganta nandangi Kristus e rikutken pertimbangen manusia, tapi genduari lanai bage sibahan.

5:17      Adi kalak ersada ras Kristus, ia me tinepa si mbaru, si male enggo lepas janah nehenlah, si mbaru enggo reh.

5:18      Kerina si enda Dibata erbahanca, maka arah Kristus, kita si gelgel nari ermusuhen ras Ia, enggo ibahanNa jadi temanNa. Janah man kami iberekenNa dahin guna njadiken musuhNa jadi temanNa.

5:19      Alu kata si deban: Dibata enggo nai reh i bas Kristus; enggo ijadikenNa manusia jadi teman Dibata. Dibata la mperkiraken kelepaken manusia. Janah man kami enggo iendeskenNa Berita perdamen e.


FAKTA

1.      Terjadi pergeseran tentang cara manusia menghargai manusia.  Bukan lagi berdasarkan pertimbangan manusia, namun meningkat menjadi berdasarkan pertimbangan Kristus atau pertimbangan surga kepada manusia.

2.      Seseorang yang sudah bersatu dengan Yesus Kristus (menerima Yesus Kristus sebagai juru selamatnya) , sudah menjadi manusia baru. Pandanglah dan hargai lah dia sebagai Ciptaan Baru.  Yang sudah lama/usang akan lepas, sedangkan yang baru sudah datang.

3.      Semua ini bisa terjadi Karena Yesus Kristus. Kita yang dulu bermusuhan denganNYA saat ini sudah dirubah menjadi temanNYA.   Tuhan Yesus tidak memperhitungkan/mengingat ingat segala dosa dan kesalahan manusia. 

4.      Ada tanggung jawab kepada Paulus untuk mempertemankan musuh Tuhan Yesus dengan Tuhan Yesus.

ARTI

1.     Manusia bertumbuh secara spiritual dari belum mengenal Tuhan menjadi lebih mengenal Tuhan. Orang Kristen menyadari Bahwa  Yesus Kristus adalah Dibata yang datang kepada umat manusia, untuk mendorong pertumbuhan spiritual manusia.  Pertumbuhan manusia, terjadi dengan cara mengenal, menerima dan menjadi sama dengan Yesus Kristus.

2.     Manusia pada awalnya adalah musuh atau lawan atau seteru Tuhan, karena manusia ingkar janji tidak mampu mempertahankan komitmen nya hidup dalam ketaatan  dan berdosa kepada TUHAN.  Yesus Kristus lah yang mengakhiri permusuhan itu, dengan cara DIA memaafkan dan mendoakan semua orang yang secara sengaja menyakiti, mengkhianat, memukul, menyeret, mencambuk, memaku tangan dan kakiNYA, menyalibkan Dia, mengolok olok Dia diatas salib, sampai menombak lambungNYA untuk memastikan kematianNYA.  Semua mereka dijadikan  Tuhan Yesus sebagai teman /sahabat yang SANGAT DIKASIHINYA.  Termasuk tentu saja kam kerina ras aku pe.

3.     Semua manusia yang sudah menerima Yesus Kristus sebagai temannya mempunyai tugas untuk membawa semua orang yang bermusuhan dengan diriNYA menjadi temanNYA untuk menerima kasih sayang NYA yang tidak terbatas.




PENGKENAINA

1.      Bertumbuh secara spiritual atau secara iman artinya memiliki pemikiran yang baru (perukuren si mbaru) kerna TUhan Yesus, kerna manusia, kerna hubungan manusia ras manusia, terutama kerna hubungan manusia ras Tuhan Yesus e. Tidak ada musuh secara iman, sebab semua kita dibenarkan dan dijadikan Tuhan Yesus sebagai kawanNYA.

2.      Pakailah setiap pengalaman, terutama pengalaman pelayanan yang berat dan letih, dikritik dan dicaci sebagai proses pendewasaan diri, untuk lebih mengenal Yesus Kristus.  Semua momen dan pengalaman dalam hidup berfungsi juga untuk menguatkan dasar pengenalan dan dasar iman kepada Yesus Kristus.

3.      Menjadi entrepreneur yang mau bekerja keras, belajar dan bersandar kepada TUhan adalah salah satu cara untuk membawa semakin banyak orang kepada Yesus Kristus.
4.      Banyak yang sampai saai saat ini memusuhi TUhan Yesus, tugas kita lah membawa mereka kepada Kristus.  Amin.

Bujur ras mejuah juah kita kerina.
Pt. Analgin Ginting

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025