Featured Post

Refleksi 136 Tahun GBKP

Gambar
Menggali Akar Identitas: Rekonstruksi Narasi Penginjilan Karo dari Perspektif Perlawanan, Martabat, dan Iman Oleh Pt. Em. Analgin Ginting, M.Min. Pendahuluan: Menyoal Narasi "Penjinakan" Selama lebih dari satu abad, sejarah masuknya Injil ke Tanah Karo sering kali dibingkai dalam bayang-bayang kepentingan ekonomi kolonial. Narasi konvensional menyebutkan bahwa pengiriman misionaris oleh Nederlandsche Zendeling Genootschap (NZG) merupakan permintaan Jacob Theodoor Cremer untuk meredam aksi Musuh Berngi.  Namun, melihat peristiwa 18 April 1890 hanya sebagai alat "penjinak" adalah pengerdilan terhadap harga diri bangsa Karo. Sudah saatnya kita menarasikan ulang peristiwa ini sebagai sebuah perjumpaan antara kebenaran Injil dengan bangsa yang memiliki kecerdasan taktis dan integritas moral yang tinggi. Ilustrasi H.C Kruyt Tiba di Buluh Awar, 18 April 1890 Karakteristik Karo: Antara Pembalasan dan Kesetiaan Sebelum diterangi Injil, bangsa Karo telah memiliki prinsip hidu...

Catatan Tambahan PJJ 16-22 Februari 2020


Lukas 1 : 1-4
Thema : Turiken Alu Tangkas

1:1 Teopilus si ihamati. Nterem kalak enggo nuratken alu ratur kerna kejadin-kejadin si terjadi i tengah-tengahta.
1:2 Kalak enda nuratken kai si enggo ituriken man banta, e me si ituriken kalak si ngidah kejadin e tangtangna nari dingen meritakenca.
1:3 Dage, perbahan enggo kupepayo alu megermet kerina kejadin e i bas mula-mulana nari, e maka mehuli kuakap adi kusuratken ka alu ratur man bandu.
1:4 Kubahan e gelah tangkas man bandu, maka tuhu-tuhu nge kerina si enggo iajarken man bandu e.



FAKTA

1.      Lukas sang penulis Injil ini adalah seorag Yunani yang juga menulis Kitap Kisah Para Rasul.  Lukas seorang yag sangat berkomitmen sebagai pengikut Yesus Kristus dan berusaha untuk melakukan yang terbaik, yang bias dia lakukan dalam melayani dan menghormati Tuhan nya, Yesus Kristus.

2.      Lukas megatakan bahwa kejadian kejadian yang terjadi karena kehadiran Yesus Kristus di tengah tengah manusia sangat menakjubkan dan memujau banyak orang, sehingga banyak diantara mereka yang menuliskan semua kejadian yang terjadi.

3.      Lukas pun dalam awal suratnya kepada sahabatnya Teofilus mengataka bahwa Surat yang dia tulis ini adalah hasil dari pengamatan dan evaluasi yang dia lakukan terhadap apa yang sebenarnya sudah terjadi.   Dan tujuan Lukas supaya Teofilus tidak lagi meragukan apa yang sudah di dengarnya tentang Yesus Kristus.

ARTI Dan MAKNA

1.      Banyak orang yang ingin menceritakan kembali kejadian menakjubkan yang dia alami.  Pengalaman banyak orang ikut melihat, mendengar, merasakan kejadian bersama Yesus Kristus, melahirkan suatu pengalaman yang sangat indah, sehingga dorongan untuk menceritakannya kepada sahabat dan keluarga sangat besar sekali.  Menceritakan kebaikan, memang salah satu visi yang paling penting dalam hidup ini.

2.     Hubungan Lukas  dengan Teofilus adalah hubungan dua orang dewasa dalam kehidupan. Mereka bukan orang Yahudi namun selalu bersentuhan atau bersinggungan dengan Yahudi pada masa, kejadian kejadin hebat sedang terjadi berkat masuk nya Yesus Kristus, TUHAN ke dalam kehidupan manusia.   Oleh sebab perasaan dekat dan penuh hormat serta  kasih sayang maka Lukas menuliskan kembali semua tulisan yang sudah ada untuk memperjelas siapa Yesus Kristus kepada Teofilus. Bahkan Lukas melakukan terlebih dahulu study ilmiahnya sebelumnya menuliskan seluruh suratnya, yang sekarang kita kenal sebagai Injil Lukas.

3.     Mengerjakan pekerjaan, melaporkannya dan menuliskannya akan menjadi sempurna dan menjadi kemuliaan kepada Tuhan, jika didasari oleh rasa persahabatan, pertemanan atau pun kasih setia.  Katakanlah dan tuliskanlah Kisah Tuhan Yesus Kristus terhadap sahabat Anda, teman Anda keluarga Anda, dan khususnya Anak anak Anda.

PENGKENAINA

1.      Marlah kita melakukan  yang terbaik dalam hidup kita.  Seperti Lukas yang mengamati dan menguji lapangan terlebih dahulu sebelum dia menuliskan kepada Teofilus.

2.      Ada pengorbanan untuk melakukan yang terbaik, dan orang Kristen harus lah berfikir dan berusaha untuk melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya, dalam hidupnya dalam pelayanannya. 

3.     Saat menceritakan tentang Tuhan Yesus kepada orang lain, lakukanlah dengan prinsip paling baik.  Lakukan dengan tidak ada niat melebih lebihkan diri, tapi benar benar menjelaskan tentang kash setia Tuhan Yesus Kristus.

4.      Seluruh kehidupan, seluruh usia hidup hidup di dunia adalah studi lapangan sebelum menceritakan tentang Kasih Sayang Tuhan kita Yesus Kristus.  Namun sekalipun setiap detik hidup kita kita pakai untuk menceritakan kebaikan Tuhan Yesus, sebenarnya belum apa apa (masih terlalu kecil) jika dibandingkan dengan besar dan agungnya Kasih Sayang Tuhan Yesus kepada diri kita. Amin.  

Bujur ras mejuah juah kita kerina.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025