Featured Post

Analisis Lengkap Mengenai Ketidaksinambungan Komunikasi antara Pertua & Diaken Emeritus dengan Pertua & Diaken Aktif di GBKP (Klasis Bekasi-Denpasar) dalam Perspektif Akademis dan Teologis

Gambar
 Pembinaan khusus bagi Pertua dan Diaken Emeritus Klasis Bekasi-Denpasar yang dilaksanakan di Kinasih, Depok, pada 7 Februari 2025 mengangkat isu fundamental mengenai peran dan keterlibatan pertua dan diaken emeritus dalam gereja. Salah satu poin yang ditekankan oleh Pdt. Christoper Sinulingga, selaku Kabid Pembinaan Moderamen GBKP, adalah bahwa tidak ada perbedaan dalam hal melayani  antara pertua dan diaken aktif dengan pertua dan diaken emeritus. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan komunikasi dan peran yang cukup signifikan. Pertanyaan kunci yang muncul: 1. Mengapa terjadi kesenjangan komunikasi dan peran antara pertua & diaken emeritus dengan pertua & diaken aktif? 2. Benarkah dalam konsep teologis tidak ada perbedaan antara keduanya? 3. Jika secara konsep tidak ada perbedaan, mengapa dalam praktik muncul perbedaan? 4. Apa tujuan sejati dari pembinaan ini, dan bagaimana penyelesaiannya? Untuk menjawab pertanyaan ini, analisis...

Catatan Tambahan PJJ 13-19 Oktober 2019



Makeken Pengertin, Kebeluhen Ras Kengasupen

Thema     :   Entrepreneurship : Keahlin.

Ogen  Keluaren 31 : 1-11

31:1        Nina TUHAN man Musa,

31:2        "Enggo Kupilih Besalel, anak Uri kempu Hur, i bas suku Juda nari,

31:3        janah enggo Kudemi ia alu kesahKu. Enggo Kubereken man bana pengertin, kebeluhen ras kengasupen erbahan barang-barang si mejile:

31:4        ngerencanaken ras erbahan potongen si mejile i bas emas pirak ras tembaga nari;

31:5        nggarut permata ras namakenca i bas bingkena; erbahan ukir-ukiren kayu ras erbage-bage dahin erbahan barang-barang si deban si mejile.

31:6        Bage pe enggo Kupilih Oholiap anak Ahisamah, i bas suku Dan nari guna nampati Besalel. Man tukang-tukang si deban pe enggo Kubereken kengasupen si mbelin, gelah banci ibahanna kerina si enggo Kuperentahken e me:

31:7        Kemah Perjumpan, Peti Perpadanen ras tutupna, kerina perabot-perabot Kemah e,

31:8        meja ras alat-alatna, nahe lampu i bas emas murni nari ras kerina alat-alatna, batar-batar ingan nutungi si merim-merim,

31:9        batar-batar guna persembahen tutungen ras kerina alat-alatna, baskom ras tapakna ingan lau pemurihi tan ras nahe,

31:10     paken imam si lanai kal lang-lang jilena si man paken Harun ras anak-anakna tupung ndahiken dahin imam,

31:11     minak penangkuhen, ras barang tutungen si merim guna ingan si badia. I bas erbahan barang-barang si enda kerina, la banci sitik pe nimpang i bas kai si enggo Kupedahken man bandu."

Fakta

1.    Tuhan berbicara kepada Musa tentang (apa)  rencanaNYA, tentang (bagaimana) yang menjalankan rencanaNYA, tentang (siapa) yang sanggup dan mampu menjalankan rencanaNYA dan (mengapa)    rencanaNYA harus dijalankan.  Rencana Tuhan sangat detail, bernilai, rinci dan lengkap segala sesuatunya serta bertujuan untuk kebaikan manusia dan kemulian TUHAN sekaligus.

2.     Tuhan sudah memilih, melatih, melengkapi Besalel, Oholiap dan ahli ahli yang lain.  Tuhan tidak menjelaskan mengapa dia memilih Besalel dan Oholiap, namun semua     pilihan Tuhan pasti ada makna dan tujuan teologisnya.

3.     Tuhan juga sudah menjelaskan rencanaNYA secara sangat sempurna kepada MUSA


Ilustrasi Artis tentang Besalel dan Oholiap 


Makna  
                                                  
1.     Tuhan selalu dan tidak pernah berhenti mempunyai rancangan yag sangat baik  dan bernilai tentang bangsa pilihanNYA.

2.     Rancangan Tuhan tentang bangsa pilihanNYA dan seluruh anak anak NYA yang sudah DIA pilih dalam nama anakNYA yang Tunggal, Yesus Kristus adalah rancangan kesempurnaan.  Rancangan TUHAN selalu berkaitan dengan dua hal.  (1) Untuk menunjukkan kasih sayang NYA kepada umat NYA dan (2) supaya umatNYA dan bangsa pilihanNYA selalu memuliakan dan mengkuduskan nama TUHAN saja.

3.     Tuhan adalah sumber segala ide, gagasan dan pikiran kreatif dan inovatif serta sumber dari segala keahlian.  Keahlian positif yang tujuannya positif dan berguna untuk kemanusiaan dan menyatakan Kasih Sayang, pasti bersumber dari TUHAN.

4.     Tuhan lah yang menginginkan supaya segala hasil kerja manusia khususnya umat PilihanNYA adalah hasil kerja yang berkualitas, nomor satu dan tidak tertandingi.  Tuhan menginginkan kesempuran kualitas dan kuantitas.

5.     Kepada Bangsa Yahudi tutunan dari TUHAN sangat perfeck (sempurna) sampai kepada hal hal yang paling detail dan kecil.  Tuhan kita adalah TUHAN yang sempurna. Jika Tuhan sudah memberkati umatNya dengan Mobil Toyota Kijang, maka TUHAN pun pasti akan memberikan uang untuk beli bensinnya.

6.     Keahlian yang didapat Besalel dan Oholiap bukanlah dalam proses kerja satu malam, namun Besalel dan Oholiap mendapatkan keahliannya karena mereka bertekun dan melatih dirinya siang dan  malam, jatuh bangun dalam jangka waktu yang lama.  Sebab tidak ada keahlian yang bisa didapat secara instant.  Kalau Mie ada yang instant, keahlian tidak ada yang instant.

7.     Pakailah keahlian yang kam (kita) miliki untuk benar benar memuliakan Tuhan.  Jangan hanya lagak memuliakan Tuhan, namun sebenarnya hanya untuk keuntungan dan kepuasan diri sendiri saja.


Membangun Rumah Adat Karo juga membutuhkan keahlian yang sangat tinggi 

Pengkenaina

·      Tidak ada orang yang bodoh/longor di mata TUHAN.  Yang ada hanyalah orang yang rajin berlatih dan malas berlatih.  Semua orang yang punya keahlian adalah orang yang RAJIN melatih dan mengasah keahliannya.

·        Pakaikanlah keahlian yang kita miliki untuk mengasihi sesama dan memuliakan /meninggikan nama TUHAN.

·      Tuhan sudah menciptakan otak manusia dengan jumlah neuron  miliaran dengan tujuan semua manusia dapat memiliki pengertian, kebeluhen dan kengasupan .  Jadi kam ras aku, kita kerina adalah orang orang cerdas, pentar, berpengertian secara menyeluruh asal kita latih dan kembangkan segala potensi yang sudah ditanamkan TUHAN  sejak semula, bahkan sejak manusia pertama.

·      Milikilah keredahan hati dengan prinsip gelas kosong dalam belajar dan belajar dan terus belajar.

Bujur ras mejuah juah kita kerina. 

Pt. Analgin Ginting

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penataan Adat / Matius 15:1-9 (Pekan Penatalayanan Keenam)

Catatan Tambahan PJJ 07 – 13 April 2024