Featured Post

Perlunya Pembinaan Partisipatif dan Regeneratif di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi

Gambar
  Pt. Em Analgin Ginting M.Min.  Pendahuluan Pembinaan jemaat merupakan salah satu tugas hakiki gereja yang tidak dapat dipisahkan dari panggilan teologisnya sebagai ekklesia—umat Allah yang dipanggil, dibentuk, dan diutus ke tengah dunia (Ef. 4:11–13). Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran iman, karakter, dan kepemimpinan. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan, partisipatif, dan regeneratif menjadi indikator penting kesehatan sebuah gereja lokal. Dalam konteks Gereja Batak Karo Protestan (GBKP), pembinaan memiliki makna yang lebih luas karena terkait erat dengan sistem pelayanan presbiterial-sinodal yang menekankan kepemimpinan kolektif-kolegial (runggu). Artikel ini hendak memperdalam, melengkapi, dan mengontekstualisasikan tulisan awal mengenai perlunya pembinaan di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi, dengan tetap mempertahankan esensi pengalaman empiris yang telah dituliskan, sekaligus memperkaya dengan muatan teologis dan refleksi aktual....

Catatan Tambahan PA PERMATA Minggu 13-19 Oktober 2019



Bahan Alkitab :             Kolose 3:18_19
Thema :                         Ersikap Ku Bas Perjabun

Nas Kolose 3 : 18-19

3:18  Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.

3:19  Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia

FAKTA

1.  Alkibat menjadi sumber dalam penetapan peran suami dan istri dalam Rumah Tangga.

2.    Istri  tunduk kepada suami, sebagaimana manusia tunduk kepada TUHAN .

3.    Suami, mengasihi istri sebagaimana Kristus mengasihi umatNYA

4.    Suami tidak kasar terhadap istri.


 Ishak dan Ribka dalam Maha Karya Rembrandt

MAKNA

1.    Seorang Kristen harus paham terlebih dahulu peranannya dalam rumah tangga.  Ada sumber dari adat dan budaya, namun ada sumber lain yang lebih spiritual dari Alkitab.

2.    Istri harus memperlakukan suaminya dalam konteks  teologis. Istri tunduk bukan karena istri lebih rendah, tapi istri tunduk karena suami adalah representasi TUHAN terhadap jemaatnya. Jadi seandainya pun pendidikan istri lebih tinggi, gaji atau income istri lebih tinggi dari suami, tetap dia tunduk secara teologis.

3.    Suami pun harus memandang istrinya pertama tama sebagai sosok yang lemah, banyk kekurangan, banyak ketidak mengrtian dan banya kesalahan/dosa.  Seperti Tuhan memandang dan memperlakukan jemaatnya. 

4.    Suami harus lah mengasihi istrinya dalam ketotalan keberadaannya.

5.    Kita percaya Jodoh ditentukan Tuhan, artinya peranan TUHAN dalam mempertemukan sepasang calon suami istri lebih besar dari pada peranan masing masing calon tersebut.



PENGKENAINA

·       Tuhan menginginkan dan merancang jodoh dan pernikahan anak anak nya.  Oleh sebab itu bersyukurlah kepada TUHAN jika sudah menemukan jodoh atau pasangan hidup.

·       Ikuti/ taatilah secara penuh penjelasan Alkitab tengtang hubungan dan peranan suami dan istri.

·       Perjabuun dan rumah tangga orang Kristen mempunyai misi khusus yang harus diwujudkan.

·       Keluarga adalah dasar, tujuan, tempat belajar untuk menyembah dan memuliakan TUHAN dalam hidup.

Bujur ras mejuah juah kita kerina
Pt. Analgin Ginting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025