Featured Post

Catatan Tambahan PJJ: 8 – 14 Maret 2026

Gambar
  Nas: Kejadian 23 : 10 – 20 Thema: Tempat Kita Bermusyawarah (Inganta Runggu) 1. Pendahuluan Kedewasaan berorganisasi dan bersekutu terlihat dari cara kita bermusyawarah secara tajam, efisien, produktif, namun penuh kasih serta visioner. Musyawarah bukan sekadar formalitas, melainkan ruang kedaulatan Tuhan di mana ide-ide kreatif lahir melalui keteraturan. Dalam tradisi iman, bermusyawarah adalah tanggung jawab spiritual untuk mencapai solusi yang bermartabat dan memiliki legalitas yang jelas.  2. Fakta Alkitabiah dan Perspektif Teologis Berdasarkan nas Kejadian 23:10-20, kita menemukan fakta-fakta fundamental dalam bermusyawarah: • Transparansi Publik: Musyawarah dilakukan di "pintu gerbang kota" dan disaksikan oleh semua orang. Secara teologis, ini adalah bentuk akuntabilitas publik. • Legalitas dan Etika: Abraham membayar harga pasar yang berlaku (400 syikal perak) untuk menjamin kepemilikan yang sah dan mencegah konflik di masa depan. • Perspektif John Calvin: Beli...

Catatan Tambahan PA PERMATA Minggu 13-19 Oktober 2019



Bahan Alkitab :             Kolose 3:18_19
Thema :                         Ersikap Ku Bas Perjabun

Nas Kolose 3 : 18-19

3:18  Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.

3:19  Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia

FAKTA

1.  Alkibat menjadi sumber dalam penetapan peran suami dan istri dalam Rumah Tangga.

2.    Istri  tunduk kepada suami, sebagaimana manusia tunduk kepada TUHAN .

3.    Suami, mengasihi istri sebagaimana Kristus mengasihi umatNYA

4.    Suami tidak kasar terhadap istri.


 Ishak dan Ribka dalam Maha Karya Rembrandt

MAKNA

1.    Seorang Kristen harus paham terlebih dahulu peranannya dalam rumah tangga.  Ada sumber dari adat dan budaya, namun ada sumber lain yang lebih spiritual dari Alkitab.

2.    Istri harus memperlakukan suaminya dalam konteks  teologis. Istri tunduk bukan karena istri lebih rendah, tapi istri tunduk karena suami adalah representasi TUHAN terhadap jemaatnya. Jadi seandainya pun pendidikan istri lebih tinggi, gaji atau income istri lebih tinggi dari suami, tetap dia tunduk secara teologis.

3.    Suami pun harus memandang istrinya pertama tama sebagai sosok yang lemah, banyk kekurangan, banyak ketidak mengrtian dan banya kesalahan/dosa.  Seperti Tuhan memandang dan memperlakukan jemaatnya. 

4.    Suami harus lah mengasihi istrinya dalam ketotalan keberadaannya.

5.    Kita percaya Jodoh ditentukan Tuhan, artinya peranan TUHAN dalam mempertemukan sepasang calon suami istri lebih besar dari pada peranan masing masing calon tersebut.



PENGKENAINA

·       Tuhan menginginkan dan merancang jodoh dan pernikahan anak anak nya.  Oleh sebab itu bersyukurlah kepada TUHAN jika sudah menemukan jodoh atau pasangan hidup.

·       Ikuti/ taatilah secara penuh penjelasan Alkitab tengtang hubungan dan peranan suami dan istri.

·       Perjabuun dan rumah tangga orang Kristen mempunyai misi khusus yang harus diwujudkan.

·       Keluarga adalah dasar, tujuan, tempat belajar untuk menyembah dan memuliakan TUHAN dalam hidup.

Bujur ras mejuah juah kita kerina
Pt. Analgin Ginting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025