Featured Post

Catatan Tambahan Khotbah Minggu 29 Maret 2026

Gambar
Thema : Raja Yang Datang Di Dalam Nama TUHAN.   (Raja Si reh Ibas Gelar Tuhan) Nas Khotbah : Lukas 19 :  28 – 40 I. Pendahuluan Saudara yang dikasihi Tuhan, narasi "Minggu Palmarum" seringkali terjebak dalam romantisme sorak-sorai semata. Namun, jika kita menggali lebih dalam, perjalanan Yesus ke Yerusalem bukanlah sebuah kebetulan sejarah. Ini adalah sebuah proklamasi kedaulatan. Yesus tidak sedang hanyut dalam arus massa; Dialah yang menetapkan arus tersebut. Tema kita hari ini, "Raja Yang Datang Di Dalam Nama TUHAN", memanggil kita untuk memeriksa kembali: Raja seperti apa yang kita sembah? Apakah Dia Raja yang memenuhi ambisi kita, atau Raja yang memenuhi kehendak Bapa?  II. Fakta dari Nas: Kedaulatan Sang Sutradara Agung Lukas mencatat dengan detail bagaimana Yesus mengatur pengambilan keledai. Ini bukan sekadar meminjam kendaraan. Secara teologis, ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Sutradara Paling Agung dalam kehidupan manusia. Dia menguasai semua skenario da...

Catatan Tambahan PA Moria Tanggal 20-26 Oktober 2019. . Ulih Percaya Diri


Bahan Penelaahan  : Perbahanen Rasul 5 : 33 - 39

Tema. :  Percaya Diri

Tujuan : Gelah Moria

1.     Ngidah kinipangen Gamaliel ndalanken ras nuriken Kebenaran
2.     Pang ngelakoken ras ndalanken si mehuli amin gia lit tantangen

Metoda :   Study Kasus Ras Diskusi

Perb. Rasul 5 : 33 – 39

5:33     Megi kata e merawa kal ate anggota sidang. Ibunuhna pe atena rasul-rasul e.

5:34     Tapi tedis sekalak anggota sidang e, e me kalak Parisi, gelarna Gamaliel. Ia sekalak guru Undang-undang janah kerina kalak mehamat man bana. Isuruhna gelah ibaba lebe ndarat rasul-rasul e.

5:35     Jenari nina man anggota sidang, "O kam kalak Israel, ukurkenlah manjar-anjar kai si atendu ibahanndu nandangi rasul-rasul enda.

5:36     Sabap nai reh si Tudas, ikatakenna maka ia sekalak si mbelin; janah lit pe si ngikutken ia empat ratus kalak. Tapi kenca ia ibunuh kerina pengikut-pengikutna e merap janah pergerakenna ngadi.

5:37     Kenca si e, sanga ilakoken cacah jiwa reh ka Judas i Galilea nari. Ibabaina kalak si nterem mbrontak. Tapi ia pe ibunuh janah kerina pengikut-pengikutna merap.

5:38     Perbahan si e kukataken man bandu, ola ugapa pe ibahan ia. Pelepas sajalah, sabap adi i bas manusia nari kin ajarenna e, masap nge pagi.

5:39     Tapi adi i bas Dibata nari, labo mungkin kam ngasup ngolangisa. Banci jadi kam nge si ngelawan Dibata." Kai si ikataken Gamaliel e ikutken anggota sidang

Contoh Moria Yang Sangat Percaya Diri 

Fakta

1.     Pada perikop ini digambarkan perjalanan sebuah persidangan yang sangat seru, serius dan penuh intrik.  Sampai akhirnya pimpinan Sdang dan Bangsa Israel ingin membunuh para Rasul

2.     Tokoh tokoh agama Yahudi yang memimpin siding dan para hadirin merasa dituduh oleh Petrus dkk , ketika Petrus dan para rasul menceritakan kronologi kematian Yesus Kristus, dan kebangkitanNYA pada hari yang ketiga.  Ada kata kata Petrus bahwa Imam Iman lah yang merekayasa untuk membunuh Yesus.

3.     Kemarahan Para Imam pipinan siding silihat oleh Gamaliel, seorang Parisi yang menguasai banyak hal.  Gamaliel lalu menyusun sebuah narasi yang sangat argumentatif  dengan mengambil Kisah TUDAS dan YUDAS .  Tudas dan Yudas sang pemimpin ditangkap dan dibunuh, anak buahnya kocar kacir kemudian ajarannya lenyap.

4.     Gamaliel membela Para Rasul dengan sebuah power statement yang sangat kuat, bahwa Jika ajaran manusia pasti akan lenyap, namun jika itu ajaran dari  Allah Bapa, siapapun tidak akan bias menghambatnya.  Lalu Gamaliel  menyampaikan bahwa para Rasul tidak usah dibunuh, sebab jika ajarannya bukan dari Allah Bapa, maka pasti akan lenyap.  Namun  jika dari Tuhan tidak akan bias dihambat dan dimusnahkan.

5.     Para Pimpinan Sidang menerima argument Gamaliel dan tidak jadi membunuh para Rasul.

  Arti Dan Makna.

1.  Selalu ada tantangan dalam menjalankan kebenaran, selalau ada tantangan dalam pelayanan.  Tantangan terberat dalam pelayanan salah satunya adalah seperti yang dialami para Rasul saat siding di Yerusalem.  Nyawa terancam.

2.  Situasi yang  mencekam bias diamankan dan diatasi oleh seorang yang percaya diri, mampu memehami masalah secara logis dan mampu menyusun argumentasi serta menyampaikan nya dengan gagah berani dan siap menerima segala risiko.

3.  Tuhan membantu dan menolong seseorang yang  berani dan mampu berkomunikasi secara meyakinkan, serta motifnya bukan untuk diri sendiri.  Maka berani dan percaya dirilah.

4.  TUhan bias menyuruh/memakai siapa saja untuk membela para rasulNya, untuk membela serayanNYA .

5.  Penyerahan diri secara utuh dan total kepada TUHAN akan membuat seseorang  tampil penuh percaya diri.

6.  Persiapan diri saat adalah salah satu kunci untuk berani tampil, dengan meyakinkan serta penuh percaya diri.



Pengkenaina.

·        Beranilah tampil dan percaya dirilah jika pada suatu momentum ide dan gagasan Anda bias memperbaiki situasi. Persiapan sekarang ini bias membuat kita lebih percaya diri satu tahun lagi, 3 tahun lagi, 5 tahun lagi saat momentumnya tiba.

·      Jangan memasang gengsi terlalu tinggi , siapapun bisa  tampil salah.  Lakukanlah dengan sepenuh hati, jika salah bersedialah memperbaiki diri dan belajar kembali. Orang tidak tampil karena gengsinya terlalu tinggi, sehingga dia tidak siap untuk melihat dirinya salah dan konyol.  Ini contoh pemikiran yang keliru dan perlu dibuang.Rasul Petrus dan semua Rasul yang lain pernah dianggap salah.  Pada saat nya TUHAN menghadirka pembela semua anak anaknya.

·        Akrab dengan TUHAN, mau belajar serta menganggap semua orang lain adlah sahabat dan teman adalah kunci untuk meningkatkan PERCAYA DIRI.

Terima kasih dan mejuah juah kita kerina .
TUhan simasu masu.  
Pt. Analgin Ginting.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025