Featured Post

Inilah 10 Pecatur Terbesar Dari Suku Karo

Gambar
Sejarah tentang kehebatan catur Suku Karo bisa diawali dari   Si Narsar yang mampu menahan remis mantan Juara Dunia Catur asal Belanda, Max Euwe , pada era 1920-an merupakan salah satu catatan emas paling monumental dalam histori percaturan Tanah Karo dan Indonesia. ​Sesuai dengan fakta sejarah dan tingkatan prestasi tersebut, berikut adalah daftar 10 Legenda dan Pecatur Terbesar dari Suku Karo. ​ 1. Si Narsar (Sutan Perang / Legenda Pelopor Era 1920-an) ​ Status: Legenda Utama & Maestro Klasik Karo ​ Pencapaian Kunci: Tokoh jenius catur asal Tanah Karo yang mencatatkan sejarah legendaris saat bertanding melawan Max Euwe (yang kelak menjadi Juara Dunia Catur ke-5) pada era 1920-an di Medan/Sumatra dan berhasil menahan remis . Pertandingan ini membuktikan secara internasional betapa tingginya kapasitas taktis alami yang dimiliki oleh pecatur Karo sejak zaman kolonial. ​ 2. GM Cerdas Barus ​ Gelar: Grandmaster (GM) ​ Pencapaian Kunci: Meraih medali emas papa...

KATA SAMBUTAN KETUA PGI PADA PEMBUKAAN SIDANG SINODE GBKP TAHUN 2010 : BANGSA INI SEDANG SAKIT.



Di awal kata sambutannya Ketua PGI dengan suara yang sangat lantang mengatakan Thema Sidang Sinode GBKP Tahun 2010 ini sangat baik, karena mengacu kepada kemerdekan kristiani. Selanjutnya kata ketua PGI pada periode yang kedua ini bahwa kemerdekaan kristen adalah kemerdekaan dari Allah untuk melakukan segala sesuatu. Tapi juga BUKAN tanpa batas. Disisi lain ketua PGI juga memuji Khotbah Pembukaan yang disampaikan oleh Pdt Jenni Eva. Bahkan menurut dia khotbah yang disampaikan itu pasti sudah sangat membekali sidang kali ini.

Selanjutnya dengan volume suara yang lebih tinggi ketua PGI mengatakan bahwa Bangsa Indonesia saat ini sedang sakit, karena maraknya korupsi. Korupsi ada dimana-mana dan dalam segala bentuk dan segala aras. Ciri-ciri sakitnya bangsa ini tambah ketua PGI adalah, hadirnya bonek di Jakarta yang merusak segala sesuatu, demonstrasi yang identik dengan pengrusakan. Oleh sebab itu kata ketua PGI, gereja tidak boleh sakit. Gereja harus dapat memberi upaya penyembuhan bangsa yang sakit ini.

Ketua PGI ini kembali memuji khotbah Pdt Jenni (yang memang dengan gaya lelucon menyinggung cara-cara yang tidak baik dalam pemilihan moderamen pada sidang-sidang sebelumnya) supaya mengedepankan nilai-nilai kasih, iman dan integritas dalam mengadakan pemilihan.

Selanjutnya pada giliran sambutannya Bupati Karo kembali menyinggung bahwa bangsa ini memang sakit, dan untuk itu gereja harus berani melakukan cara-cara yang lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026