Featured Post

Surat Ukat, Endi-Enta, dan Soteriologi Calvin: Temuan Kontekstual Anugerah dan Perbuatan Baik

Gambar
  Oleh Pt. Em. Analgin Ginting Abstrak ​Artikel ini mengeksplorasi korelasi antara filosofi hidup masyarakat Karo yang terekam dalam konsep Surat Ukat ( Endi-Enta ) dengan soteriologi Calvinis, khususnya mengenai doktrin anugerah Allah ( sola gratia ) dan perbuatan baik sebagai ucapan syukur ( gratitudo ). Melalui pendekatan teologi kontekstual, tulisan ini menunjukkan bahwa kearifan lokal Karo menyediakan gambaran kultural yang tepat untuk memahami keterdahuluan anugerah Allah sebelum tanggung jawab etis manusia. I. Pendahuluan ​Masyarakat Karo memiliki pandangan hidup yang berakar kuat pada pemeliharaan kehidupan dan relasi sosial. Salah satu ekspresi filosofis yang terekam dalam budaya Karo—terutama melalui Surat Ukat (surat ucapan/ungkapan kehendak hati)—adalah dinamika relasional antara Endi (memberi) dan Enta (meminta respon/hasil) [1]. ​Dalam kehidupan sehari-hari, makanan berfungsi sebagai simbol utama pemeliharaan. Orang Karo percaya bahwa Tuhan ( Dibata ) adalah Pemb...

BENTUK PERSIDANGAN SIDANG SINODE GBKP KE 34


Bentuk persidangan Sinode GBKP ke 34 ini sebagaimana sidang-sidang sebelumnya, dan juga seperti yang diatur oleh tata gereja adalah dipimpin oleh majelis jemaat secara kolektif. Dalam hal ini klasis-klasis memilih perwakilannya untuk memimpin kelanjutan persidangan. Namun dalam ditentukan berdasarkan giliran yaitu 5 klasis setiap sidang sinode.

Yang terpilih pada sidang sinode kali ini adalah
1. Klasis Medan Delitua
2. Klasis Medan Pokok Mangga
3. Klasis Jakarta Bandung
4. Klasis Berastagi
5. Klasis Kabanjahe-Tiga Panah

Kecuali klasis Medan Delitua yang mengirim seorang pendeta yang menjadi pimpinan sidang, maka keempat klasis lain memilih seorang pertua. Mereka lah yang memimpin seluruh persidangan secara kolektif, sampai nanti terpilih pimpinan pengurus moderamen yang baru.

Jumlah peserta sidang kali ini tercatat sebanyak 762 orang yang terdiri dari 11 orang dari Moderamen, 144 orang utusan klasis dan 607 orang dari runggun. Disamping itu ada juga undangan dari luar GBKP maupun perwakilan dari kategorial. Ditambah dengan seluruh panitia, maka total peserta ada sekitar sembilan ratus enam puluhan orang. Mereka ini lah yang secara bersama-sama akan menentukan arah dan kebijakan gereja GBKP 5 tahun mendatang. Tentu saja atas bimbingan Roh Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025