Featured Post

Catatan Tambahan Khotbah 26 April 2026. Jubilate.

Gambar
  Naskah Khotbah: Bersorak Karena Perbuatan Tuhan Allah ​ Thema: Ersurak Erkiteken Perbahanen Dibata Nas: Mazmur 65:1-9 ​I. Pendahuluan: Kejujuran di Hadapan Sang Pencipta ​Penulis Mazmur dikenal sebagai sosok yang sangat transparan dan ekspresif dalam relasinya dengan Tuhan. Ia tidak memakai "topeng" kesalehan; ketika ia sedih, bingung, marah, takut, atau merasa menjadi korban perundungan, ia menyampaikannya apa adanya kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Demikian pula saat hatinya meluap dengan sukacita, ia bersorak dan bernyanyi tanpa keraguan. ​Sikap transparan inilah yang menjadi pintu gerbang transformasi. Pertobatan sejati tidak dimulai dari kata-kata manis, melainkan dari kejujuran mengakui kondisi diri di hadapan Allah. ​II. Arti dan Makna Teologis ​Berdasarkan perenungan atas Mazmur 65:1-9, kita menemukan beberapa pilar iman: ​ Tuhan yang Mendengar dan Mengampuni: Tuhan senantiasa mau mendengar doa dan mengabulkan permohonan ampun dari orang-orang berdosa. ...

MELAWAN


Kecantikannya memang tiada yang berani menggugatnya.
Elok bertahta rupawan dan semakin, ketika 12 bulan dalam masa perawatan.
Jika tutur katanya halus dan manja meminta ketiadaan, maka hal itulah yang melambungkannya menjadi ratu sebagai pengganti Wasti sebelumnya

Namun kesempurnaan kecantikannya ternyata tidaklah terletak dalam tubuh dan mata indah, serta wajah cakep dan suara mendesah.
Akan tetapi terletak dalam puasa 3 malam, ketika meminta kepada Tuhan sebuah jubah keberanian, untuk menghadap sang raja yang tidak mengundang.
Surat kepada Pamannya Mordekhai dia goreskan dengan air mata, yang melicinkan kata-kata “Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025