Featured Post

Bapa Kami, Guru Spiritual Kami

Gambar
Pada hari Selasa, 22 Januari 2026 lalu, kami telah mengantarkan bapa kami tercinta ke tempat peristirahatan sementaranya di dunia. Jenazah beliau dimakamkan di kuburan keluarga di desa kami. Pusaranya di Pendem Bulanjahe telah lebih dahulu ditempati oleh saudaranya, ayahnya (bulang kami), serta nenek tigan kami, Beru Tarigan Tendang, yang meninggal pada tahun 1978 dalam usia sekitar 55 tahun.  Ayah kami menjadi anak yatim sejak usia tujuh tahun, ketika ayahnya—bulang kami—meninggal pada tahun 1950. Sejak itu ia dibesarkan oleh ibunya serta bibi tengah dan bibi tuanya, Beru Ginting Munte, yang sangat menyayanginya, juga sangat menyayangi kami. Ayah kami bertumbuh di jalanan. Ia seorang single fighter. Sekolahnya hanya sampai SMP dan tidak tamat.  Sekitar tahun 1974 terbuka lowongan menjadi pegawai negeri di RSU Kabanjahe. Ayah mengikuti ujian persamaan setara SMP untuk memperoleh ijazah yang diperlukan. Dengan bantuan Dr. Batur Ginting, Kepala RSU saat itu, ia diterima menjadi ...

SIDANG SINODE HARI Ke-2



Acara Sidang Hari Kedua dimulai dengan Laporan Umum Modramen kepengurusan tahun 2005-2010, yang disampaikan oleh Ketua Modramen bergantian dengan Sekretaris Umum dan Wakil Sekretaris Umum pada sesi pagi. Setelah break dilanjutkan oleh laporan keuangan yang dibawakan bendahara umum, diikuti oleh laporan Tim Verifikasi dan juga laporan KPP.

Pada kata pengantarnya ketua Modramen mengatakan bahwa peningkatan pelayanan di daerah perkotaan ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pedesaan. Menurut analisanya hal ini terjadi karena ada kaitannya dengan penempatan pelayan Tuhan (penempatan pendeta). Ditambahkan bahwa untuk klasis di kota ratio antara jumlah pendeta dengan jumlah runggun paling tinggi. Di contohkan bahwa di klasis Jakarta Palembang jumlah runggun ada 17 dan pendetanya juga 17 orang. bandingkan misalnya dengan Klasis Kuala Langkat, dari jumlah runggun 21, pendetanya hanya 11 orang. Jadi karena di perkotaan umumnya pendetanya lebih banyak, maka pelayanannya juga lebih cepat maju.

Jadi penempatan pendeta ada hubungannya dengan besar kecil setorannya, kata ketua modramen yang bergelar Doktor Teologia ini. Kedepan, harus diupayakan untuk sistim penempatan yang lebih baik sehingga jumlah pendeta baik di kota ataupun di desa bisa lebih merata. Sempat disampaikan gagasan untuk menciptakan subisidi program atau subsidi pelayanan antara klasis yang kuat dengan klasis yang lemah.

SEdangkan bendahara runggun dalam laporannya mengatakan bahwa keuangan GBKP sudah lebih baik karena ada peningkatan pendapatan yang cukup berarti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025