Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 31 Agustus – 6 September 2025

Gambar
  Thema: Teman SeKerja ( Teman sada dahin ) Nas: Galatia 2:6–10 Pengantar Perikop ini memperlihatkan dinamika penting dalam kehidupan pelayanan gereja mula-mula. Rasul Paulus menggambarkan bahwa Injil dipercayakan kepada dirinya bagi bangsa-bangsa non-Yahudi, sedangkan kepada Petrus dipercayakan bagi orang Yahudi. Hal ini bukan hasil strategi manusia, tetapi rancangan Allah yang berdaulat. Persatuan pelayanan ditandai dengan jabat tangan sebagai simbol penerimaan dan pengakuan. Di baliknya, tersimpan satu prinsip penting: pelayanan Kristen selalu berakar pada kasih karunia Allah, dilakukan dalam kolaborasi, serta tidak boleh melupakan orang miskin dan yang lemah. Fakta Paulus menegaskan bahwa Allah tidak memandang muka (ay. 6). Hal ini meneguhkan kesetaraan di hadapan Allah, tanpa memandang kedudukan sosial, ekonomi, atau budaya. Para rasul di Yerusalem mengakui dan merestui panggilan Paulus bagi bangsa non-Yahudi (ay. 7–9). Pelayanan Injil dibagi berdasarkan konteks: Pet...

SIDANG SINODE HARI Ke-2



Acara Sidang Hari Kedua dimulai dengan Laporan Umum Modramen kepengurusan tahun 2005-2010, yang disampaikan oleh Ketua Modramen bergantian dengan Sekretaris Umum dan Wakil Sekretaris Umum pada sesi pagi. Setelah break dilanjutkan oleh laporan keuangan yang dibawakan bendahara umum, diikuti oleh laporan Tim Verifikasi dan juga laporan KPP.

Pada kata pengantarnya ketua Modramen mengatakan bahwa peningkatan pelayanan di daerah perkotaan ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pedesaan. Menurut analisanya hal ini terjadi karena ada kaitannya dengan penempatan pelayan Tuhan (penempatan pendeta). Ditambahkan bahwa untuk klasis di kota ratio antara jumlah pendeta dengan jumlah runggun paling tinggi. Di contohkan bahwa di klasis Jakarta Palembang jumlah runggun ada 17 dan pendetanya juga 17 orang. bandingkan misalnya dengan Klasis Kuala Langkat, dari jumlah runggun 21, pendetanya hanya 11 orang. Jadi karena di perkotaan umumnya pendetanya lebih banyak, maka pelayanannya juga lebih cepat maju.

Jadi penempatan pendeta ada hubungannya dengan besar kecil setorannya, kata ketua modramen yang bergelar Doktor Teologia ini. Kedepan, harus diupayakan untuk sistim penempatan yang lebih baik sehingga jumlah pendeta baik di kota ataupun di desa bisa lebih merata. Sempat disampaikan gagasan untuk menciptakan subisidi program atau subsidi pelayanan antara klasis yang kuat dengan klasis yang lemah.

SEdangkan bendahara runggun dalam laporannya mengatakan bahwa keuangan GBKP sudah lebih baik karena ada peningkatan pendapatan yang cukup berarti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 15–21 Juni 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025