Featured Post

Catatan Tambahan Khotbah Minggu 3 Mei 2026

Gambar
Nyanyikanlah Nyanyian Baru bagi Tuhan ​ Nats: Mazmur 98:1-9 ​ Pendahuluan ​Dunia kita sering kali dipenuhi dengan "nyanyian lama"—keluhan tentang beban hidup, kekhawatiran akan masa depan, dan narasi keputusasaan. Namun, pemazmur mengajak kita keluar dari kelesuan tersebut. Mengapa? Karena Tuhan kita bukanlah Allah yang statis. Dia adalah Allah yang bergerak, yang "telah melakukan perbuatan-perbuatan ajaib". Hari ini, kita dipanggil bukan sekadar untuk bernyanyi, melainkan melantunkan "Nyanyian Baru"—sebuah resonansi dari jiwa yang telah mengalami intervensi tangan kanan Tuhan yang kudus. ​Arti dan Makna Teologis ​Setiap perbuatan baik Tuhan, yang selalu datang silih berganti adalah bertujuan untuk menyempurnakan kasih keselamatan yang sudah Dia lakukan.  Manusia hanya perlu meresponnya dengan nyanyian pujian dan ucapan syukur.  ​Karena memang ternyata, respon yang paling cepat, yang paling berkualitas dan yang paling mahal dan tak ternilai kepada T...

SIDANG SINODE HARI Ke-2



Acara Sidang Hari Kedua dimulai dengan Laporan Umum Modramen kepengurusan tahun 2005-2010, yang disampaikan oleh Ketua Modramen bergantian dengan Sekretaris Umum dan Wakil Sekretaris Umum pada sesi pagi. Setelah break dilanjutkan oleh laporan keuangan yang dibawakan bendahara umum, diikuti oleh laporan Tim Verifikasi dan juga laporan KPP.

Pada kata pengantarnya ketua Modramen mengatakan bahwa peningkatan pelayanan di daerah perkotaan ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pedesaan. Menurut analisanya hal ini terjadi karena ada kaitannya dengan penempatan pelayan Tuhan (penempatan pendeta). Ditambahkan bahwa untuk klasis di kota ratio antara jumlah pendeta dengan jumlah runggun paling tinggi. Di contohkan bahwa di klasis Jakarta Palembang jumlah runggun ada 17 dan pendetanya juga 17 orang. bandingkan misalnya dengan Klasis Kuala Langkat, dari jumlah runggun 21, pendetanya hanya 11 orang. Jadi karena di perkotaan umumnya pendetanya lebih banyak, maka pelayanannya juga lebih cepat maju.

Jadi penempatan pendeta ada hubungannya dengan besar kecil setorannya, kata ketua modramen yang bergelar Doktor Teologia ini. Kedepan, harus diupayakan untuk sistim penempatan yang lebih baik sehingga jumlah pendeta baik di kota ataupun di desa bisa lebih merata. Sempat disampaikan gagasan untuk menciptakan subisidi program atau subsidi pelayanan antara klasis yang kuat dengan klasis yang lemah.

SEdangkan bendahara runggun dalam laporannya mengatakan bahwa keuangan GBKP sudah lebih baik karena ada peningkatan pendapatan yang cukup berarti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025