Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (25 – 31 Oktober 2026)

Gambar
​ Tema: Konfesi Kedatangan Jesus Kembali ( Konfesi Kerehen Jesus Mulihken / Advent ) Teks Alkitab: Matius 24:36–44 ​ Pendahuluan ​Kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali ( Eskaton / Parousia ) merupakan puncak pengharapan iman Kristen. Namun, Alkitab secara tegas menegaskan bahwa waktu kedatangan-Nya dipagari oleh rahasia kedaulatan ilahi. Ketidakpastian waktu ini bukanlah alasan bagi gereja untuk bersikap apatis, melainkan pendorong teologis untuk senantiasa hidup dalam kesiapsiagaan iman. Eskatologi Kristen tidak mengajarkan spekulasi tanggal, melainkan transformasi cara hidup di tengah dunia yang terus berjalan. ​ Fakta ​ Ketahuannya Waktu Hanya pada Bapa: Tidak ada seorang pun—bahkan malaikat maupun Anak—yang tahu hari dan saat kedatangan-Nya, melainkan hanya Bapa. ​ Kondisi Zaman Nuh sebagai Ilustrasi: Manusia sebelum air bah hidup dalam rutinitas wajar (makan, minum, kawin) namun abai terhadap peringatan ilahi hingga kebinasaan datang mendadak. ​ Pemisahan ya...

SIDANG SINODE HARI Ke-2



Acara Sidang Hari Kedua dimulai dengan Laporan Umum Modramen kepengurusan tahun 2005-2010, yang disampaikan oleh Ketua Modramen bergantian dengan Sekretaris Umum dan Wakil Sekretaris Umum pada sesi pagi. Setelah break dilanjutkan oleh laporan keuangan yang dibawakan bendahara umum, diikuti oleh laporan Tim Verifikasi dan juga laporan KPP.

Pada kata pengantarnya ketua Modramen mengatakan bahwa peningkatan pelayanan di daerah perkotaan ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pedesaan. Menurut analisanya hal ini terjadi karena ada kaitannya dengan penempatan pelayan Tuhan (penempatan pendeta). Ditambahkan bahwa untuk klasis di kota ratio antara jumlah pendeta dengan jumlah runggun paling tinggi. Di contohkan bahwa di klasis Jakarta Palembang jumlah runggun ada 17 dan pendetanya juga 17 orang. bandingkan misalnya dengan Klasis Kuala Langkat, dari jumlah runggun 21, pendetanya hanya 11 orang. Jadi karena di perkotaan umumnya pendetanya lebih banyak, maka pelayanannya juga lebih cepat maju.

Jadi penempatan pendeta ada hubungannya dengan besar kecil setorannya, kata ketua modramen yang bergelar Doktor Teologia ini. Kedepan, harus diupayakan untuk sistim penempatan yang lebih baik sehingga jumlah pendeta baik di kota ataupun di desa bisa lebih merata. Sempat disampaikan gagasan untuk menciptakan subisidi program atau subsidi pelayanan antara klasis yang kuat dengan klasis yang lemah.

SEdangkan bendahara runggun dalam laporannya mengatakan bahwa keuangan GBKP sudah lebih baik karena ada peningkatan pendapatan yang cukup berarti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)