Featured Post

​Catatan Tambahan PJJ 15 – 21 Maret 2026

Gambar
 ​ Thema: Membuat Rencana Yang Mendetail ( Erbahan Rencana Si Megermet ) Nas: Amsal 21:5 ​ Pendahuluan ​Dalam kehidupan beriman, sering kali muncul kekeliruan bahwa perencanaan adalah tanda kurangnya bersandar pada Tuhan. Padahal, Alkitab menegaskan bahwa hikmat Allah bekerja melalui ketelitian. Nas Amsal 21:5 memberikan kontras tajam antara "si rajin" yang merancang dengan matang dan "si tergesa-gesa" yang bertindak tanpa perhitungan. Perencanaan yang mendetail ( megermet ) bukanlah bentuk keraguan terhadap penyertaan Tuhan, melainkan bentuk tanggung jawab atau penatalayanan atas berkat yang telah dipercayakan-Nya kepada kita. ​Fakta Dari Nas ​ Amsal 21:5 (TB): "Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan." ​Secara tekstual dan teologis, terdapat fakta konkret yang terkandung dalam ayat ini: ​ Kepastian Hukum Tabur Tuai: Penggunaan kata penegas "semata...

SIDANG SINODE HARI Ke-2



Acara Sidang Hari Kedua dimulai dengan Laporan Umum Modramen kepengurusan tahun 2005-2010, yang disampaikan oleh Ketua Modramen bergantian dengan Sekretaris Umum dan Wakil Sekretaris Umum pada sesi pagi. Setelah break dilanjutkan oleh laporan keuangan yang dibawakan bendahara umum, diikuti oleh laporan Tim Verifikasi dan juga laporan KPP.

Pada kata pengantarnya ketua Modramen mengatakan bahwa peningkatan pelayanan di daerah perkotaan ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pedesaan. Menurut analisanya hal ini terjadi karena ada kaitannya dengan penempatan pelayan Tuhan (penempatan pendeta). Ditambahkan bahwa untuk klasis di kota ratio antara jumlah pendeta dengan jumlah runggun paling tinggi. Di contohkan bahwa di klasis Jakarta Palembang jumlah runggun ada 17 dan pendetanya juga 17 orang. bandingkan misalnya dengan Klasis Kuala Langkat, dari jumlah runggun 21, pendetanya hanya 11 orang. Jadi karena di perkotaan umumnya pendetanya lebih banyak, maka pelayanannya juga lebih cepat maju.

Jadi penempatan pendeta ada hubungannya dengan besar kecil setorannya, kata ketua modramen yang bergelar Doktor Teologia ini. Kedepan, harus diupayakan untuk sistim penempatan yang lebih baik sehingga jumlah pendeta baik di kota ataupun di desa bisa lebih merata. Sempat disampaikan gagasan untuk menciptakan subisidi program atau subsidi pelayanan antara klasis yang kuat dengan klasis yang lemah.

SEdangkan bendahara runggun dalam laporannya mengatakan bahwa keuangan GBKP sudah lebih baik karena ada peningkatan pendapatan yang cukup berarti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025