Featured Post

Paralysis of Analysis di GBKP: Menakar Macetnya Kepemimpinan Spiritual di Persimpangan Prosedur

Gambar
Oleh Pt. Em Analgin Ginting  Dengan Bantuan Gemini AI  I. PENDAHULUAN Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) saat ini sedang berada dalam sebuah anomali sejarah yang memprihatinkan. Sebuah fakta pahit yang tidak bisa dibantah adalah ketidaktuntasan pembahasan Tata Gereja pada Sidang Sinode GBKP Tahun 2025 Kegagalan ini melahirkan kekosongan hukum (vakum) yang berdampak luas; GBKP sempat berjalan tanpa Tata Gereja yang sah secara hukum sinodal. Akibatnya, muncul kegelisahan masif di ribuan Runggun. Pertanyaan retoris namun pedih bergema: "Gereja kita memakai tata gereja yang mana?" Kondisi ini diperparah oleh manajemen persidangan yang tidak efisien. Bayangkan, sebuah persidangan yang dihadiri oleh sekitar 900 orang peserta (Pendeta, Pertua, dan Diaken). Jumlah yang kolosal ini menuntut logistik yang luar biasa besar, biaya yang membengkak, dan ruang sidang yang luas. Namun, realitasnya menunjukkan bahwa kuantitas manusia tidak berbanding lurus dengan kualitas keputusan. Kita haru...

SIDANG SINODE GBKP KE 34 TELAH DITUTUP DENGAN TOREHAN SEJARAH BARU



Beberapa saat setelah semua pengurus Modramen periode 2010-2015 telah terpilih, maka majelis pimpinan sidang yang berjumlah 5 orang menyerahkan palu sebagai simbol berakhirnya tugas kepada sang pemberi mandat yaitu Modramen GBKP periode 2005-2010. Selanjutnya, Ketua Modramen yang lama Pdt Jadiaman Perangin-angin DTh menyerahkan palu tersebut kepada Pdt Matius Panji Barus sebagai Ketua Modramen yang baru. Dan seluruh anggota Modramen yang lain pun diminta maju kedepan untuk menutup seluruh persidangan. Sekitar jam 00.45 Sidang Modramen GBKP ke 34 tahun 2010 dengan resmi ditutup. Pelantikan Modramen yang baru akan dilaksanakan pada kebaktian minggu tanggal 18 April 2010.

Tepat Jam 0915, kebaktian minggu dilaksanakan. Yang bertindak sebagai liturgist adalah Pdt Suenita br Sinulingga, MTh, Pengkhotbah adalah Pdt Jan Sihar Aritonang, PhD ketua STT Jakarta yang sudah ada sejak Jumat, yang akan melantik adalah Pdt Dr EP Gintings, mantan ketua Modramen sebelum Pdt Jadiaman Perangin-angin.

Ketika kebaktian dan kata-kata sambutan berakhir pada pukul 13.15 maka dengan resmi berakhirlah Sidang Sinode ini, meskipun masih dilanjutkan dengan pementasan karya seni dari seluruh jemaat yang antusias mempertunjukkan talenta-talentanya.

Beberapa catatan bersejarah dari pelaksanaan Sidang Sinode ini.
1. Merupakan Sidang Sinode terbaik selama ini (disampaikan pada kata sambutan penutupan Pdt Jadiaman Perangin-angin, yang diperkuat oleh banyak peserta. Bahkan salah seorang utusan dari sekitar Sibolangit inilah Sidang Sinode terbaik sejak tahun 1976)
2. Adanya fenomena Alam yang sangat menyentak emosi dan iman seluruh pserta bahkan jemaat GBKP, berpulangnya Pt. Amanat Sembiring pada hari kedua persidangan dan menggelagarnya petir dua hari sebelum penutupan Sidang. Meskipun sempat mengenai 3 orang petugas/panitia tapi berselang dua hari semua sudah pulih kembali. Seolah olah Tuhan mengatakan, "Akulah yang empunya kehidupan, Aku memanggil yang sudah saatnya Kupanggil, namun Aku juga melindungi siapa yang belum saatnya kupanggil. Oleh sebab itu jangan takut, Aku menyertaimu sampai akhir jaman.
3. Terpilihnya anggota Modramen yang berdomisili di Pulau Jawa, yang tentu saja harus mempunyai komitmen untuk tetap melayani dan hadir di Kabanjahe saat diperlukan, sekaligus menetapkan teknologi informasi (video Conference) jika ada rapat-rapat mendesak.

Terpujilah Tuhan, dia memakai GBKP untuk menunjukkan KasihNya. Dan Roh Kudus serta mujijatNya sangat nyata di Sidang Sinode, yang akan selalu dikenang seluruh peserta. Karena menegaskan, Roh Kudus Tuhan datang karena ide dan kehendak Tuhan. Bukan kehendak yang lain. Si Sampat-Sampaten Lah Kam maba Baban Geluh Enda (Galatia 6 : 2)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025