Featured Post

Refleksi 136 Tahun GBKP: Menjemput Jati Diri yang Tercecer

Gambar
  Oleh Pt. Em Analgin Ginting Pengantar   Menjelang usia ke-136 pada 18 April 2026, GBKP berdiri di persimpangan jalan yang krusial. Perjalanan ini tidak boleh dilepaskan dari sejarah besar dunia, di mana kita juga dipanggil untuk mengenang kembali peristiwa Reformasi Gereja sekitar 500 tahun yang lalu. Semangat Sola Scriptura, Sola Gratia, dan Sola Fide yang dikobarkan para reformator seharusnya menjadi cermin untuk melihat sejauh mana GBKP hari ini masih setia pada jalurnya, atau justru sedang mengalami pengikisan kualitas teologi dan spiritualitas yang mengkhawatirkan. Krisis integritas kini kian nyata ketika pelayanan mulai bergeser menjadi sekadar karier profesional. Fenomena "urban-sentris" di kalangan pendeta menjadi luka terbuka; di mana hasrat menetap di kota besar demi fasilitas telah menciptakan jurang spiritual dengan jemaat di pelosok desa. Jika desa-desa terpencil yang merupakan rahim sejarah GBKP kini dianggap sebagai "tempat pembuangan", maka kita te...

SIDANG SINODE GBKP KE 34 TELAH DITUTUP DENGAN TOREHAN SEJARAH BARU



Beberapa saat setelah semua pengurus Modramen periode 2010-2015 telah terpilih, maka majelis pimpinan sidang yang berjumlah 5 orang menyerahkan palu sebagai simbol berakhirnya tugas kepada sang pemberi mandat yaitu Modramen GBKP periode 2005-2010. Selanjutnya, Ketua Modramen yang lama Pdt Jadiaman Perangin-angin DTh menyerahkan palu tersebut kepada Pdt Matius Panji Barus sebagai Ketua Modramen yang baru. Dan seluruh anggota Modramen yang lain pun diminta maju kedepan untuk menutup seluruh persidangan. Sekitar jam 00.45 Sidang Modramen GBKP ke 34 tahun 2010 dengan resmi ditutup. Pelantikan Modramen yang baru akan dilaksanakan pada kebaktian minggu tanggal 18 April 2010.

Tepat Jam 0915, kebaktian minggu dilaksanakan. Yang bertindak sebagai liturgist adalah Pdt Suenita br Sinulingga, MTh, Pengkhotbah adalah Pdt Jan Sihar Aritonang, PhD ketua STT Jakarta yang sudah ada sejak Jumat, yang akan melantik adalah Pdt Dr EP Gintings, mantan ketua Modramen sebelum Pdt Jadiaman Perangin-angin.

Ketika kebaktian dan kata-kata sambutan berakhir pada pukul 13.15 maka dengan resmi berakhirlah Sidang Sinode ini, meskipun masih dilanjutkan dengan pementasan karya seni dari seluruh jemaat yang antusias mempertunjukkan talenta-talentanya.

Beberapa catatan bersejarah dari pelaksanaan Sidang Sinode ini.
1. Merupakan Sidang Sinode terbaik selama ini (disampaikan pada kata sambutan penutupan Pdt Jadiaman Perangin-angin, yang diperkuat oleh banyak peserta. Bahkan salah seorang utusan dari sekitar Sibolangit inilah Sidang Sinode terbaik sejak tahun 1976)
2. Adanya fenomena Alam yang sangat menyentak emosi dan iman seluruh pserta bahkan jemaat GBKP, berpulangnya Pt. Amanat Sembiring pada hari kedua persidangan dan menggelagarnya petir dua hari sebelum penutupan Sidang. Meskipun sempat mengenai 3 orang petugas/panitia tapi berselang dua hari semua sudah pulih kembali. Seolah olah Tuhan mengatakan, "Akulah yang empunya kehidupan, Aku memanggil yang sudah saatnya Kupanggil, namun Aku juga melindungi siapa yang belum saatnya kupanggil. Oleh sebab itu jangan takut, Aku menyertaimu sampai akhir jaman.
3. Terpilihnya anggota Modramen yang berdomisili di Pulau Jawa, yang tentu saja harus mempunyai komitmen untuk tetap melayani dan hadir di Kabanjahe saat diperlukan, sekaligus menetapkan teknologi informasi (video Conference) jika ada rapat-rapat mendesak.

Terpujilah Tuhan, dia memakai GBKP untuk menunjukkan KasihNya. Dan Roh Kudus serta mujijatNya sangat nyata di Sidang Sinode, yang akan selalu dikenang seluruh peserta. Karena menegaskan, Roh Kudus Tuhan datang karena ide dan kehendak Tuhan. Bukan kehendak yang lain. Si Sampat-Sampaten Lah Kam maba Baban Geluh Enda (Galatia 6 : 2)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025