Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 20 – 27 September 2026

Gambar
 ​ Tema: Berpengharapan Maka Diabadikan ( Erpengarapan Maka Ikelini ) Sub-Tema: Mengenal Tuhan Adalah Buah Dari Berpengharapan Nats Alkitab: Roma 8 : 18 – 25 ​ “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.   Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.   Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.   Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.   Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pe...

KEBAKTIAN MALAM YANG SANGAT MENEDUHKAN


Persiapan yang dilakukan oleh panitia Sidang Sinode ke 34 ini patut diacungi jempol, terutama dalam menyusun ibadah pagi dan malam hari. Ibadah malam misalnya pada dua malam terakhir ini dilakukan dalam bentuk Teize. Satu bentuk ibadah yang lebih memfokuskan kepada penghayatan. Mulai dengan pencahayaan yang dilakukan dengan mematikan lampu, namun ada salib dan cahaya lilin, pemilihan lagu-lagu yang bernuansa kontemplasi, serta kata-kata pemimpin liturgi yang sangat sahdu. Banyak peserta sidang mengatakan bahwa bentuk kebaktian seperti ini sangat mengena karena mengajak kita semua merenungkan kehidupan, baik secara rohani dan jasmani.

Disamping itu ada hal lain yang sangat membantu menenangkan seluruh peserta sidang, setiap 3 jam sekali diperdentangkan lonceng dari Chapel yang ada di lokasi retreat centre ini. Pada saat bunyi lonceng terdengar semua harus saat teduh, apapun yang dilakukan saat ini. Hal ini sangat membantu terutama saat perdebatan sengit sedang terjadi, karena pada saat lonceng semua harus dia, merenung dan berdoa.

Pada pergantian sesi selalu dinyanyikan lagu-lagu pujian yang berirama riang, baik lagu rohani maupun lagu lagu karo. Dan lagu yang paling banyak sering dinyanyikan karena paling "enak" adalah

Perbunga Dap-Dap
(Karangan Djaga Depari)

Sere pia ni gele-geleken
Meruah-ruah si regi-regi
Lagu kai gia ku endeken
Mejuah-juah simbegi-mbegi

Pepulung batang parira
Ku baba ku Brastagi
Enggo pulung kita kerina
Notokenca sangap encari aron

Enterem kuidah jelma bagi perbunga dap-dap
Mejile tuhu rupana payo nge sibar nitatap
Tapi perukurenna rembang kepe bagi kap kap
Di la mujiken bana la kal akapna terakap aron

Enterem kuidah jelma turang bagi perjabu tengah
kawes kemuhen rubat bage bagem akapna megah
Adi lawes ia nagani, nagani api ki rumah-rumah
Enggo keri penaganina tarumna cikurak janah ersumpah aron

Adi rubat ras teman senina, Em tandana la meteh ngena
Adi rubat kita ras turang, Em tandana pemeteh kurang
Adi rubat ras anak kuta, em tandana kita metuda
Adi rubat ras nande bapa, E Kebilangen kam man Dibata aron.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026