Featured Post

Revitalisasi Etos Kerja Karo: Rahasia "Endi Enta" sebagai Respon Ilahi

Gambar
( Menakar Kesamaan  Teologi Calvin dengan Filosofi Surat Ukat Endi Enta) Pt. Em. Analgin Ginting.  Filosofi Endi Enta (Surat Ukat)  secara harfiah merujuk pada prinsip timbal balik yang adil dan kerja keras. Ukat (sendok nasi tradisional dari bambu/tempurung kelapa) memiliki dua sisi: satu sisi untuk menyendok nasi ke piring orang lain (Endi - ini, ambillah), dan sisi lain sebagai pegangan atau bagian dari proses yang menghasilkan untuk diri sendiri (Enta - berikan padaku/bagianku). Dalam masyarakat Karo, Ukat bukan sekadar alat dapur, melainkan simbol keadilan dan keseimbangan hidup. Namun, jika kita menggali lebih dalam secara teologis, filosofi "Surat Ukat: Endi Enta" sebenarnya adalah sebuah dialog antara Tuhan (Dibata)  dan manusia. 1. Inisiatif Kasih: Tuhan sebagai Sang "Endi" Utama Dalam pemahaman teologi Calvinisme yang sejati, segala sesuatu dimulai dari Allah (God’s Initiative). Sebelum manusia mampu bekerja, Tuhan telah terlebih dahulu melakukan Endi. • ...

SIDANG SINODE GBKP 34 DIBUKA DENGAN RESMI


Dengan Nada Kocak Ketua Modramen mengatakan “begiken Presiden GBKP” ngerana nake. Kata “Presiden GBKP” pertama sekali memang dimunculkan oleh Pdt Jenni Eva dalam khotbah pembukaannya. Langsung saja, seluruh peserta sidang menyambutnya dengan gerrrr. Apa lagi ketika dilanjutkan “ sepuluh tahun jadi Presiden GBKP bagenda-bagenda ngenca nake”, dengan tawanya yang sangat lepas. Namun nanti pada pertengahan khotbahnya Pdt Jadiaman mengoreksi bahwa pemimpin GBKP adalah pemimpin kolektif bukan Presiden GBKP.

Kata Sambutan ini disampaikan setelah Sidang Sinode GBKP yang ke-34 ini dibuka dengan resmi oleh yang mewakili Gubernur Sumatra Utara, H Syamsul Arifin, SE dengan memukul Gong yang telah disediakan panitia di sebelah kanan pentas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025