Featured Post

Nande Beru Tarigan Mengajar Kami Berteologi dalam Kelembutan

Gambar
 ​Kami tidak pernah menyangka akan kehilangan Nande Beru Tarigan secepat ini. Dalam doa-doa pribadi, kami terus memohon kepada Tuhan agar diberi kesempatan untuk membersamainya satu atau dua tahun lagi, atau bahkan lebih lama. Namun, Tuhan memiliki ketetapan yang berbeda. ​Hanya berselang sekitar lima bulan setelah kami menghantarkan ayahanda kami, Ginting Mergana, ke tempat peristirahatannya, Nande pun menyusul pergi menuju keabadian bersama Bapa di Firdaus. Air mata yang belum sempat mengering kini harus banjir kembali. Dalam waktu yang begitu singkat, kami lima bersaudara kini telah menjadi yatim piatu. ​Senandung Riang di Tengah Ujian ​Perjalanan kesehatan Nande sebenarnya mulai menurun sejak beliau mengalami stroke ringan pada tahun 2017—sembilan tahun yang lalu. Secara fisik, wajahnya tidak banyak berubah. Namun, tangan kirinya tak lagi bisa berfungsi dan kemampuan kognitifnya perlahan menurun. Meski begitu, keceriaannya tidak pernah pudar. Kami sekeluarga selalu berusaha ...

Perempuan Sundal



Sempat dia terdiam, beku dan tak tahu apa apa.
Seluruh logika dan kecerdasan nya tumpul dan dibodohkan.
Merasa segenap kesucian diri serta martabatnya ditimpuki kotoran yg paling jijik, ketika Allah berkata "pergilah nikahi perempuan sundal."
Perempuan yang paling hina, dan paling dianggap tak berharga.

Kemudian dengan kepatuhan seekor domba yang mau disembelih, dia turuti Titah Sang Maha Tahu. Dia nikahi perempuan 'tak berguna itu', dan melupakan semua impiannya tentang kecantikan, keluwesen, kesucian, serta kemanjaan seorang perawan.
Kelak, saat dia menggendong anaknya yg ketiga dipangkuannya baru dia menyadari betapa Allah sedang meletakkan dasar kasìhNya kepada bangsa Israil dan seluruh manusia.

Dan ketika Tuhan sendiri mengatakan bahwa Dia lah yang dijadikan perempuan sundal oleh Bangsa Israil.
Dan memperlakukanNya hanya sebagai pemuas nafsu bejat manusia-manusia laknat yang meganggap dirinya paling bermartabat.
Dipuja-puji saat ada kebutuhan dan niat-niat opurtunis,
Tapi dibuang dan dibentak-bentak serta diludahi saat kebutuhannya sudah tercapai.

Begitupun, Aku tetap mengasihinya. Dan keturunannya akan kubuat dalam jumlah pasir belantara. Dan semua manusia akan memuji dan menyembah kepada kebesaran dan kesetian kasih Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ 10 – 16 Agustus 2025