Featured Post

CATATAN KHOTBAH ​Minggu, 25 Oktober 2026

Gambar
 ​ Tema: Bersaksi Tentang Tuhan ( Naksiken Kerna Tuhan ) ​ Nas Khotbah: Kisah Para Rasul 1:6–11 ​ I. PENDAHULUAN   ​Kita hidup di sebuah era ketika Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi digital dapat menjawab hampir segala pertanyaan manusia, memprediksi tren masa depan, bahkan mensimulasikan realitas. Namun, di balik kecanggihan teknologi ini, muncul dua krisis eksistensial yang besar: ​ Disorientasi Masa Depan ( Futuristic Anxiety ): Manusia semakin terobsesi ingin mengontrol masa depan—memprediksi algoritma pasar, nasib, dan kepastian hidup—namun justru semakin kehilangan arah dan ketenangan. ​ Krisis Otentisitas Saksi: Di era fake news , deepfake , dan informasi serba instan, dunia tidak lagi kekurangan data , melainkan kekurangan saksi hidup —pribadi-pribadi yang sungguh-sungguh memantulkan kebenaran, kasih, dan pengharapan Kristus dalam realitas konkret sehari-hari. ​Pertanyaan murid-murid kepada Yesus dalam Kisah Para Rasul 1:6, "Tuhan, mauk...

Perempuan Sundal



Sempat dia terdiam, beku dan tak tahu apa apa.
Seluruh logika dan kecerdasan nya tumpul dan dibodohkan.
Merasa segenap kesucian diri serta martabatnya ditimpuki kotoran yg paling jijik, ketika Allah berkata "pergilah nikahi perempuan sundal."
Perempuan yang paling hina, dan paling dianggap tak berharga.

Kemudian dengan kepatuhan seekor domba yang mau disembelih, dia turuti Titah Sang Maha Tahu. Dia nikahi perempuan 'tak berguna itu', dan melupakan semua impiannya tentang kecantikan, keluwesen, kesucian, serta kemanjaan seorang perawan.
Kelak, saat dia menggendong anaknya yg ketiga dipangkuannya baru dia menyadari betapa Allah sedang meletakkan dasar kasìhNya kepada bangsa Israil dan seluruh manusia.

Dan ketika Tuhan sendiri mengatakan bahwa Dia lah yang dijadikan perempuan sundal oleh Bangsa Israil.
Dan memperlakukanNya hanya sebagai pemuas nafsu bejat manusia-manusia laknat yang meganggap dirinya paling bermartabat.
Dipuja-puji saat ada kebutuhan dan niat-niat opurtunis,
Tapi dibuang dan dibentak-bentak serta diludahi saat kebutuhannya sudah tercapai.

Begitupun, Aku tetap mengasihinya. Dan keturunannya akan kubuat dalam jumlah pasir belantara. Dan semua manusia akan memuji dan menyembah kepada kebesaran dan kesetian kasih Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026