Catatan Tambahan PJJ 01 - 07 Februari 2026
Terimalah Sahabatmu (Alokenlah Temanndu)
Roma 15:7–13
Nas Utama
Roma 15:7–13 (TB)
“Sebab itu terimalah satu akan yang lain,
sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.” (Rm.
15:7)
Pendahuluan
Hidup manusia tidak pernah berdiri sendiri.
Sejak awal penciptaan, Allah merancang manusia sebagai makhluk relasional.
Karena itu, iman Kristen tidak hanya berbicara tentang hubungan vertikal dengan
Allah, tetapi juga hubungan horizontal dengan sesama. Roma 15:7–13 menegaskan
bahwa menerima sahabat—bahkan yang berbeda latar belakang, karakter, dan
pandangan—bukanlah pilihan etis belaka, melainkan ekspresi iman yang sejati
kepada Kristus.
- Rasul Paulus menasihati jemaat Roma yang terdiri dari orang Yahudi dan non-Yahudi.
- Terjadi ketegangan sosial, kultural, dan religius dalam jemaat.
- Kristus dipahami sebagai pelayan (διάκονος) yang menggenapi janji Allah kepada Israel.
- Keselamatan tidak eksklusif bagi satu bangsa, tetapi terbuka bagi segala bangsa.
- Tujuan akhir dari penerimaan satu sama lain adalah kemuliaan Allah.
Arti dan Makna Teologis
1. Menerima sahabat sebagai bukti penerimaan terhadap ajaran Kristus
Bukti bahwa seseorang sungguh telah
menerima ajaran Kristus bukan hanya terlihat dari pengakuan iman atau ritual
keagamaan, melainkan dari kemampuannya menerima sahabat dan sesama. Kristus
terlebih dahulu menerima manusia yang berdosa tanpa syarat; karena itu, orang
percaya dipanggil untuk meneladani penerimaan Kristus tersebut.
Penerimaan terhadap sesama adalah refleksi
langsung dari penerimaan akan anugerah Kristus.
2. Ajaran Kristus mengarahkan manusia pada
janji Allah yang kekal
- Memahami dan mempraktikkan ajaran Kristus bertujuan membawa manusia pada kesadaran dan kepercayaan penuh terhadap janji Allah yang telah diberikan sejak zaman nenek moyang. Janji tersebut mencakup:
- Keselamatan di dalam kehidupan sekarang
- Pengharapan akan hidup yang kekal
- Kristus menjadi penggenapan konkret dari janji Allah tersebut, sehingga iman Kristen berdiri di atas kesinambungan sejarah keselamatan (salvation history).
3. Menerima sahabat sebagai jalan
memuliakan Allah secara kolektif
Menerima sahabat bukan hanya tindakan
personal, tetapi tindakan eklesial dan kosmik. Paulus menekankan bahwa semua
bangsa dipanggil untuk memuliakan Allah bersama-sama. Karena Allah itu sempurna
dan universal, maka pemuliaan kepada-Nya juga harus bersifat
universal—melibatkan seluruh bangsa, suku, dan komunitas.
Memuliakan Allah secara sempurna hanya
mungkin terjadi ketika manusia bersatu dalam penerimaan dan pengharapan yang
sama di dalam Kristus.
Implementasi Kontekstual
- Dalam keluarga: belajar menerima perbedaan karakter dan cara berpikir.
- Dalam gereja: membangun persekutuan lintas latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya.
- Dalam masyarakat: menjadikan iman Kristen sebagai kekuatan rekonsiliasi, bukan eksklusivisme.
- Dalam pelayanan: menempatkan kasih dan penerimaan sebagai dasar, bukan penghakiman.
- Dalam konteks GBKP: semangat alokenlah temanndu menjadi wujud iman yang hidup dan membumi.
Kesimpulan
Roma 15:7–13 menegaskan bahwa iman Kristen
sejati selalu bermuara pada penerimaan terhadap sesama. Menerima sahabat
bukanlah kelemahan, melainkan bukti kedewasaan iman. Di dalam penerimaan itulah
janji Allah diteguhkan, pengharapan dibangkitkan, dan kemuliaan Allah
dinyatakan di tengah dunia.
Power Statement
Orang yang sungguh menerima Kristus, pasti mampu menerima sahabatnya;dan di situlah kemuliaan Allah dinyatakan.
Referensi
- Dunn, J. D. G. (1988). Romans 9–16. Word Biblical Commentary. Dallas: Word Books.
- Moo, D. J. (1996). The Epistle to the Romans. NICNT. Grand Rapids: Eerdmans.
- Wright, N. T. (2002). Romans. New Interpreter’s Bible. Nashville: Abingdon Press.
- Barth, K. (1968). Church Dogmatics IV/1. Edinburgh: T&T Clark.
- Stott, J. (1994). The Message of Romans. Leicester: IVP.
- Moltmann, J. (1993). Theology of Hope. Minneapolis: Fortress Press.

Komentar