Featured Post

Refleksi 136 Tahun GBKP

Gambar
Menggali Akar Identitas: Rekonstruksi Narasi Penginjilan Karo dari Perspektif Perlawanan, Martabat, dan Iman Oleh Pt. Em. Analgin Ginting, M.Min. Pendahuluan: Menyoal Narasi "Penjinakan" Selama lebih dari satu abad, sejarah masuknya Injil ke Tanah Karo sering kali dibingkai dalam bayang-bayang kepentingan ekonomi kolonial. Narasi konvensional menyebutkan bahwa pengiriman misionaris oleh Nederlandsche Zendeling Genootschap (NZG) merupakan permintaan Jacob Theodoor Cremer untuk meredam aksi Musuh Berngi.  Namun, melihat peristiwa 18 April 1890 hanya sebagai alat "penjinak" adalah pengerdilan terhadap harga diri bangsa Karo. Sudah saatnya kita menarasikan ulang peristiwa ini sebagai sebuah perjumpaan antara kebenaran Injil dengan bangsa yang memiliki kecerdasan taktis dan integritas moral yang tinggi. Ilustrasi H.C Kruyt Tiba di Buluh Awar, 18 April 1890 Karakteristik Karo: Antara Pembalasan dan Kesetiaan Sebelum diterangi Injil, bangsa Karo telah memiliki prinsip hidu...

Di Saat Anggota dan Ketua Sibuk dengan Masalah Korupsi, Dua Wanita Anggota DPR Melakukan Tugas Kemanusiaan

Banyak berita mengenai DPR pada satu pekan ini. Mulai dari Renovasi ruang Banggar (Badan Anggran) yang menelan dana sekitar Rp 20 M, dan sekarang saling lempar tanggung jawab, sampai kepada terbongkarnya nama Ketua Besar dan Bos Besar dalam percakapan BBM Mindo Rosalina Manulang dalam kasus korupsi pembangunan wisma atelit. Adalah Muhammad Nazarrudin yang langsung mengatakan bahwa ketua besar itu Anas Urbaningrum dan Bos Besar itu Mirwan Amir kepada wartawan yang bertanya.

Berita yang lain adalah pernyataan ketua DPR RI Marzukie Alie yang mengatakan banyak korupsi terjadi di Setjen DPR. Ini berkaitan dengan biaya renovasi ruangan Banggar (Badan Anggaran), juga rencana perbaikan toilet yang biaya nya tidak masuk akal. Bahkan berita terbaru mengenai situasi DPR ini adalah Ucapan Marzuki Alie yang akan melaporkan Nining Indra Saleh ke Menteri Sekretaris Kabinet untuk dipecat sebagai Sekjen DPR.

Eva Kusuma Sundari Anggota DPR RI dari PDIP

Tidak ada berita positif dari DPR. Hampir semuanya berita miring yang ujung ujungnya adalah penderitaan rakyat. Akan tetapi apa yang dilakukan oleh dua orang wanita anggota DPR pada hari minggu kemarin sangat menyejukkan hati. Eva Kusuma Sundari dari PDIP dan Lly Wahid dari PKB yang turun langsung melihat situasi peribadatan GKI Yasmin Bogor sungguh berita yang sangat positif.

Sebagaimana diberitakan bahwa Eva Kusuma Sundari pada hari minggu tanggal 15 Januari 2012 memantau langsung di lokasi peribadatan Jemaat GKI Yasmin di Bogo di trotoar sebelah gereja. Massa yang sudah duluan datang kembali melakukan sweeping serta melarang diadakannya ibadah di pinggir jalan. Akhirnya ibadah dipindahkan ke rumah salah seorang jemaat yang tidak jauh dari lokasi.

Lily Wahid, Anggota DPR RI dari PKB


Eva Sundari tetap datang ke lokasi totoar ke tengah tengah massa yang menolak ibadah. Dalam pernyataan tertulisnya yang dimuat oleh Detiknews.com, Eva mengatakan “Aku ditarik baju, didorong, dipelototi, dituding-tuding oleh masa anarkis itu. Bu Lily aman,”. Sebab Lili Wahid mengikuti ke rumah jemaat tempat dilangsungkannya ibadah.

Kehadiran Eva Kusuma Sundari dan Lily Wahid langsung ke tengah tengah jemaat adalah berita yang sangat positif kepada seluruh umat Kristen di Indonesia, bahwa masih ada anggota DPR yang sangat serius memperhatikan hak hak beribadah GKI Taman Yasmin Bogor. Semoga Tuhan tetap memberkati Ibu Eva Sundari dan Ibu Lily Wahid dalam peranannya sebagai anggota parlemen Republik Indonesia. Umat Kristen di seluruh Indonesia mendoakan Ibu berdua juga semua orang atau lembaga yang membela terciptanya kebenaran di Republik Indonesia tercinta ini.

Komentar