Featured Post

Paralysis of Analysis di GBKP: Menakar Macetnya Kepemimpinan Spiritual di Persimpangan Prosedur

Gambar
Oleh Pt. Em Analgin Ginting  Dengan Bantuan Gemini AI  I. PENDAHULUAN Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) saat ini sedang berada dalam sebuah anomali sejarah yang memprihatinkan. Sebuah fakta pahit yang tidak bisa dibantah adalah ketidaktuntasan pembahasan Tata Gereja pada Sidang Sinode GBKP Tahun 2025 Kegagalan ini melahirkan kekosongan hukum (vakum) yang berdampak luas; GBKP sempat berjalan tanpa Tata Gereja yang sah secara hukum sinodal. Akibatnya, muncul kegelisahan masif di ribuan Runggun. Pertanyaan retoris namun pedih bergema: "Gereja kita memakai tata gereja yang mana?" Kondisi ini diperparah oleh manajemen persidangan yang tidak efisien. Bayangkan, sebuah persidangan yang dihadiri oleh sekitar 900 orang peserta (Pendeta, Pertua, dan Diaken). Jumlah yang kolosal ini menuntut logistik yang luar biasa besar, biaya yang membengkak, dan ruang sidang yang luas. Namun, realitasnya menunjukkan bahwa kuantitas manusia tidak berbanding lurus dengan kualitas keputusan. Kita haru...

Permintaan Berteman Seorang Kapolda

Saya sempat terkejut membaca permintaan berteman di wall Facebook saya. Sebab permintaan itu datang dari seseorang yang belum saya kenal. Apalagi setelah saya baca identitas dirinya ternyata yang meminta seorang Jenderal Polisis berbintang dua dengan jabatan Kapolda. Lengkapnya adalah Irjen Pol Iskandar Hasan, Kapolda Aceh.

Setelah menyetujui pertemanan kami saya mencoba masuk ke wall nya, untuk melhat apakah dia membalas juga komentar orang lain. Ternyata ada beberapa komentar yang dia balas. Artinya dia benar benar mau berteman.



Ada juga berapa tokoh politik, selebriti yang pernah saya minta beteman. Memang di add, namun tidak sekalipun pun komenar kita baik yang terbuka maupun melalui Japri yang dibalasnya. Hanya dia saja yang sekali sekali meng up date statusnya, lalu direspon banyak orang. Namun dia sendiri tidak mau membalasnya. Saya pikir buat apa berteman dengan orang seperti itu.

Begitulah ketika ada permintaan dari Sang Kapolda hati saya juga bertanya tanya, apa alasan dan tujuannya mengajak saya berteman di FB. Apakah hanya sekedar iseng saja atau dia mengambil nama saya secara acak. Apakah ini benar benar Sang Kapolda sendiri atau dia menyuruh orang lain, juga masih menjadi pertanyaan saya.

Namun dengan niat yang tulus, dengan harapan bisa berteman dengan banyak orang, dan menjadikan pertemanan secara sinergis dan positif saya menyambut pertemanan saya dengan Pak Irjen Pol Iskandar Hasan dengan antusias.

Siapa tahu dia nanti dipromosikan jadi Kapolri dan perteman kami beranjut, saya kan bisa memberikan beberapa ide, gagasan dan mengajukan pertanyaan. Dan kalau Pak Iskandar Hasan benar benar jadi Kapolri saya berharap di masa kepemimpinannya tidak ada lagi kasus sandal jepit. Terima kasih atas pertemanan ini Pak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025