Featured Post

Teologi Pemilihan Pemimpin Dengan Sistem Undi Dan Kemungkinan Penerapannya di GBKP

Gambar
Sebuah Artikel Teologi masuk ke dalam Akun WA ku, dikirim oleh seorang abang yang sangat saya hormati yaitu Prof  Dr Ir Cipta Ginting, Guru Besar Universitas Lampung.  Beliau semasa aku masih kuliah  di IPB menjadi asisten dosen agama Kristen Protestan, dan kami sampai sekarang tetap berkomunikasi dalam level tertinggi.    Mendapatkan sebuah kiriman artikel dari seorang abanganda yang sangat dihormati tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya.  Segera saya baca dan dan mengajak diskusi Artificial Inteligent (Gemini AI) dan berikut ini lah ringkasannya A. Substansi Dan Relevansi Artikel Berdasarkan artikel berjudul "Membuang Undi Menemukan Pemimpin: Analisis Plus Minus Sistem Undi Pemilihan Pemimpin Dalam Kisah Raja Saul" oleh Jhon Marthin Elizon Damanik dan Binsar Jonathan Pakpahan, berikut adalah ringkasan substansi, kesimpulan, dan evaluasi mengenai sistem undi tersebut: ​1. Substansi Artikel ​Artikel ini membahas penggunaan sistem undi ( goral )...

Wanita Yang Saya Anggap Penipu Itu Ternyata Lebih Jujur Dari Anas Urbaningrum dan Angelina Sondakh

Pada awalnya hal ini saya anggap cara penipuan model baru. Ketika istri saya melaporkan ada orang menelepon ke rumah kami lalu mengatakan dia khilaf dan membayar biaya pemakaian no telepon kami. Kemudian saya meminta kepada istri saya untuk tidak menanggapi karena itu mungkin penipuan.

Beberapa hari kemudian dia menelepon lagi dan meminta istri saya untuk mengecek ke kantor Telkom apakah ada pembayaran yang masuk ke no telepon kami. Saya belum mendengar dari istri saya apakah dia sudah mengecek ketika tadi pagi siwanita dari ujung sana mengatakan seperti itu.

Saya sempat merenung sebenarnya apa esensi dari permintaannya. Mengapa dia bersikeras untuk meminta kami membayar kembali uang yang sudah dibayarkan, pada hal menurut saya jumlahnya tidak seberapa, karena tidak sampai Rp 80.000,. Saya menelepon balik ke no yang dia berikan sekalian mengecek kebenaran identitasnya. Dan nomor telepon rumah kami adalah xxxxxxxx15, sedangkan no telepon yang dia berikan adalah xxxxxxxx14. Dalam hati saya adalah jauh bedanya antara angka 5 dan angka 4 lagi pula posisinya pun pada angka yang terakhir.

Ketika saya telepon balik ke nomor yang dia berikan ternyata itu adalah semilik buah kantor. Persisnya adalah PT AW Faber Castell Indonesia. Dan ketika saya minta kepada operator untuk menghubungkan kepada wanita yang membayar nomor telepon kami ternyata orangnya ada. Saya lega dan merasa yakin bahwa ini bukan penipuan dan pemerasan.

Setelah itu saya dapat ide, bahwa wanita ini ingin mempertanggung jawabkan semua pengeluaran kantor yang sudah dia bayarkan. Lalu saya konfirmasi kepada dia dan suaranya membenarkannya. Oke saya berkata akan membayarkannya melaui transfer rekening. Karena saya pikir dia sedang berusaha untuk mempertahankan sebuah kejujuran.

Dia memang khilaf, membayar biaya telepon ke nomor telepon rumah kami. Dan tentu kalau atasannya bertanya kemana perginya uang sebanyak Rp 70.813 itu dia harus mempunyai jawaban yang logis dan cerdas. Lalu saya berjanji untuk mentransfer uang itu ke rekening kantornya hari ini juga.

Dalam hati saya berterima kasih dan menyimpan ras kagum dan bangga. Sebab saya yakin wanita itu lebih bersih dan lebih bertanggung jawab dibandingkan dengan Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh, dan Miranda Gultom.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025