Featured Post

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

Gambar
  Thema: Memahami Kasih Sayang Tuhan (Ngangka Kerna Keleng Ate Dibata) Teks: Efesus 3:14–21 ​ Pendahuluan ​Di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digital, dan Artificial Intelligence (AI) sampai pada akhir September 2026 ini, manusia dihadapkan pada kemudahan sekaligus disrupsi kehidupan yang luar biasa. AI dan algoritma digital mampu menjawab berbagai persoalan teknis, memberikan analisis yang cepat, serta menawarkan solusi atas kebutuhan fisik dan praktis manusia secara instan. Namun, di balik seluruh kecanggihan teknologi tersebut, ada ruang terdalam dalam jiwa manusia—rasa hampa, kebingungan nilai, dan kerinduan akan kasih sejati—yang tidak pernah dapat diisi oleh algoritma maupun kecerdasan buatan manapun. ​Kondisi zaman ini menegaskan kembali betapa pentingnya doa untuk mengenal Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus secara pribadi dan mendalam. Pengetahuan intelektual yang dihasilkan oleh teknologi bersifat terbatas dan permukaan, sedangkan pengenala...

Wanita Yang Saya Anggap Penipu Itu Ternyata Lebih Jujur Dari Anas Urbaningrum dan Angelina Sondakh

Pada awalnya hal ini saya anggap cara penipuan model baru. Ketika istri saya melaporkan ada orang menelepon ke rumah kami lalu mengatakan dia khilaf dan membayar biaya pemakaian no telepon kami. Kemudian saya meminta kepada istri saya untuk tidak menanggapi karena itu mungkin penipuan.

Beberapa hari kemudian dia menelepon lagi dan meminta istri saya untuk mengecek ke kantor Telkom apakah ada pembayaran yang masuk ke no telepon kami. Saya belum mendengar dari istri saya apakah dia sudah mengecek ketika tadi pagi siwanita dari ujung sana mengatakan seperti itu.

Saya sempat merenung sebenarnya apa esensi dari permintaannya. Mengapa dia bersikeras untuk meminta kami membayar kembali uang yang sudah dibayarkan, pada hal menurut saya jumlahnya tidak seberapa, karena tidak sampai Rp 80.000,. Saya menelepon balik ke no yang dia berikan sekalian mengecek kebenaran identitasnya. Dan nomor telepon rumah kami adalah xxxxxxxx15, sedangkan no telepon yang dia berikan adalah xxxxxxxx14. Dalam hati saya adalah jauh bedanya antara angka 5 dan angka 4 lagi pula posisinya pun pada angka yang terakhir.

Ketika saya telepon balik ke nomor yang dia berikan ternyata itu adalah semilik buah kantor. Persisnya adalah PT AW Faber Castell Indonesia. Dan ketika saya minta kepada operator untuk menghubungkan kepada wanita yang membayar nomor telepon kami ternyata orangnya ada. Saya lega dan merasa yakin bahwa ini bukan penipuan dan pemerasan.

Setelah itu saya dapat ide, bahwa wanita ini ingin mempertanggung jawabkan semua pengeluaran kantor yang sudah dia bayarkan. Lalu saya konfirmasi kepada dia dan suaranya membenarkannya. Oke saya berkata akan membayarkannya melaui transfer rekening. Karena saya pikir dia sedang berusaha untuk mempertahankan sebuah kejujuran.

Dia memang khilaf, membayar biaya telepon ke nomor telepon rumah kami. Dan tentu kalau atasannya bertanya kemana perginya uang sebanyak Rp 70.813 itu dia harus mempunyai jawaban yang logis dan cerdas. Lalu saya berjanji untuk mentransfer uang itu ke rekening kantornya hari ini juga.

Dalam hati saya berterima kasih dan menyimpan ras kagum dan bangga. Sebab saya yakin wanita itu lebih bersih dan lebih bertanggung jawab dibandingkan dengan Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh, dan Miranda Gultom.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026