Featured Post

Catatan Tambahan Khotbah Minggu 19 April 2026

Gambar
  Naskah Khotbah : Pusuh Si Dem Kepentaren ​ Nas: Masmur 51:3 – 8 ​ I . Pembukaan (Eksordium) ​Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, naskah Masmur 51 ini bukan sekadar puisi indah, melainkan jeritan jiwa yang hancur. Ini adalah refleksi Raja Daud setelah ditegur dengan bijaksana oleh Nabi Natan akibat skandalnya dengan Batsyeba dan konspirasi pembunuhan Uria. ​Daud, sang pahlawan yang mengalahkan Goliat, menyadari bahwa musuh terbesarnya bukanlah bangsa Filistin, melainkan keberdosaan di dalam batinnya sendiri. Di tengah sukacita HUT GBKP ke-136, kita diajak untuk melihat ke dalam "pusuh" (hati) kita masing-masing. Apakah hati kita penuh dengan pembenaran diri, ataukah penuh dengan hikmat (kepentaren) yang datang dari pengakuan dosa? ​ II. Arti dan Makna Teologis Daud berbuat dosa, namun dia tidak mengelak, sebaliknya mengakui dosanya . Menyembah Tuhan dimulai dengan mengungkapkan ketidaklayakan dan dosa-dosa yang telah dilakukan. Lalu meminta agar Tuhan mengasihani dir...

Wanita Yang Saya Anggap Penipu Itu Ternyata Lebih Jujur Dari Anas Urbaningrum dan Angelina Sondakh

Pada awalnya hal ini saya anggap cara penipuan model baru. Ketika istri saya melaporkan ada orang menelepon ke rumah kami lalu mengatakan dia khilaf dan membayar biaya pemakaian no telepon kami. Kemudian saya meminta kepada istri saya untuk tidak menanggapi karena itu mungkin penipuan.

Beberapa hari kemudian dia menelepon lagi dan meminta istri saya untuk mengecek ke kantor Telkom apakah ada pembayaran yang masuk ke no telepon kami. Saya belum mendengar dari istri saya apakah dia sudah mengecek ketika tadi pagi siwanita dari ujung sana mengatakan seperti itu.

Saya sempat merenung sebenarnya apa esensi dari permintaannya. Mengapa dia bersikeras untuk meminta kami membayar kembali uang yang sudah dibayarkan, pada hal menurut saya jumlahnya tidak seberapa, karena tidak sampai Rp 80.000,. Saya menelepon balik ke no yang dia berikan sekalian mengecek kebenaran identitasnya. Dan nomor telepon rumah kami adalah xxxxxxxx15, sedangkan no telepon yang dia berikan adalah xxxxxxxx14. Dalam hati saya adalah jauh bedanya antara angka 5 dan angka 4 lagi pula posisinya pun pada angka yang terakhir.

Ketika saya telepon balik ke nomor yang dia berikan ternyata itu adalah semilik buah kantor. Persisnya adalah PT AW Faber Castell Indonesia. Dan ketika saya minta kepada operator untuk menghubungkan kepada wanita yang membayar nomor telepon kami ternyata orangnya ada. Saya lega dan merasa yakin bahwa ini bukan penipuan dan pemerasan.

Setelah itu saya dapat ide, bahwa wanita ini ingin mempertanggung jawabkan semua pengeluaran kantor yang sudah dia bayarkan. Lalu saya konfirmasi kepada dia dan suaranya membenarkannya. Oke saya berkata akan membayarkannya melaui transfer rekening. Karena saya pikir dia sedang berusaha untuk mempertahankan sebuah kejujuran.

Dia memang khilaf, membayar biaya telepon ke nomor telepon rumah kami. Dan tentu kalau atasannya bertanya kemana perginya uang sebanyak Rp 70.813 itu dia harus mempunyai jawaban yang logis dan cerdas. Lalu saya berjanji untuk mentransfer uang itu ke rekening kantornya hari ini juga.

Dalam hati saya berterima kasih dan menyimpan ras kagum dan bangga. Sebab saya yakin wanita itu lebih bersih dan lebih bertanggung jawab dibandingkan dengan Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh, dan Miranda Gultom.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025