Featured Post

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026

Gambar
 ​ Tema: Makin Dalam Mengenal Tuhan ( Erbagesna Nandai Dibata ) ​Nats Alkitab: Kolose 1:9–10 ​ Kolose 1:9–10 (TB): "Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah," ​ 1. Pendahuluan ​Pengenalan akan Allah merupakan inti dari kehidupan rohani seorang percaya. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa semangat dan strategi untuk belajar agar lebih mengenal Tuhan dalam diri jemaat GBKP boleh dikatakan sangat rendah. Pengenalan akan Tuhan masih dominan bersifat sosial—hanya sebatas tradisi, rutinitas kebudayaan, atau relasi komunal—dan bukan lahir dari perenungan pribadi ( personal devotion ) yang mendalam bersama T...

Wanita Yang Saya Anggap Penipu Itu Ternyata Lebih Jujur Dari Anas Urbaningrum dan Angelina Sondakh

Pada awalnya hal ini saya anggap cara penipuan model baru. Ketika istri saya melaporkan ada orang menelepon ke rumah kami lalu mengatakan dia khilaf dan membayar biaya pemakaian no telepon kami. Kemudian saya meminta kepada istri saya untuk tidak menanggapi karena itu mungkin penipuan.

Beberapa hari kemudian dia menelepon lagi dan meminta istri saya untuk mengecek ke kantor Telkom apakah ada pembayaran yang masuk ke no telepon kami. Saya belum mendengar dari istri saya apakah dia sudah mengecek ketika tadi pagi siwanita dari ujung sana mengatakan seperti itu.

Saya sempat merenung sebenarnya apa esensi dari permintaannya. Mengapa dia bersikeras untuk meminta kami membayar kembali uang yang sudah dibayarkan, pada hal menurut saya jumlahnya tidak seberapa, karena tidak sampai Rp 80.000,. Saya menelepon balik ke no yang dia berikan sekalian mengecek kebenaran identitasnya. Dan nomor telepon rumah kami adalah xxxxxxxx15, sedangkan no telepon yang dia berikan adalah xxxxxxxx14. Dalam hati saya adalah jauh bedanya antara angka 5 dan angka 4 lagi pula posisinya pun pada angka yang terakhir.

Ketika saya telepon balik ke nomor yang dia berikan ternyata itu adalah semilik buah kantor. Persisnya adalah PT AW Faber Castell Indonesia. Dan ketika saya minta kepada operator untuk menghubungkan kepada wanita yang membayar nomor telepon kami ternyata orangnya ada. Saya lega dan merasa yakin bahwa ini bukan penipuan dan pemerasan.

Setelah itu saya dapat ide, bahwa wanita ini ingin mempertanggung jawabkan semua pengeluaran kantor yang sudah dia bayarkan. Lalu saya konfirmasi kepada dia dan suaranya membenarkannya. Oke saya berkata akan membayarkannya melaui transfer rekening. Karena saya pikir dia sedang berusaha untuk mempertahankan sebuah kejujuran.

Dia memang khilaf, membayar biaya telepon ke nomor telepon rumah kami. Dan tentu kalau atasannya bertanya kemana perginya uang sebanyak Rp 70.813 itu dia harus mempunyai jawaban yang logis dan cerdas. Lalu saya berjanji untuk mentransfer uang itu ke rekening kantornya hari ini juga.

Dalam hati saya berterima kasih dan menyimpan ras kagum dan bangga. Sebab saya yakin wanita itu lebih bersih dan lebih bertanggung jawab dibandingkan dengan Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh, dan Miranda Gultom.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026