Featured Post

Synopsis Dan Nilai Film Odyssey, Matt Damon Anna Hathway Serta Christopher Nolan Sebagai Sutradara. Apik.

Gambar
 Film The Odyssey karya Christopher Nolan mempertemukan kembali Matt Damon (sebagai Odysseus) dan Anne Hathaway (sebagai Penelope) dalam adaptasi epik dari karya klasik Homer. ​Dengan skala visual khas Nolan yang megah dan direkam penuh menggunakan kamera IMAX, film ini bukan sekadar tontonan aksi petualangan mitologi, melainkan studi karakter yang dalam tentang kepemimpinan, keputusasaan, dan ketahanan jiwa. ​Penilaian & Visualisasi Karakter ​Nolan membawakan Odysseus sebagai pahlawan yang sangat manusiawi. Matt Damon menampilkan sosok raja Ithaca yang cerdik namun menanggung beban rasa bersalah dan kelelahan mental yang berat akibat Perang Troya dan perjalanan panjangnya. ​Secara sinematematik, kekuatan film ini terletak pada: ​ Penokohan yang Kompleks: Odysseus tidak digambarkan sebagai pahlawan sakti yang tanpa cela, melainkan seorang ahli strategi yang harus bergelut dengan ego, keputusannya yang membawa risiko bagi anak buahnya, dan kerinduan mendalam akan rumah....

Diego Mitchel Dan AyuTing Ting Lebih Terkenal Daripada Sutan Bathoegana

Siapa anggota DPR yang paling sering tampil di TV dan akhirnya paling dikenal? Mungkin salah satunya Sutan Bathoegana. Namun Sutan Bathoegana tidak dikenal di dunia swasta. Dia tidak dikenal oleh para profesional muda yang bekerja di sektor swasta. Buktinya hanya 7 % persen yang mengenal Sutan Bathoegana. Sedangkan sisanya sebanyak 93 persen mengaku tidak mengenal siapa Sutan Bathoegana yang memang kerap sekali tampil di TV atau Surat Kabar.


Ayu Ting Ting (Sumber Foto : Google)

Bahkan dari 28 orang yang saya survey, 24 orang diantaranya berpendidikan Sarjan, lebih mengenal Diego Mitchel (60 %), atau Tom Cruise ( 75 %), serta Ayu Ting Ting ( 79 %) daripada Sutan Bathoegana. Di sela sela training yang saya bawakan saya mencoba mendapatkan feedback dari peserta tentang pengenalan mereka terhadap selebriti, olahragawan atau politisi anggota DPR. Hasilnya seperti yang saya paparkan di atas.

Pada awalnya saya menduga alasan para profesional ini tidak mengenal Sutan Bathoegana karena mereka sudah tidak membaca berita mengenai politik atau sosial ekonomi Bangsa Indonesia. Namun dugaan saya keliru karena ternyata responden yang saya tanyai mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia serta jumlah orang miskin yang ada di Indonesia.

Sutan Bathoegana (Sumber Foto : Google)


Ketika saya mengajukan pertanyaan berapa persen tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahn 2011, sebanyak 40 % megatakan sekitar 6 %, dan sebanyak 29% mengatakan 5%. Dalam pubikasi yang dikatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2011 adalah sebesar 6,6 %. Pertanyaan tentang jumlah orang miskin di Indonesia pun dijawab dengan tepat, sebanyak 40 % mengatakan diatas 40 juta orang, dan 40 % yang lain mengatakan di atas 30 juta orang.

Artinya para profesional yang rata rata usianya sekitar 30 an tahun ini tidak mengenal Sutan Bathoegana atau anggota DPR yang lain bukan karena mereka tidak mengetahui berita dan mengikuti perkembangan, namun disebabkan karena mereka tidak tertarik untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh anggota DPR.

Kalau dugaan ini benar, maka bisa disimpulkan bahwa rakyat kelas menengah sudah tidak peduli siapa wakilnya, sudah tidak peduli apakah dia diwakili atau tidak. Mereka tetap punya perhatian dan kepedulian kepada Negara Indonesia, tapi tidak kepada para politisinya.

Mengapa ini terjadi? Mungkin penyebabnya adalah karena tidak adanya berita positif yang didengar dari Senayan. Selain berita mengenai korupsi memang etika berbicara para anggota DPR ini pun sudah luntur. Tidak ada lagi sopan santun ketimuran, yang ada hanya etika “ikan”. Ada ikan Salmon (asal ngomong) , ada ikan tongkol (tong kosong melompong) , ada ikan teri asin (teriak sana sini) dan sebagainya. Sementara korupsi atau mark up anggaran terus saja dijalankan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025