Featured Post

Musuh Yang Kita Hadapi Tidak Selemah Yang Kita Bayangkan

Gambar
  ​ Oleh:  Pt. Em, Analgin Ginting ​Pendahuluan: Paradoks Pengenalan Diri ​Perjalanan spiritualitas manusia sering kali terjebak dalam dikotomi antara yang sakral dan yang profan. Namun, sebuah tesis mendasar yang diangkat oleh Dharma Pongrekun mengingatkan kita pada sebuah kebenaran kuno: mustahil bagi seseorang untuk beriman kepada Tuhan jika ia tidak mengenal dirinya sendiri. Iman tanpa pengenalan diri adalah sebuah fatamorgana intelektual, sebuah bangunan tanpa fondasi yang kokoh. Jika kita tidak memahami siapa subjek yang percaya, maka objek kepercayaan itu pun menjadi kabur dan kehilangan esensinya. ​Dalam konteks teologi klasik, gagasan ini menemukan resonansi terdalamnya dalam pemikiran Yohanes Calvin. Calvin menegaskan bahwa pengetahuan tentang Allah dan pengetahuan tentang diri kita sendiri adalah dua hal yang saling bertaut erat. Seseorang tidak dapat memandang dirinya secara jujur tanpa menyadari kehadiran Sang Pencipta, dan sebaliknya, seseorang tidak dapat mem...

Minggu Passion : Catatan Tambahan PA PERMATA: Minggu : 29 Maret – 4 april 2020

Bisa juga diihat di Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=TflfMaU5Mmo&t=78s

Bahan Alkitab :         Yesaya 53 : 1-5

Thema              :        Harga Sebuah Pengampunan

Yesaya 53 : 1-5

53:1       Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?

53:2       Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya.

53:3       Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.

53:4       Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.

53:5       Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

FAKTA

1.     Inilah sebuah nubuatan yang sangat detail tentang Yesus Kristus yang disampaikan oleh Nabi Jesaya.  Tuhan Allah  menggambarkan bagaimana bentuk fisik dan rupa Tuhan Yesus, dan apa yang akan dialamiNya dan mengapa.

2.     Nabi Jesaya mendiskripsikan keadaan fisik Yesus Kristus dengan kesimpulan, sangat tidak menarik sebagai manusia. Sebagai taruk dia bertumbuah dihadapan Tuhan, dan sebagai tunas yang muncul dari tanah  kering.  Tidak ada ketampanan dan rupanya pun tidak menimbulkan keinginan bagi yang melihatnya.

3.     Namun DIa mengalami siksaan yang teramat sangat, lebih dari segala siksaan yang pernah dialami manusia dan dihina , bahkan  orang menutup mukanya saat melihat bagaimana DIA disiksa. 

4.     Segala siksaan dan hinaan itu Dia terima dan alami padahal bukan salahnya. Nabi Jesaya mengatakan bahwa dosa segala manusia lah yang Dia tanggung dalam hinaan dan siksaan tiada tara, untuk memastikan keselamatan manusia.  Bilur bilur yang timbul di sekujur tubuhNya adalah obat mujarab untuk seluruh penyakit manusia  



MAKNA

1.     Keberadaan Yesus Kristus di dunia manusia bukan untuk diriNYA.  KehadiranNYA di dunia fana, hanya untuk menerima dan menjalankan misi penyelamatan umat manusia, sedikit pun tidak ada bertujuan untuk diriNYA.  Yesus memilih untuk hadir dalam bentuk yang sama sekali tidak menarik dalam persepsi sensualitas manusia. Terhina bentuknya tubuhNYA terhina dalam pengalaman ril NYA.

2.     Yesus Kristus lahir sebagai BUAH  KECERDASAN ALLAH BAPA YANG DIGERAKKAN OLEH KASIHNYA YANG tiada tara kepada manusia yang Dia ciptakan, yang sudah jatuh ke dalam dosa. Dosa menutup semua kemungkinan manusia untuk kembali mendekati ALLAH dan HIDUP BERSAMA ALLAH. 

3.     DOSA bukanlah ukuran kesalahan yang bisa dihitung atau dikalibrasikan dengan kalkulus atau  rumusan matematika semaju apapun.  DOSA hanya bisa dibayar jika ada pengampunan. Namun pengampunan dalam sejarah seluruh peradaban selalu memerlukan korban. Manusia dalam seluruh budayanya mengenal ada tumbal yang harus disembelih untuk mendapatkan pengampunan itu. Masalahnya tidak ada benda atau apapun yang layak ditumbalkan untuk mendapatkan pengampunan dari Sang Maha Suci .

4.     Disinilah pembedanya, ALLAH Sendiri yang menentukan Tumbal yang layak kepadaNYA, yaitu diriNYA sendiri.  Lalu ALLAH mengirim ANAKNYA (ANAKNYA artinya yang berasal dari diriNYA dan memang diriNYA) untuk menjadi tumbal itu.  Hasilnya MANUSIA mendapat pengampunan, dalam diri YESUS yang dihina, disiksa dan tertikam.

PENGKENAINA

·       Pengampunan yang didapat manusia diawali dengan pemberian korban, atau tumbal yang nilainya tidak bisa dihitung oleh apapun. Memang tidak bisa dihitung dengan cara apapun. Bukan juga bisa ditebus dengan perbuatan atau konsep konsep berfikir atau filsafat yang menggerakkan seluruh prilaku  dan perbuatan



·      Manusia mana yang mendapatan pengampunan gratis yang nilainya tak terhingga itu, adalah manusia yang mempunyai iman dan believe kepada YESUS KRISTUS sebagai TUHAN yang ditumbalkan .

·      Permata yang percaya kepada Yesus Kristus dan sudah diselamatkan HANYA diminta dua hal; 1. mengucap syukur dan 2.  meneruskan kasih pengampunan TUHAN YESUS kepada siapa saja dan dimana saja.

Bujur ras mejuah juah kita kerina
Pt. Analgin Ginting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025