Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 20 – 27 September 2026

Gambar
 ​ Tema: Berpengharapan Maka Diabadikan ( Erpengarapan Maka Ikelini ) Sub-Tema: Mengenal Tuhan Adalah Buah Dari Berpengharapan Nats Alkitab: Roma 8 : 18 – 25 ​ “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.   Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.   Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.   Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.   Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pe...

Catatan Tambahan PA PERMATA, Minggu : 8-14 Maret 2020



Bahan Alkitab :         Lukas 2 : 46-52

Thema              :        Cerdas  IQ, EQ dan SQ


Lukas 2 : 46 – 52

2:46       I bas wari si peteluken idapetina Jesus kundul ras guru-guru agama Jahudi i bas Rumah Pertoton. Ibegiken Jesus pengajaren guru-guru e janah isungkuniNa pe.

2:47      Janah adi nungkun guru-guru e man baNa mamang ate kalak kerina megi jabapNa si dem kepentaren e.

2:48      Orang tuana pe mamang atena ngidah Ia, jenari nina nandeNa man baNa, "O Anakku, ngkai maka bagenda perbahanenNdu man kami? Aku ras bapandu enggo ndarami Kam alu aru ate."

2:49      Erjabap Jesus man bana, "Engkai maka idaramindu Aku? La kin ietehndu Aku arus i rumah BapangKu?"

2:50      Tapi la iangka nande ras bapaNa kai si ikatakenNa e.

2:51     Jenari mulih Ia radu ras orang tuaNa ku Nasaret; ibegikenNa kata orang tuaNa. Kerina si enggo jadi enda itimbangken nandeNa i bas ukurna.

2:52     Jesus pe reh belinna dingen reh tambahna pemetehNa, janah reh tambahna pe ngena ate Dibata ras manusia man baNa


FAKTA

1.    Jesus Kristus sejak usia sangat muda mempunyai kegemaran berkumpul dan berdiskusi dengan Guru Guru Agama di Rumah Doa.  Jesus aktif bertanya kepada guru guru agama itu, dan juga selalu memberikan jawaban yang tepat tidak ditentukan oleh usianya yang masih sangat muda.  Jesus cerdas berdiskusi dan memberikan pandangannya.

2.    Pernah, Maria dan Jusuf mencari cari Jesus Kristus, karena asyik berdiskusi di Rumah Doa.  Maria menyampaikan perasaan cemas nya karena tidak melihat Jesus. Jesus menjawab bahwa “Dia harus di rumah BapaNYA”.  Maria tidak mengerti makna jawaban Jesus, namun dia simpan semua dalam hati.

3.    Jesus sangat menghargai orang tuaNya dan patuh akan nasihat orang tuaNya.  Jesus bertumbuh dan semakin dicintai Allah Bapa dan juga manusia.



MAKNA

1.     Pelajaran itu dimulai dari usia yang sangat muda.  Bahkan pelajaran yang paling menentukan dalam hidup diyakini adalah berkaitan dengan seuatu pelajaran spiritual, kemampuan mengendalikan diri dan karakter lalu pengetahuan secara umum. 

2.    Jesus adalah seseorang yang sangat cerdas secara sipirtual (SQ) , karena teman Dia diskusi adalah guru guru agama. Tentu pokok pokok diskusinya berkaitan dengan agama,iman, penerapan iman/karakter dll 

3.    Sebagai seorang anak Jesus juga sangat menyayangi kedua orang tuaNya bukti bahwa dia sangat berbudi luhur, mampu mengatur perasaannya (EQ) sejak kecil.

4.    Jesus berumbuh denga sempurna, baik dalam tubuh/ragaNYA, wawasan (IQ) keagamaanNYA, percaya diriNYA dan tentu saja dalam semua hal  lain

PENGKENAINA

·      Anak anak permata pun perlu meningkatkan kegemarannya dalam hal hal yang berhubungan dengan iman dan spiritualitas.  Kemampuan untuk melihat dan menghubungkan segala sesuatu denga TUHAN disebut SQ singkatan Spiritual Quotient (kecerdasan spiritual)

·      Anak Anak Permata harus mampu mengendalikan emosinya. Harus mampu memilih respon yang posistif saat berkomunikasi denga setiap orang.  Tidak cepat tersinggung, tidak cepat marah, tidak cepat putus asa, tidak cepat bosan, mampu mengatasi rasa malasnya mampu megatasi rasa takutya, mampu mengatasi rasa khawatirnya dan tidak pernah takut melakukan kebenaran. Inilah semua yang disebut dengan Kecerdasan Emosi (Emotional Quotient /EQ)



·       Seperti Maria yang sangat bijak, yang tidak marah kalau anaknya memberikan jawaban yag sama sekali tidak dia mengerti, maka kaum orang tua pun harus mampu memperlakukan anak anaknya dengan penuh kerendahan diri dalam semangat belajar.   Majelis Gereja, dan orang orang yang lebih tua, perlu sekali berdiskusi denga anak anak Permata dengan nuansa yang sangat positif

Bujur ras mejuah juah kita kerina



Pt. Analgin Ginting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026