Featured Post

Paradox Leadership: Rekonstruksi Mandat Matius 10:16 di Tengah Hegemoni Sistem Dunia

Gambar
  Pt. Em. Analgin Ginting ​ A. Pendahuluan ​Kita sedang hidup dalam sebuah era yang oleh para pemikir kontemporer disebut sebagai Age of Complexity . Di sini, batasan antara kedaulatan moral dan kepentingan korporasi global menjadi semakin kabur. Kepemimpinan spiritual sering kali terjepit di antara dua kegagalan eksistensial: menjadi relik masa lalu yang tidak lagi relevan karena kebebalan intelektual, atau menjadi sekadar pelumas bagi mesin kapitalisme global karena kompromi moral. Fenomena ini menuntut sebuah diskursus yang lebih dari sekadar retorika mimbar. ​Dunia hari ini tidak lagi hanya dikelola oleh kebijakan negara yang terlihat, melainkan oleh kekuatan teknokrasi dan algoritma moneter yang seringkali berjalan tanpa wajah namun memiliki dampak yang sangat nyata bagi kemanusiaan. Dalam konteks inilah, suara gereja harus bermetamorfosis. Gereja tidak boleh lagi hanya menjadi institusi ritual, melainkan harus menjadi institusi penjaga martabat manusia di hadapan sistem...

Menangislah Bangsaku, 3 Lagi Gereja Disuruh Tutup Di Bekasi

Santer berita bahwa hari ini akan ada Konferensi Pers di KPK. Berita ini bersumber dari sang ketua KPK sendiri Abraham Samad, yang kemarin tanggal 2 Februari 2012 secara khusus menjambangi kerumunan wartawan yang berkumpul di KPK. Issu pun merebak sebab beberapa hari yang lalu dengan pola yang sama mengawali ditahannya Miranda Gultom sebagai tersangka dalam kasus suap pemilihan Deputy Senior Gubernur Bank Indonesia.

Sumber Foto : centroone.com


Akan kah ada tersangka baru dalam kasus aktual Korupsi Wisma Atlet? Santer disebutkan dalam isu yang berkembang yang tentu saja masih bersifat spekulatif, bahwa pesakitannya antara lain Anas Urbaningrum, Andy Mallarangeng dan Angelina Sondakh. Akankah mereka menjadi tersangka? Tanda tanda itu makin hari makin kuat. Antara lain dengan banyaknya himbauan kepada Anas untuk mundur dari Ketua Umum Partai Demokrat. Dan kalau benar, berarti ada bukti bahwa korupsi di Indonesia dilakukan dengan pejabat pejabat paling berpengaruh dan dilakukan secara terstruktur. Sedih lah wahai rakyatku semua.

Pagi hari ini aku mendapat satu sms dari seorang rekan, bahwa minggu ini 3 lagi gereja disuruh ditutup di Bekasi Utara. Gereja tempat orang beribadah dan mengekspresikan ketotalannya menyembah Tuhan sekaligus membangun kesadaran akan lemahnya diri dalam menghadapi berbagai tantangan hidup disuruh ditutup. Menangis lah bangsaku sebab sebagian rakyatmu bahkan beribadah pun dihambat

Buruh pun ternyata masih panjang perjuangannya. Bahkan untuk menaikkan pendapatan sebesar empat ratus ribuan perbulan pun sesuatu yang mustahil. Akhirnya mereka berjuang dan melakukan demonstrasi untuk memohon kenaikan gaji yang pasti bukan dipakai bermewah mewah. Tapi sekedar beli susu dan makanan bagi anak anak mereka. Namun yang paling menyedihkan adalah permainan yang ada dibelakang itu semua. Bahwa kenaikan upah di Bekasi adalah sebuah langkah rekayasa pejabat untuk kemenangan politiknya. Dia tahu tak mungkin dinaikkan sebegitu besar, namun itu dipakai untuk membangun citra diri bahwa dia mengerti keadaan buruh. Semuanya bertujuan politik untuk mendapatkan uang dan kekuasaan. Tersedu sedulah ekspresi tangismu wahai Rakyatku.

Tapi tetap sisakan asa, tetap lestarikan harap. Sebab ada tahun 2014, tahun dimana kita akan memilih pemimpin baru. Pemimpin yang terpilih nanti kita doakan seseorang yang benar benar cinta rakyat dan berpihak kepada keadilan dan kebenaran yang berlandas pada kejujuran dan keberanian. Laki atau perempuan tidak masalah, apalagi kalau mereka berpasangan. Kita nantikanlah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025