Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)

Gambar
  ​ Tema: Pengetahuan Yang Lengkap Dan Berguna ( Pemeteh si kuh dingen serta ) Teks Alkitab: 1 Korintus 13:11 – 12 ​ "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal." ​ Pendahuluan ​Pertumbuhan adalah keniscayaan dalam tatanan ciptaan Allah. Sebagaimana seorang anak secara fisik dan mental mengalami fase perkembangan dari tutur kata, perasaan, hingga pola pikir sederhana menuju kedewasaan, demikian pula manusia dipanggil untuk mengalami pembaharuan budi dan iman secara berkesinambungan. Ketidakmampuan atau keengganan untuk bertumbuh merupakan sebuah anomali spi...

Jangan Simpan Marahmu, Jadikan Aku Sebagai Pelampiasannya.

Selembar surat yang ditulis oleh Abraham Lincoln ditemukan di tumpukan buku buku perpustakaannnya, beberapa puluh tahun setelah dia meninggal. Surat itu berisi kemarahan nya kepada seorang jenderal pembantunya, yang salah strategi dalam perang. Dia ungkapkan kekecewaannnya kepada si jenderal namun surat tersebut tidak pernah dikirimkan.

Manusia punya rasa marah dan rasa kecewa. Bawahan kecewa kepada atasan, atasan juga kecewa dan marah kepada bawahan. Biasanya jika atasan yang marah dia berani memarahi bawahannya. Ada dengan cara yang baik namun kebanyakan dengan emosinal, sehingga si bawahan bisa menyimpan dendam dalam hati.

Marah atasan yan baik adalah marah dengan alasan yang logis, dan disampaikan dengan terkontrol. Robby Djohan menurut para mantan bawahannya sering bilang “Jantjuk” kalau lagi marah. Namun anak buahnya senang, sebab sadar kalau Pak Robby mempunyai alasan yang sangat logis untuk marah. Apalagi marahnya Robby Djohan disertai dengan bimbingan kepada bawahannya, bukan karena emosional. Jadi wajarlah beliau bisa menghasilkan orang orang hebat seperti Emirsyah Satar dan Agus Martawardoyo, Direktur Utama Garuda dan Menteri Keuangan yang sekarang.




Bagaimana kalau bawahan yang marah kepada atasan? Si bawahan akan menyimpannya, dan pura pura tidak ada masalah. Dia akan berlaku seperti biasa, mengerjakan pekerjaannya untuk mempertahankan kedudukannya. Sebab kalau ada bawahan yang memarahi atasan, dia langsung bisa dipecat. Sebab ada aturan bahwa melawan atasan artinya melawan perusahaan. Namun positifkah kalau kekecewaan atau kemarahan disimpan?

Banyak hal negatif yang bisa muncul, seperti perasaan stress, rasa benci yang diekspresikan dengan pura pura, serta ketidak efektifan pekerjaan. Lama kelamaan kalau si bawahan sudah tidak bisa menahan diri sebagian besar akan mundur dari tempatnya bekerja. Temuan para Human Resources Manager mengatakan penyebab seseorang pindah kerja atau keluar dari pekerjaan 80 persen karena tidak cocok dengan atasan. Sebaliknya juga, jika ada bawahan yang kariernya naik terus sebagian besar karena dia mempunyai atasan yang baik, dan penuh perhatian kepada bawahannya. Contoh Robby Djohan, TP Rachmat, dan Inget Sembiring (Mantan Presdir Astra Ghrapia)

Rasa marah atau kecewa memang harus diungkapkan supaya seseorang tidak menyimpan dendam dalam hatinya, yang kelak bisa merugikan diri sendiri. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah mencontoh Abraham Lincoln dengan menulis surat yang tidak dikirimkan. Seorang bawahan bisa menuliskan semua kekecewaannya kepada atasannya namun jangan pernah dikirimkan. Dalam pelatihan yang saya adakan baru baru ini ternyata hampir semua peserta mempunyai kejengkelan kepada atasannya. Setelah menulis surat tensi kejengkelan itu berkurang, karena seolah sudah dilampiaskan. Katarsis kata ahli ahli psikologi

Cara yang lain adalah si atasan membuka diri untuk menerima masukan dari bawahannya. Cara yang kedua ini bisa membuat hubungan atasan dan bawahan lebih dekat secara emosional serta hubungan kerja pun lebih profesional. Seolah si atasan berkata, “jangan simpan marahmu jadikan aku sebagai pembentuk kedewasaanmu”. Anda mau jadi atasan tipe ini?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026