Refleksi 136 Tahun GBKP: Menjemput Jati Diri yang Tercecer
Oleh Pt. Em Analgin Ginting Pengantar Menjelang usia ke-136 pada 18 April 2026, GBKP berdiri di persimpangan jalan yang krusial. Perjalanan ini tidak boleh dilepaskan dari sejarah besar dunia, di mana kita juga dipanggil untuk mengenang kembali peristiwa Reformasi Gereja sekitar 500 tahun yang lalu. Semangat Sola Scriptura, Sola Gratia, dan Sola Fide yang dikobarkan para reformator seharusnya menjadi cermin untuk melihat sejauh mana GBKP hari ini masih setia pada jalurnya, atau justru sedang mengalami pengikisan kualitas teologi dan spiritualitas yang mengkhawatirkan. Krisis integritas kini kian nyata ketika pelayanan mulai bergeser menjadi sekadar karier profesional. Fenomena "urban-sentris" di kalangan pendeta menjadi luka terbuka; di mana hasrat menetap di kota besar demi fasilitas telah menciptakan jurang spiritual dengan jemaat di pelosok desa. Jika desa-desa terpencil yang merupakan rahim sejarah GBKP kini dianggap sebagai "tempat pembuangan", maka kita te...
Komentar
Puisi ikan busuk seperti merupakan ajakan kita untuk turut serta dalam penyelamatkan bumi kita yang kita cintai ini.
Rumput yang bergoyang.............
Selain dapat merubah ikan busuk menjadi ikan asin yang bisa dijadikan lauk pauk......
Dapat juga membantu ekosistem tanah yang mulai terganggu dengan pesatnya pertumbuhan pembangunan bangunan-bangunan....
GO GREEN.....ide ini bisa turut membantu aktivis Go Green.
HIDUP IKAN BUSUK........!!!!!
Have a nice weekend and God Bless You.
Jadi filosofinya dari puisi ini, apapun hal negatif yang pasti ada dalam diri, keluarga, lingkungan,bangsa kita...Dapat kita ubah menjadi kekuatan yang positif, bila kita semua mampu mengelola (menej) dengan benar seluruh potensi yang ada.
salam...Imron Sigit S