Featured Post

Pemimpin dengan "Iman Golgota": Teguh di Tengah Badai Propaganda Global

Gambar
  Sebuah refleksi dari Khotbah Pdt Masmur Ginting, MTh, pada  Kebaktian Jumat Agung di GBKP Rgn Graha Harapan Bekasi. ​Dunia modern hari ini sedang digerakkan oleh satu komoditas yang lebih berharga daripada minyak atau data: Ketakutan. Dari narasi krisis iklim yang ekstrem hingga ancaman kelangkaan pangan global, penguasa bisnis dan politik sering kali menggunakan scarcity mindset (pola pikir kekurangan) untuk menciptakan ketergantungan. Di tengah hiruk-pikuk propaganda ini, seorang pemimpin spiritual dipanggil untuk berdiri teguh dengan sebuah fondasi yang tak tergoyahkan, yaitu Iman Golgota. Pdt Walder Masmur Ginting, MTh ​Alam dalam Genggaman Sang Logos ​Lukas 23:44 mencatat sebuah peristiwa kosmis yang luar biasa: “Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.” Di saat matahari seharusnya berada pada puncak kekuatannya, alam justru "tunduk" dan merespons penderitaan Kristus. ​Peristiwa ini menegaskan bahwa alam...

Dua Wanita Dan Black Berry, Anas Terkapar Ditengahnya

Dua wanita berbicara mengenai Black Berry. Dua-duanya politisi Partai Demokrat. Yang satu diduga banyak Bohong, dan yang satunya lagi diyakini kebenarannya. Dua duanya bisa menghancurkan Partai Demokrat, paling tidak membuat kedudukan Ketua Umum yang sekarang, Anas Urbaningrum semakin panas.

Wanita yang satu bernama Angelina Sondakh. Dia berkata belum memakai Black Berry (yang lebih sering disingkat BB) pada tahun 2010, saat ada percakapan untuk mengatur hasil uang korupsi Wisma Atlit bersama Mindo Rosalinda Manullang. Kebohongannya sangat disayangkan dan akhirnya menuai banyak sekali cacian. Kebohongannya diduga untuk melindungi seseorang dan dirinya sendiri.

Foto Diana Maringka


Wanita kedua adalah Diana Maringka yang mengakui adanya pembagian BB dalam Kongres II Partai Demokrat di Bandung. BB yang dia terima berasal dari Kubu Calon Ketua Umum saat itu, Anas Urbaningrum lengkap dengan Pulsanya Rp 500.000,. Diana Maringka adalah Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Minahasa Utara. Diana mengakui selain BB dia juga bersama ketua ketua DPC (masih sinyalemen-red) hehehehe, yang lain menerima sejumlah uang untuk memenangkan Anas Urbaningrum yang kala itu bersaing ketat dengan Andi Mallarangeng menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Diana juga mengatakan jumah uang yang dia terima dan sekarang bersedia mengembalikannya. Tiga tahap katanya menambahkan, Rp 30 juta, US$ 2 ribu dan US$ 5 ribu (Tempo.co)

Black Berry akan menjadi bagian yang menghancurkan Partai Demokrat? Saya rasa besar sekali kemungkinannya, sebab Nazaruddin mantan Bendahara Partai Demokrat yang sekarang menjadi tertuduh dalam kasus Wisma Atlit menambahkan rinciannya. BB tersebut dibeli dengan harga Rp 2,9 juta, lengkap dengan Pulsanya sebanyak masing masing Rp 500.000. Lalu semua penerima BB langsung membuat Group BB Mesenger, dengan nama Pemenangan Anas. Wah….




Group BBM untuk pemenangan Anas? Apakah ini benar dan dapat dibuktikan? Black Berry jangan dianggap hanya sebuah Hand Phone, tapi ada embel embel cerdas di belakang namanya. Jangan pula dianggap dia benda mati yang tidak dapat berbicara. Saya yakin kalau Group Pemenangan itu benar adanya maka semua pembicaraan akan terekam dan dapat dilihat kembali.

RIM di Canada yang menjadi pembuat BB saya yakin sekali masih menyimpan semua percakapan itu di kantor Pusatnya. Dan semua percakapan ini bisa diminta dan dilihat ulang untuk membuktikan kebenaran adanya group itu. Pemerintah Negara Qatar pernah melarang pemakaian BB karena banyaknya data yang dicuri. Memang cerdas itu BB, semua data pemakaian dari pemiliknya bisa dia simpan. Jadi semua permainan Tim Sukses Anas kala itu ada di hard disc BB. Wah suatu keteledoran yang diakibatkan oleh kebodohan dan karakter yang tidak baik.

Karakter Ketidak-Baikan Anas Urbaningrum


Seorang rekan yang menjadi Orang No 1 di suatu Stasiun TV swasta pernah mengatakan adanya hubungan antara ketidaktaatan dalam hal kecil dengan permasalahan besar. Dia menandaskan bahwa anak anak buahnya yang tidak taat, katakanlah dalam memakai baju seragam atau keterlambatan masuk kantor, suatu saat menjadi pelaku masalah besar.

“Jadi saya tidak mau lagi kompromi dengan orang orang yang tidak bersedia mematuhi peraturan kecil dan sederhana. Suatu saat dia menjadi sumber masalah besar”, tandasnya.

“Kalau dia tidak mau mematuhi aturan berpakaian seragam, saya akan catat dan kalau mau mundur silahkan saja. Ngapain gua pelihara”, imbuhnya lagi.

Ada korelasi antara hal kecil dengan masalah besar. Ada korelasi antara pembagian BB dengan keterlibatan Anas Urbaningrum dalam korupsi yang dituduhkan kelompok Nazaruddin? Karakter tidak dibentuk dalam waktu semalam. Karakter baik atau buruk dibentuk dalam proses yang panjang.

“Bos besar” atau “ketua besar” yang terungkap dalam percakapan Rosa dan Angie (yang ditampik Angie saat dia dipanggil sebagai saksi dalam persidangan Nazaruddin) mempunyai akar jauh sebelumnya. Ketidakterlibatan Anas nampaknya tidak mempunyai argumentasi yang menguatkannya. Justru keterlibatannya lah yang lebih mempunyai bukti kebersinambungan.

Pembagian Black Berry dan uang saat Kongres tentu saja membutuhkan modal untuk suatu saat dikembalikan. Dan korupsi di pembangunan Wisma Atlit adalah sumber uang untuk mengembalikan modal itu. Dengan demikian ada rangkaiannya yang menguatkan tuduhan kubu Nazaruddin tentang keterlibatan Anas Urbaningrum dalam kasus KORUPSI itu.

Black Berry semakin terkenal dan marketingnya di semua Media secara gratis. Bukti bahwa kita memang sedang dijajah kembali oleh otak otak asing. Anas Urbaningrum pun semakin tak berkutik, menjelang terkapar karena Black Berry yang dimainkannya. Dua wanita menjadi peran utamanya. Dua duanya dari Sulawesi Utara, Angelina Sondakh dan Diana Maringka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025