Featured Post

Perlunya Pembinaan Partisipatif dan Regeneratif di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi

Gambar
  Pt. Em Analgin Ginting M.Min.  Pendahuluan Pembinaan jemaat merupakan salah satu tugas hakiki gereja yang tidak dapat dipisahkan dari panggilan teologisnya sebagai ekklesia—umat Allah yang dipanggil, dibentuk, dan diutus ke tengah dunia (Ef. 4:11–13). Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran iman, karakter, dan kepemimpinan. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan, partisipatif, dan regeneratif menjadi indikator penting kesehatan sebuah gereja lokal. Dalam konteks Gereja Batak Karo Protestan (GBKP), pembinaan memiliki makna yang lebih luas karena terkait erat dengan sistem pelayanan presbiterial-sinodal yang menekankan kepemimpinan kolektif-kolegial (runggu). Artikel ini hendak memperdalam, melengkapi, dan mengontekstualisasikan tulisan awal mengenai perlunya pembinaan di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi, dengan tetap mempertahankan esensi pengalaman empiris yang telah dituliskan, sekaligus memperkaya dengan muatan teologis dan refleksi aktual....

Seh Sura Sura Turah Sinanggel

Pepatah ini sangat terkenal di masyarakat Karo. Seh sura sura turah sinanggel artinya cita citanya tercapai, namun masalah pun muncul. Contoh nya adalah, orang tua yang mau menyekolahkan anaknya di sekolah atau universitas ternama. Tentu jika anaknya lulus memasuki sekolah ternama atau universitas terkemuka maka kebanggaan dan rasa syukur pun tercipta. Akan tetapi biayanya mungkin besar dan harus disediakan, maka akan muncul lah kesulitan atau Sinanggel.

Bagaimana jika dibandingkan dengan kebalikannya? “ La seh sura sura, sinanggel pe la turah”. Artinya cita cita nya gagal atau tidak terlaksana, maka sinanggel atau kesulitan pun tidak ada. Mungkinkah tidak ada kesulitan dalam hidup? Rasanya tidak mungkin. Tidak mungkin lah tidak ada kesulitan. Selalu akan ada kesulitan atau sinanggel dalam kehidupan.

Bertambah usia, bertambah pengalaman, bertambah pendidikan anak, bertambah program gereja, bertambah kebutuhan, bertambah keinginan, bertambah pendidikan (Anak dan bapak sama sama sekolah/kuliah) maka pasti lah kesulitan pun bermunculan. Hidup memang penuh kesulitan, tidak ada tempat di dunia ini yang tidak ada kesulitan. Kesulitan jika diatasi akan membuat seseorang lebih matang dan lebih bersyukur. Jika satu kesulitan dihadapi dan diatasi dengan sepenuh hati dan penuh penyejahan kepada Tuhan, maka jalan keluar akan diberikanNya.

Demikian Juga, segala kesulitan yang dihadapi oleh anak anak Tuhan akan ditolong oleh Tuhan sendiri. Sebab dituliskan dalam kitab Mazmur “Tuhan menetapkan langkah langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNYA. Apabila ia jatuh tidak akan sampai tergeletak sebab tangan Tuhan menopangnya”. Ayat ini dituliskan di dalam Mazmur 37 : 23-24. Artinya setiap perbuatan dan tindakan orang orang kristen yang saleh dan berkenan kepada Tuhan ternyata sudah diarahkan olehNYA. Tujuan Tuhan mengarahkan dan menetapkan langkah langkah anak anakNya ini adalah supaya Dia bisa mengasihinya.

Namun rancangan Tuhan tidak sama dengan rancangan manusia. Bisa saja apa yang dirancang manusia tidak terlaksana, maka Tuhan pasti memberikan hiburan, pelajaran dan kekuatan baru. Jika rancangan Tuhan terlaksana dalam hidup manusia maka Tuhan sendiri pun memberi kelengkapannya. Perbuatan Tuhan tidak pernah tanggung tanggung. Jika Tuhan memberikan kepada satu keluarga sebuah mobil, maka Tuhan pun memberikan juga biaya bensinnya dan seluruh keperluan yang lain. Tidak mungkin lah Tuhan mengabulkan sebuah permohonan dan doa, dengan tidak menyempurnakannya. Tuhan memberikan selalu sempurna, namun ada kalanya perlu mengalaminya dengan sabar dan rendah hati.

Tuhan menetapkan langkang langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNya artinya, Tuhan menyempurnakan semua kasih anugrahnya. Seh sura sura turah sinanggel kata orang yang hanya mengandalkan kekuatan dirinya sendiri. Tapi orang yang mengandalkan kekuatan Tuhan dan bermohon kepada Tuhan selalu berkata “seh sura sura, turah pengataken bujur man Tuhan” Artinya tercapainya cita cita atau keinginan menimbulkan rasa syukur kepada Tuhan. Bahkan jika saat ini belum tercapai pun tetap bersyukur, sebab segala sesuatunya akan indah pada waktunya. Tuhan memang sangat baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025