Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 12 – 18 Juli 2026

Gambar
 ​ Thema : Dunia Orang Mati (Doni Kalak Mate) Nats : Ayub 14 : 13 ​ "Ah, kiranya Engkau menyembunyikan aku di dalam dunia orang mati, melindungi aku, sampai murka-Mu surut; dan menetapkan waktu bagiku, kemudian mengingat aku pula!" ​ Pendahuluan ​Kitab Ayub sering kali membawa kita ke dalam perenungan yang sangat dalam mengenai penderitaan dan batas eksistensi manusia. Dalam Ayub 14, Ayub sedang meratapi betapa singkat dan penuh sesaknya hidup manusia di bumi. Di tengah rasa sakit yang luar biasa dan tekanan emosional yang hebat, Ayub tidak melihat kematian sebagai akhir dari segalanya atau sebagai hukuman yang membinasakan, melainkan sebagai sebuah tempat perlindungan sementara yang misterius di hadapan Allah.  Secara teologis, kematian sering kali disalahpahami hanya sebagai upah dosa atau sekadar akhir tragis dari biologis manusia. Namun, melalui kacamata iman, teologi kematian ( theology of death ) menyingkapkan bahwa maut telah ditundukkan di bawah kedaulatan Alla...

Catatan Tambahan PJJ 6-12 Pebruari 2022, Sada Batang Kayulah Gia

 Masmur 104 : 31, 33-35

Thema : Malemlah Ate Tuhan Erkiteken TinepaNa

 

Masmur 104 : 31, 33-35  

 

104:31   Ermulialah TUHAN , tetap rasa lalap, malemlah ateNa erkiteken tinepaNa.

104:33   Rende ateku man TUHAN kidekah umur geluhku, asa gedang geluhku, rende ateku muji Dibatangku.

104:34   Mbera ngena ateNa ende-endenku, sabap keriahenku reh i bas Ia nari.

104:35   Kernepkenlah min i bas doni enda nari kalak perdosa, imasapkenlah kerina kalak jahat. Pujilah TUHAN , o tendingku! Pujilah TUHAN

Fakta

1.    Pemasmur berada dalam suasana kekaguman sehingga keluar lah kata kata masmur yang sangat indah ini.  Semua ciptaan Tuhan adalah hasil karya Sang Maetro sehingga meluncurlah kata kata, Ermulialah Tuhan, rasa lalap. Malemlah ateNA erkiteken tinepaNA.

2.    Perasaan kagum dalam diri pemasmur berlanjut dan keluarlah sebuah pengakuan, “aku ingin bernyanyi/bermasmur seumur hidupku Tuhan, dan sepanjang usiaku aku ingin bernyanyi memuji Allahku.

3.    Tiba tiba muncullah kesadaran baru dalam diri pemasmur akan kualitas suaranya dan kualitas batin nya sehingga terucaplah kata kata “ Semoga Tuhan berkenan akan pujianku, karena rasa senang ku pun berasal dari diriNYA.

4.    Pada ayat terakhir nas ini muncul lah kesadaran paling tinggi dalam diri pemasmur yang mengatakan “ biarlah habis orang berdosa dari muka bumi (yang mengganggu ciptaan yang maha agung itu), dan semoga semua orang jahat tidak ada lagi, supaya batinku selalu memuji TUhan.

Sumber photo : koleksi pribadi, photo diambil dengan xiaomi poco X3

Makna   

1.    Keindahan itu obejktif atau subjektif?  Atau dua duanya? Kita bisa melihat dalam Nas ini bahwa Keindahan Ciptaan Tuhan itu secara objektif, memang faktanya indah.  Akan tetapi mata orang memandang ciptaan Tuhan itu selalu dipengaruhi keadaan subjentifnya.  Pemasmur berkata dua duanya.  Secara objektif ciptaan Tuhan memang sangat agung, secara subjektif pun demikian faktanya jika ada suasana hati yang dipenagruhi oleh Tuhan.  Bahwa semua rasa senangku berasal dari Tuhan.

2.    Keindahan ciptaan Tuhan seharusnya membuat semua manusia menikmati kehidupannya di dunia ini ‘Aku ingin bernyanyi selamanya  adalah kata kata yang menggambarkan aku bersukacita selamanya, Bersama ciptaan Tuhan yang sangat indah nan cantik rupawan.  Jadi sebenarnya hidup di dunia sangat menyenangkan, “life is so beautiful”

3.    Kedudukan kita sebagai manusia akan muncul ketitik kesadaran saat kita memuji dan memuliakan Tuhan.   Kita akan semakin sadar keberdosaan kita kalau kita semakin memuji nama Tuhan.  Dan banyak orang tidak sadar akan dosanya, karena memang dia semakin menjauh dari Tuhan.  “Adi enggo seri pengakapndu reh ras la reh ku gereja, e enggo bahaya teman”  Si lebih payo, adi sadar kam dosandu sanga kam muji DIbata. Berarti sehat denga.

4.    Orang jahat dan orang berdosa tidak akan pernah melihat dan merasakan keagungan ciptaan Tuhan.  Sehingga makin besar nafsu nya untuk merusak dan memporakporandakan lingkungan alam semesta ini. 

 

Pengkenaina

·       Malemlah ate Tuhan ngenen bekas tinepaNA adalah sebuah pesan paling penting man banta kerina untuk tetap melestarikan alam semesta ini dengan seluruh ciptaan Tuhan.  Adi tuduhkenndu bekas tinepa Tuhan e man Tuhan malemlah ate TUHAN min.  Emaka jaga ras kelengilah kerina tinepaNA.

·       Munculkan niat dan komitmen kita masing masing untuk tetap menjaga keindahan ciptaan.  Gelah banci kita lalap rende, rende segedang gedang geluta, rende kerna keleng ate TUHAN ibas kerina tinepaNA. 

·       Sada batang kayu lah gia, suanken e bas tahun 2022 enda, gelah banci kam rende muji TUhan.  Atau 10 kg sampah lah gia, masing masing kita banci si olah bas tahun 2022 enda, gelah meriah ukur Tuhan ta si melias e. Amin.

Bujur ras mejuah juah kita kerina. I

Pt. Analgin Ginting

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ 10 – 16 Agustus 2025