Featured Post

Kepemimpinan Strategis / Filsafat Politik / Teologi Praktis

Gambar
  Mengapa Dunia Harus Menerima Dan Mengapresiasi Donald Trump: Sebuah Analisis Kepemimpinan Kontekstual, Teologis, dan Psikologi Kekuasaan Penulis: Analgin Ginting & Dibantu Gemini AI I. Pendahuluan: Pergeseran Paradigma Kepemimpinan Global Dunia pada dekade ketiga abad ke-21 tidak lagi berada dalam kondisi "bisnis seperti biasa." Tatanan global yang selama ini didominasi oleh teknokrasi dan globalisme mengalami retakan hebat. Di tengah ketidakpastian ini, muncul sosok Donald Trump yang sering kali disalahpahami oleh para kritikus arus utama. Artikel ini berargumen bahwa apresiasi terhadap Trump bukan didasarkan pada kesalehan personal atau estetika politik, melainkan pada ketepatan fungsi kepemimpinannya dalam konteks krisis. Krisis ini sering kali disebut sebagai titik jenuh dari narasi "Global Elite" yang cenderung menyeragamkan nilai-nilai lokal ke dalam satu standar teknokratis yang dingin. Dalam suasana kebatinan dunia yang merasa terancam oleh disrupsi id...

Pertarungan Sengit Dahlan Iskan Melawan Mahfud MD

Dua tokoh nasional yang digadang gadang menjadi calon presiden alternatif sudah memulai pertarungan. Yaitu Dahlan Iskan yang menteri BUMN serta Mahfud MD yang sudah melepaskan jabatan sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi  beberapa waktu yang lalu. Mereka bertarung melalui Media Televisi, dan hampir setiap hari muncul dalam ruangan serta waktu terbaik seluruh pirsawan di Indonesia mempresentasikan gagasan dan produknya. 


Pertarungan mereka memang bukan dalam kancah politik, namun dalam hal akting sebagai bintang iklan. Dahlan Iskan lebih dulu sebagai bintang tolak angin, minuman orang pintar. Sedangkan Mahfud MD belakangan namun kecerdasan iklannya juga tidak kalah, dengan tag line “Bejo” penolak masuk angin.

13739453761490167592 
Sumber Foto : commercialsdb.youtube.com


Popularitas kedua tokoh ini memang sangat tinggi, karena dikenal sebagai tokoh yang berani, tegas dan mempunyai integritas. Karena itu pula lah banyak pihak yang menggadang nama keduanya untuk menjadi presiden atau wakil presiden. Akankah mereka (berdua atau salah satu) terpilih menjadi wakil presiden atau presiden? Belum dapat dipastikan, namun ada peluang kemungkinan yang cukup besar.


Keberhasilan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan terpilih kedua kalinya, oleh banyak pihak mengatakn karena sangat dibantu oleh figur wakil gubernur Deddy Mizwar yang telah lama menjadi bintang iklan. Maka demikian juga dengan Dahlan Iskan atau Mahfud MD. Bahkan jika Mahfud MD bersedia menjadi wakil presiden dan calon presidennya adalah Jokowi maka pasangan ini akan menjadi The True Dream Team For Next President.


1373945587660207285 
Sumber Foto : Andreas Tonny. Youtube.com


Terlepas dari unsur politisnya, maka otak dibelakang pemilihan kedua tokoh itu menjadi bintang iklan produknya sangat layak diacungi jempol. Irwan Hidayat Bos Sido Muncul yang memilih Dahlan Iskan membuktikan naluri bisnisnya yang sangat tajam. Apalagi lokasi shooting iklan yang dilakukan di Eropah bersama celebrity lainnya, tentu ini akan berdampak terhadap peningkatan penjualan di pasar Eropah dan luar negeri.


Sedangkan Bintang Toejoe yang memilih Mahfud MD bisa saja dianggap pengikut ide Irwan Hidayat, namun tidak sekedar mengikuti bahkan menyempurnakan gagasan dengan memilih tokoh yang lebih berkaliber. Persainganya tajam, strategis dan sangat berdampak terhadap angka penjualan produk akan tetapi mengandung nilai nilai.


Kedua tokoh ini juga dipilih bukan karena kegantengan atau ketampanan penampilan mereka.  Karena menurut saya wajah dua orang ini termasuk wajah yang sangat biasa saja (hahahahahaha, maaf Pak Dahlan dan Pak Mahfud).  Namun  Irwan Hidayat dan Bintang Toedjoe melihat bahwa Indonesia saat ini sangat mendambakan kejujuran, integritas serta ketegasan dan keberanian. Dalam hal ketidaktampanan dan ketidak gantengan, saya melihat memang Dahlan Iskan sangat bersaing dengan Mahfud MD (sekali mohon maaf).  Namun dalam hal kejujuran dan keberanian pun keduanya bersaing secara ketat.  Bersama dengan Jokowi, Anies Baswedan, Komaruddin Hidayat, Romo Magnis Soeseno dan Hakim  Albertina, Elia Massa Manik,  inilah tokoh yang dapat dipercaya kata dan komitmennya.


Persaingan yang tajam namun mengandung nilai nilai integritas serta bermanfaat, maka persaingan seperti inilah yang diharapkan terjadi di segala bidang terutama politik. Ketika partai sibuk menyusun urutan daftar calegnya, saya ragu hal itu dilakukan dengan prinsip yang benar seperti persaingan iklan Dahlan Iskan dan Mahfud MD.


Menurut perasaan saya persaingan dalam menyusun urutan caleg di seluruh partai peserta Pemilu tidak dilakukan dengan pertimbangan berdasarkan karakter dan kompetensi. Sehingga caleg caleg yang diusulkan oleh semua partai politik bukanlah calon terbaik. Bahkan menurut Indonesia Corruption Watch (ICW) ada beberapa caleg yang tidak pantas dipilih karena mendukung korupsi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025